Selasa, 02 Juli 2019

Mau jadi Writerpreneur Sukses?




Telah menerbitkan 150 buku
Menjadi Mompreneur Sejati

Deka Amalia



Sejak kecil, saya tidak pernah terpikir menjadi wirausaha. Karena keluarga saya hampir semua pekerja. Ayah saya karyawan swasta dan ibu saya ibu rumah tangga. Praktis saya hanya mengenal dunia kerja. Setelah lulus kuliah ya bekerja, digaji orang. Maka begitu selesai wisuda, saya melamar, mencari pekerjaan seperti yang lainnya. Alhamdulillah, tidak perlu menunggu lama. Saya diterima di sebuah stasiun TV besar sebagai penyiar dan di Hotel Berbintang sebagai  staff PR. Benar-benar dua profesi impian.

Namun saat saya mengunjungi dosen pembimbing skripsi saya untuk mengucapkan terima kasih. Beliau menawarkan menjadi Dosen. Saat itu beliau adalah Dekan di Fakultas Sastra, tempat saya kuliah. Figur beliau yang disegani, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional.  Guru besar sastra di FIB UI. Sejenak saya takjub dengan tawaran ini, menjadi dosen. Sebuah profesi yang terlintas pun tidak. Setelah diskusi dengan keluarga, akhirnya saya menerima tawaran ini. Saya tinggalkan kesempatan bekerja dan mengawali karir sebagai asiaten dosen. Menjadi asisten seorang guru besar yang ternama tentu kesempatan langka. Saya bisa menimba ilmu. Dua tahun berselang, saya diangkat menjadi dosen dan profesi ini saya geluti selama 22 tahun.

Saat dunia sosmed berkembang, saya berkenalan dengan banyak penulis. Di luar profesi saya sebagai dosen, saya memang suka menulis. Cerpen saya sering dimuat di media di era tahun 1990. Saya juga menulis puisi dan beberapa buku ajar di bidang sastra. Tidak lama beberapa buku pun terbit. Lalu saya mendirikan komunitas penulis perempuan di tahun 2011. Tidak menyangka berkembang pesat dan banyak yang ingin belajar menulis. Berbekal ilmu sastra yang saya miliki, saya pun menjadi mentor menulis. Perkembangannya luar biasa, hingga saya harus memilih. Tetap menjadi dosen atau terjun bebas menjadi mentor menulis. Karena ingin mencoba dunia baru, saya memilih pensiun dini dari profesi dosen dan mendirikan lembaga pelatihan menulis di tahun 2013.

Hingga tahun 2019 ini, telah ribuan peserta mengikuti kelas saya. Luar biasa. Saya tidak pernah menyangka akan sampai di tahap ini. Lalu untuk memfasilitasi peserta pelatihan saya, maka saya mendirikan penerbitan. Sesuai niat awal hanya menjadikannya sebagai  fasilitas, maka penerbitan ini khusus menerbitkan buku-buku saya dan peserta pelatihan saya saja. Terjun di dunia penerbitan ternyata tidak mudah. Karena saya harus bekerja sama dengan banyak pihak ketiga. Sejak menerbitkan buku di tahun 2011 hingga 2019 ini, suka duka sudah saya jalani. Berat dan tidak mudah. Saya hampir menyerah.

Menjalani sesuatu yang baru dan tidak pernah belajar soal usaha. Membuat saya trial and error. Learning by doing. Banyak langkah saya yang salah, keliru, dan merugi. Salah satunya karena saya belum bisa bersikap profesional. Dari mulai kehilangan uang jutaan hingga ratusan juta pernah saya alami. Buku yang gagal cetak, terlambat hingga dibawa kabur orang ha ha ha ha….

Saya hampir memutuskan berhenti menerbitkan buku. Sudahlah saya menulis dan mengajar menulis saja. Supaya nggak banyak masalah. Tetapi saat menyaksikan kebahagiaan dan kebanggaan teman-teman punya buku, hati saya mencair. Saya harus bertahan, harus bisa melampaui semua ini dengan baik. Saya harus yakin jika kegagalan adalah sukses yang tertunda. Saya mulai mengurai masalah dan mencari solusi lalu mencatat apa yang harus saya lakukan dan tidak boleh saya lakukan. Bagaimana harus bersikap, mengambil keputusan tepat dan lebih profesional.

Dengan Bismillah saya melangkah pasti, masalah demi masalah selesai dengan baik secara bertahap dan menemukan solusinya. Saya yakin, uang yang hilang akan tergantikan. Insya Allah lebih banyak. Aamiin. Allah tetap maha adil, ada saja ganti dari kehilangan materi dari menerbitkan buku. Kelas saya selalu penuh, order editing naskah mengalir dan permintaan menjadi narasumber di berbagai kesempatan. Artinya, saya tidak boleh menyerah. Semua kejadiaan ada hikmahnya yang bermanfaat untuk langkah kita selanjutnya. 


Launching di berbagai Mall setiap tahun. Ini Launching terbaru, 14 Juni 2019 di Senayan City Jakarta.


Saya membaca beberapa buku bisnis dan kisah sukses para pebisnis besar. Ternyata tidak ada satu pun yang tidak pernah gagal, tidak ada satu pun yang tidak pernah berbuat kesalahan dan tidak ada satu pun yang tidak pernah merugi. Semua pernah gagal, pernah salah dan pernah merugi. Ternyata ini memang tahapan yang harus kita lalui menuju sukses. Karena sukses itu indah tetapi tidak bisa dicapai dengan mudah. Perlu kerja keras, pengorbanan dan ketekunan. Pantang menyerah, terus melangkah dan kerja keras. Karenanya saya tidak akan berhenti dari apa yang sudah saya mulai.

Saya juga mulai  belajar ilmu bisnis dengan mengikuti berbagai seminar dan workshop. Perlu ilmu untuk melakukan apa saja. Meski baru secara teori, karena praktiknya tetap tidak mudah juga. Tahun 2016, saya mengikuti inkubator bisnis dan memperoleh juara dua dengan progress terbaik. Padahal saya masih merangkak kala itu. Tetapi bisnis yang saya geluti dinilai berdampak sosial baik. Memberikan banyak kesempatan pada banyak perempuan. Sejak itu saya yakin, terlepas dari segala kekurangan, Insya Allah manfatnya sudah banyak dirasakan. Hal ini membuat saya lega, dengan bagitu apa yang saya lakukan bermanfaat untuk diri saya, keluarga dan banyak orang. Bagi saya, ini yang paling penting.

Yang menggembirakan saya adalah banyak orang suka menulis dan mau belajar menulis. Mau punya buku. Rasanya bangga sekali jika melihat peserta pelatihan saya berhasil. Sebagian sudah menjadi penulis produktif, mentor menulis, editor, freelancer, writerprenuer  dan banyak lagi. Terbukti menjadi penulis itu bisa jadi profesi yang menghasilkan materi yang memuaskan jika digeluti dengan tekun. Banyak yang mengikuti semua kelas yang saya buka. Kelas regular dengan berbagai topik dan buku solo. Banyak buku solo yang sudah terbit dari hasil mengikuti kelas mentoring buku solo bersama saya. Sebagian beredar di toko buku Gramedia dan Online. Memberi jalan bagi kesuksesan orang banyak ternyata bikin hati bahagia.

Para peserta juga semuanya baik hati, jika saya ada kendala dan keterlambatan. Mereka memahaminya, meski rasa tidak enak saya selalu saya tebus dengan memberi hadiah. Berupa souvenir dan bonus buku. Tentu saya akan terus berusaha memperbaiki diri, hingga semuanya menjadi lebih baik lagi. Tidak ada kendala dan semuanya berjalan tepat waktu. Aamiin. Beberapa kelas dan buku yang terbit di tahun 2019, Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik. Buku yang tebit bisa lebih cepat prosesnya, antara minimal 2 minggu dan maksimal 2 bulan. Tergantung banyak jumlah mencetaknya. Alhamdulillah, buku pun terjual ratusan hingga ribuan eksemplar.

Saya pun mulai berpikir untuk menciptakan banyak penulis dan mentor menulis. Saya akan terus membuka kelas dan mulai membuka kelas mentor menulis. Nanti para pesertanya secara gantian akan menjadi asisten di kelas saya. Hingga kelak banyak mentor menulis hadir. Dengan begitu dunia menulis akan makin berkembang. Apa saya takut tersaingi? Tentu tidak karena rezeki sudah diatur Allah. Dan saya percaya, semakin kita berbagi, semakin banyak akan kembali pada kita. Membuka jalan rezeki dan sukses bagi orang banyak, Insya Allah rezeki saya akan bertambah. Aamiin.

Di samping itu, saya tidak punya generasi penerus yang akan meneruskan apa yang saja jalani ini. Katiga anak saya sepertinya tidak tertarik, mereka punya cita-cita dan impian sendiri. Anak sulung saya sebentar lagi lulus dari DKV dan tentu akan bergelut di bidang desain grafis. Anak kedua saya ingin jadi dosen dan penulis saja, sementara si bungsu ingin jadi dokter. Usia saya juga sudah tidak muda, sudah kepala lima. Mungkin kelak ada saatnya saya pensiun dari semua yang sudah saya jalani ini. Maka sebelum saya pensiun saya ingn menciptakan banyak generasi penerus. Agar dunia literasi terus berkembang. Hingga saya dikenang sebagai penulis dan mentor menulis saja.

Begitulah, menjadi mompreneur sejati ternyata harus siap jiwa raganya. Siap gagal dan siap berhasil.  Siap menjalani semua kesulitan dan tidak gentar dengan tantangan. Hingga bisa tersenyum bangga di atas kesuksesan. Punya impian untuk terus berkembang dan berbagi bagi banyak orang. Sukses bersama itu nikmat dibanding hanya menikmati semuanya sendirian. Karena di sana ada banyak doa yang mengiringi setiap langkah yang kita jalani. Membuka jalan sukses bagi banyak orang itu bikin hati terharu, bangga dan bahagia.

Tak terasa ini menjadi tahun kesembilan saya menjalani semua ini, Alhamdulillah semua makin berjalan dengan baik. Saya makin dikenal. Sejak tahun 2011 hingga tahun ini, saya sudah diliput oleh hampir semua media cetak dan media online. Liputan tentang saya sudah dimuat di koran, hampir semua majalah wanita, dan tabloid. Saya juga pernah masuk TV dan sering talk show radio. Tidak pernah menyangka akan sampai di tahap ini. Komunitas saya makin berkembang, pelatihan saya selalu diminati dan penerbitan saya makin membaik. Prosesnya lebih cepat dan lancar. Karena saya pun sudah menemukan mitra yang tepat dan tim yang solid. 

Saya pun sering membuat acara offline. Apakah pelatihan, bedah buku, launching, pameran dan talk show. Alhamdulillah sudah sering terlaksana di beberapa mall besar. Minimal beberapa kali dalam setahun ada event. Dengan begitu saya bisa kopdaran dengan para peserta dan anggota komunitas. Bisa mengenal mereka di dunia nyata. Terus terang hampir semua peserta adalah mereka yang saya kenal di dunia maya.

Sebagian besar menjadi teman baik dan beberapa menjadi sahabat baik. Beberapa juga menjadi partner dalam berkarya dan bekerja, Nikmat rasanya.

Tak terasa hingga tahun ini, saya sudah menerbitkan 150 buku. Dan mungkin masih wajar jika ada 10% saja buku yang gagal cetak, terlambat atau bermasalah di percetakan. Tapi tetap ada solusi dan berakhir dengan baik. Meski tetap saya merasa tidak enak dengan para peserta di buku tersebut. Hingga saya harus berpikir untuk tidak  terjadi kesalahan yang sama. Zero Mistake mulai awal tahun 2019 ini. . Buku yang terbit prosesnya lancar dan cepat. Aamiin.

Maka kunci utama dari menjalani sebuah usaha adalah jalani dengan sepenuh hati dan niat yang tulus. Maka materi akan mengikuti. Maka sukses itu nyata.

Apakah saya sudah merasa sukses? Belum. Masih banyak yang ingin saya capai sebelum saya memutuskan pensiun.  Semoga semua menjadi amal kebaikan yang diterima-Nya. Aamiin.

Ø  Deka Amalia (Ex Dosen Sastra, Writer, Writing Trainer, Book Publishing Consultant. Owner Deka Amalia Writing Center. Founder Writerpreneur Club dan Women Script Community)

Fb Deka Amalia Ridwan. Ig deka66. Blog: www.dekamalia.com. Sudah menerbitkan 150 buku



Saya ingin berbagi ilmu menjadi Writerpreneur Sukses. Punya penghasilan jutaan hingga puluhan juta per bulan. 
Ikuti kelas gratisnya, hanya dengan membeli buku ini (Balada Mompreneur) seharga Rp.88.000.-

sila wapri ke wa 0857 7167 3538
Kelas mulai 10 Juli 2019 di WA Grop.