Minggu, 09 April 2017

Belajar dari Fai, penyandang Asperger Syndrome (Autisme) yang produktif menulis.

Launching Buku Kedua: My Life My Dream


Saya lupa kapan pertama kali mengenal Fai, pastinya beberapa tahun lalu sejak Fai SMP dan kini SMA. Mamanya Fai, Bunda Vifi mencari mentor menulis untuk putrinya. Dan menemukan serta menghubungi saya. Setiap orang yang bertanya pada saya, apakah bisa menulis dan menerbitkan buku? saya selalu menjawab bisa. Karena saya percaya, menulis itu adalah proses yang dijalani dan setiap yang mau berproses pasti bisa. Memang kemudian terbukti, selama Fai belajar privat pada saya, sudah dua buku terbit. Satu buku The Lessons of Friendship sudah beredar di Gramedia sejak setahun lalu dan buku keduanya dalam proses beredar di Gramedia. Lalu saat ini, Fai sedang menulis novel fantasy dan dalam proses revisi. Maka terbukti, setiap yang mau berusaha, belajar dan berproses dalam hal apa saja pasti bisa. 

Bernama lengkap Fairuz Nurul Izzah dengan nama panggilan Fairuz atau Fai. Memiliki satu adik bernama Khalila Nurul Aini. Ayah dan bunda, Najmiah Octavia (Ibu), Teuku Kemal Husein(ayah), 
lahir: Jakarta, 19 Februari 2000, saat  ini telah duduk di SMA Jurusan IPS. Kebutuhan khusus: Asperger. Waktu diketahui: Sejak umur 12 tahun. Terapi yang dijalani: -Thermometer perasaan (Senang, cemas, relax), Menarik napas saat kesal dan gugup. Saat ini progress Fai semakin baik walau kadang-kadang lupa. Hobby: Menulis, membaca, main games, nonton You Tube.
Aktivitas: Belajar di Homeschooling Primagama, ikut Muay Thai, mengetik, dan les Bahasa Jepang.
Bahasa yang dikuasai: Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. 

    Aktif menjadi pembicara, menyuarakan penyandang autis. 

Autisme tidak membuat Fai menyerah. Aktifitasnya banyak dan cita-citanya tinggi. Ia ingin menjadi penulis. Saat mengajarkan Fai menulis, saya tahu tidak mudah bagi Fai untuk mencerna. Namun ia berusaha keras. Mengerjakan latihan dan terus menulis. Ia bertekad untuk terus menulis. Ia juga mulai punya blog dan menulis berbagai pengalamannya di sana. Fai juga belajar beberapa bahasa yaitu Inggris dan Jepang. Ia mampu berbicara dan menulis dengan baik dalam kedua bahasa itu. 

Simak prestasinya: 
Prestasi: Ketika masih di SDIT, saya menang juara I lomba presenter Bahasa Inggris. Ketika masih di SMP reguler, saya menang juara I lomba menulis, juara III lomba bakat (dengan kelompok), juara II lomba olahraga (dengan tim, tapi saya tidak terlalu suka olahraga) dan juara III lomba komputer. Ketika masuk homeschooling, saya telah menerbitkan dua buku, Lessons Of Friendship dan My Life My Dream.
Penghargaan: Piala dan sertifikat juara III lomba komputer, medali juara II lomba olahraga dan sertifikat olimpiade Bahasa Inggris yang tetap diberikan walaupun tidak menang.
Organisasi yang diikuti: Plan International Indonesia (sebagai volunteer dan anggota Youth Coalition For Girls) dan Best Buddies Indonesia (sebagai ambasador karena sudah dua tahun berdiri).
Kegiatan menjadi pembicara: Di Autism Awareness Month Grand Indonesia, Festival Anak Istimewa di Botani Square, dan ketika mengikuti kegiatan Best Buddies di Sekolah Bogor Raya dan BPK Penabur Sentul City saya bicara mengenai diri sendiri dan autis.
Pengalaman media: Ikut talk show radio dengan komunitas tutor menulis saya dan wawancara kompas tv dengan teman-teman Plan International Indonesia.
Pernah ketemu pejabat siapa saja: Saya pernah bertemu dua menteri yang ikut wawancara selain saya dan teman-teman Plan, dan saya juga pernah bertemu direktur global youth bersama teman-teman Plan.
Pernah diliput majalah apa: Di CNS Junior (tentang lessons of friendship) dan CNS cool and smart English Teen Magazine (tentang My Life My Dream) 
Mengikuti launching dan bedah buku yang diadakan mentor saya, di Blok M Plaza dan South Quarter Dome.
*sumber Fai
Luar biasa ya...

Secara rutin belajar menulis dengan Deka Amalia. 

Setelah bertahun menjadi mentor menulisnya dan mendampinginya menulis hingga terbit dua buku dan satu buku hampir selesai, saya jatuh sayang padanya. Bagi saya, Fai sudah menjadi bagian dari hidup saya. Saya ingin terus mendorongnya untuk maju dan meraih cita-citanya, menjadi penulis  yang produktif. Saya yakin suatu saat, Fai akan jadi penulis terkenal. Saya bangga dan haru dengan semua proses pencapaian Fai. Dari awalnya belum bisa menulis hingga lancar menulis, Dari awalnya tidak berani tampil, sekarang sudah menjadi pembicara di berbagai kegiatan. Dulu saya memaksanya tampil di bedah buku pertamanya dan mengajaknya talk show radio. Saya percaya jika setiap orang diberi kesempatan, maka ia akan melesat berkembang. Karena itu Fai merasa jika cita-ciatnya sebagai penulis sudah tercapai. Satu lagi keinginannya yaitu menjadi penerjemah. Karena itu ia memiliki sahabat pena: Jonathan dari Jerman, Andrew dan Avery dari Amerika untuk melatihnya menulis dalam bahasa Inggris. 


Talk show radio bersama penulis lainnya. 

Dalam bukunya My Life My Dream, Fai mengajak sahabatnya Dita untuk membuat lembar mewarnai dan Ruben untuk membuat desain cover bukunya. Dita juga penyandang autisme yang luar biasa, jago menggambar dan melukis. Dita ingin menjadi seorang animator yang jago melukis dan membuat komik. Begitu juga dengan Ruben, yang juga penyandang autisme yang berprestasi. Jago melukis dengan berbagai media seperti tinta, pensil warna, crayon dan lainnya. Buku ini memang berkisah tentang dirinya sebagai penyandang autisme. Semoga buku ini bisa memberi inpisrasi bagi banyak orang jika setiap anak punya kelebihan. Apa pun kekurangan yang Tuhan berikan, pasti ada kelebihan yang bisa digali. Kelebihan yang akan membuatnya mampu dewasa dan mandiri. Berguna bagi dirinya dan orang banyak. Dengan keyakinan itu,  Fai akan terus berusaha mengukir prestasi hingga mampu menggapai cita-citanya. Aamiin.

Yang ingin membeli bukunya, Insya Allah beredar di toko buku Gramedia bulan ini ya, Nantikan...

I love you, Fai...
Keep Writing....
Tante Deka












11 komentar:

  1. salut sama semangatnya fai dan sang mentor yang mengajari menulis.
    nambah "amunisi" ke saya juga buat terus belajar menulis di blog :)

    BalasHapus
  2. saluttt sekalii saya aja masih ketar ketir yg mau nyempatkan untuk nulis :_(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahay..ada Mas Agus di sini. Ayo mas mulai nulis..

      Hapus
  3. Salam kenal mbak Deka. Terinspirasi dgn tulisan ini. Kegemaran fai akan bahasa inggris dan jepang sama dengan ponakan saya yang juga autis. Jadi terinspirasi untuk memotivasi Tita-ponakan saya-untuk mengembangkan bakatnya. Matur nuwun

    BalasHapus
  4. Fai cepat sekali ya menyerap pelajaran hingga bisa berprestasi. Kalau boleh tau apa blognya Fai?
    Semangat terus ya buat Fairuz ;)

    BalasHapus
  5. Keren Fairuz. Semoga semakin berprestasi yah. Menulis memang bisa dijadikan terapi bagi siapa saja

    BalasHapus
  6. Fai kereeen, mentor nulisnya apalagi 👍👍

    BalasHapus
  7. Reminder diri sendiri, kapan nulisnya? Katanya niat mau nerbitin buku? Gimana progressnya?
    .
    Kalah jauh sama fai, dengan kelebihannya. -_-
    Sukses terus Fai.
    😍😍😍

    BalasHapus
  8. Dua-duanya keren, Fai dan mentornya. Btw, salam kenal ya Mbak..

    BalasHapus
  9. Masyaallah. Tulisannya bikin saya makin bersemangat. Karena sesungguhnya, ciptaan Allah memang lah dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Walaupun di mata manusia Fai memiliki kekurangan, tapi dia memiliki lebih banyak kelebihan. Salut sama Fai dan mbak mentornya. Semoga bisa terus menginspirasi :)

    BalasHapus
  10. Inspiring sekali mbak.
    Aku penasaran sama bukunya.
    Pengen banget deh diajarin sama mentornya Fai nulis juga :D

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan terima kasih ya sudah meninggalkan komennya Salam hangat.
deka