Selasa, 27 September 2016

BebekBox Mas Yogi, pilihan kuliner yang kekinian. Enak dan Praktis.




Pilihan kuliner masa kini sangat beragam, bagi penyuka bebek dan sambal ada pilihan tepat yaitu BebekBox Mas Yogi dan Sambal Hj. Lina. Dua pilihan yang enak dan praktis. Saya baru saja mencobanya dan ingin berbagi dengan teman semua. Rasanya pasti bikin ketagihan. Tagline Bebekbox ini: sudah makan enak hari ini? rasanya sangat tepat. Kalau ingin makan enak jangan ragu untuk memesan BebekBox Mas Yogi. Bebek ini dikemas dalam box yang praktis hingga bisa dipesan kapan saja kita inginkan. Kualitas premiun dan sudah diungkep dengan menggunakan bahan rempah kualitas terbaik, tanpa bahan pengawet dan disertai sambal dan kaldu. Kita tinggal goreng atau bakar sesuai selera, disertai sambal yang bisa  dihangatkan. Kaldu dihangatkan di Magiccom, kemudian ambil sedikit bisa dicampur ke nasi hangat. Heeem, terbayang nikmatnya kan....

BebekBox ini sudah terdaftar dan sertifikasi halal jadi tidak meragukan lagi. Saat menerima pertama kali dan membuka kemasaannya. Terasa harum bumbu alami yang menggoda. Jika ingin langsung disantap bisa, tapi bisa juga kita simpan dalam lemari es untuk dinikmati esoknya. Jadi untuk ibu rumah tangga, jika ingin menyiapkan bekal esok hari sungguh tepat deh. Saya memilih untuk menggorengnya hari itu dan dinikmati untuk makan malam bersama keluarga. Suami dan anak-anak sangat kaget, bebek beli dimana ini? kok beda? enak sekali, komentar mereka. Bumbu alami yang tepat membuat rasa bebek ini beda, Bumbunya meresap dan nikmat rasanya. 



BebekBox ini sudah dinikmati banyak pelanggannya sejak tahun 2010. Sudah lama ya dan bertahan bahkan berkembang hingga kini. Bayangkan bisa habis 200- 400 ekor dalam seminggu, tidak heran siih. Enaknya bikin ingin mencoba lagi. Kelebihan bebek ini dimasak secara tradisional, jadi sangat alami. Dimasak hingga bumbu meresap dan empuk. Tanpa presto. Hingga tidak bau, tidak amis melainkan tercium bumbu alami yang harum. Ditambah disertai bumbu kaldu, jadi makin terasa spesialnya. Kita pun bisa memesannya, tidak pakai repot. Bisa disimpan atau langsung dinikmati. Jadi jika anda gemar makan bebek, jangan ragu memesannya. Jika anda belum pernah atau kurang suka bebek, heeeem....coba ini deh. Pasti anda berubah pikiran.

Jika ingin memesan, anda bisa hubungi 087788225057, bisa dikirim ke alamat anda. Anda bisa pesan untuk dinikmati bersama keluarga atau untuk acara spesial. BebekBox Mas Yogi siap melayani anda.
Bisa dipesan melaui go food atau bisa datang ke Jl. Raya serpong no 4. Samping kantor DPRD Tangsel. 


Pemilik kuliner ini adalah Ibu Lina Santika. Perempuan berusia 53 tahun ini sungguh luar biasa. Ibu rumah tangga dengan 3 orang anak. Suaminya bekerja di Bank Mandiri. Ibu Lina penyuka kuliner dan sangat aktif. Tidak betah diam dan senang berbisnis. Pilihan bisnis Bebek dan Sambal inilah yang ingin ditekuninya.Sudah pernah membuka 2 restoran di Pasar Santa dan Tendean, tetapi tutup karena faktor sdm. Namun itu tidak membuatnya menyerah. Kini fokus pada usaha kuliner bebek dan sambal. Semangat yang patut ditiru. Pesannya, jika ingin bisnis dijalani saja dan dinikmati prosesnya. Terus berpromosi dan pertahankan kualitas prodaknya. Seperti BebekBox ini yang sudah memiliki sertifikasi halal, pirt dan barkot. Sehingga resmi terdaftar dan terjamin kualitasnya. Untuk sambal Hj. Lina sudah dijual di House Of Indonesia di Jerman. Baru-baru ini mengikuti China Asean Expo di kota Nanning China. Alhamdulillah, semua prodak yang dibawa ke expo itu sold out. Hebat ya...

Sambal Hj Lina sudah sering dibawa ke luar negeri sebagai oleh-oleh. Sambal yang khas dengan 4 varian rasa. Yaitu original, extra pedas, ikan tuna dan bebek. Sambal bebek ini hanya ada satu-satunya di Indonesia. Itulah kelebihan Ibu Lina selalu berinovasi dan sangat kreatif. 





Siapa siih yang tidak suka sambal? hampir semua orang Indonesia suka sambal. Malahan ada yang merasa kurang nikmatnya jika makan tanpa sambal. Yang suka pedas, yang ingin pedasnya sedang atau yang memilih rasa sambal yang beda, tinggal pilih variannya. Sambal membuat makan jadi lebih nikmat. Sambal adalah warisan kuliner budaya kita yang wajib kita lestarikan. Mungkin itulah salah satu alasan Ibu Lina berbisnis ini. Selain itu juga ingin mengenalkan kuliner ini ke mancanegara. Semua yang sudah mencobanya pasti suka. 


Bagi ibu rumah tangga seperti saya yang terkadang repot dengan berbagai kegiatan di luar rumah, adanya kuliner praktis seperti ini sungguh sangat terbantu. BebekBox yang sudah dikemas dan sambal yang tinggal disantap. Menjadi pilihan yang tepat untuk tetap bisa menghidangkan makanan yang membuat semua keluarga senang. Menikmati makan bersama keluarga adalah saat yang bisa mendekatkan satu sama lain, menjalin tali batin. Ataupun jika kita punya acara arisan, pertemuan, rapat, ulang tahun, pesta atau acara lainnya. BebekBox dan sambal ini akan menjadi hidangan spesial. Selain itu, di tengah gempuran berbagai kuliner asing, rasanya menjadi kewajiban kita semua untuk turut melesatarikan warisan kuliner Indonesia. Sebagai salah satu warisan budaya. Indonesa yang kaya akan rempah. Jadi jangan ragu ya, pesan sekarang juga.....

catatan:
*BebekBox Rp.125.000/ekor/box
*Sambal orginal dan extra pedas Rp.30.000
*Sambal ikan tuna Rp.35.000
*Sambal Bebek Rp.40.000
Harga tidak termasuk ongkir








Kamis, 15 September 2016

Tak Sengaja Menjadi Wirausaha di Usia yang Tak Lagi Muda....


Dulu saya adalah Dosen aktif yang mengajar di beberapa kampus dan menjadi Dosen tetap di sebuah kampus. Saya mengajar sejak tahun 1991, sudah lama sekali ya. Profesi  ini sudah saya geluti lebih dari 20 tahun.

Di sela waktu mengajar saya meluangkan waktu untuk hobi saya yaitu membaca dan menulis. Banyak cerpen saya dimuat di media dan beberapa buku terbit untuk kalangan kampus.

Tak sengaja di tahun 2011 saya berkenalan dengan beberapa penulis lalu mulai aktif menulis. Lalu setelah itu menyadari  jika minat membaca dan menulis di negara kita ini minim sekali. Jauh tertinggal bahkan dengan negara Asia.

Orang belum menjadikan membaca sebagai sebuah kebutuhan dan menulis belum menjadi kebiasaan. Padahal kita tahu buku adalah jendela dunia dan menulis sungguh luar biasa manfaatnya. Bahkan bisa untuk promosi diri dan usaha.

Menulis membagi ilmu, menyebarkan inspirasi dan menebar banyak manfaat. Manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan orang banyak.

Dengan motivasi ingin mengajak orang suka membaca dan bisa menulis, tahun 2013 saya memutuskan pensiun dini dari profesi dosen. Lalu terjun bebas ke dunia buku. Menebar gemar membaca dan suka menulis.

Beruntung bidang saya adalah sastra, dunia yang sangat dekat dengan membaca dan menulis. Berbekal pengalaman sebagai dosen sastra, saya memulai profesi sebagai mentor menulis.

Saya mendirikan komunitas Women Script Community, yang membernya terus berkembang. Lewat komunitas saya sering memberikan pelatihan gratis untuk semua member. Dengan  tujuan mendorong minat membaca dan menulis. Alhamdulillah, membernya terus bertambah. Walau saya sangat selektif menerima member yang bergabung. Agar terbebas dari hal yang negatif.



Programnya ada setiap hari secara online, bisa diikuti dimana saja. Saya ingin para ibu membeli buku seperti mereka membeli beras atau susu. Kebutuhan nutrisi otak dan hati untuk anak-anaknya. Juga untuk dirinya.

Kemuadian saya mendirikan Writing Training Center, sebuah lembaga yang khusus memberikan pelatihan berbayar. Karena dengan program ini, setiap orang bisa belajar dengan serius.  Pelatihan online atau offline. Saya juga membuka privat mentoring, yaitu program pelatihan menulis hingga bisa menulis dan sampai siap terbit naskahnya. Alhamdulillah, sudah puluhan pesertanya dan sudah berkembang sebagai penulis.



Saya juga membuat program ekskul menulis. Program ini saya tawarkan ke sekolah-sekolah, Alhamdulillah sudah beberapa sekolah bergabung yaitu : High Scope Simatupang, Nurul Fikri Depok, Dian Didaktika Cinere, Al Azhar Pusat Sisingamangaraja, Daar El Salam Cibubur, Global Islamic School  Tangerang.

Saya didik penulis untuk bisa mengajar, kini sudah ada 17 penulis yang bergabung sebagai trainer dan mengajar di sekolah-sekolah tersebut.

Tidak cukup dengan itu, saya mendirikan Writerpreneur Club. Wadah bagi penulis yang ingin menjadi Writerpreneur. Memperoleh penghasilan dari menulis. Di sini setiap penulis dibantu untuk self publishing, menerbitkan karyanya sendiri. Dengan biaya sendiri dan dibantu promosi. Tidak dipungut biaya apa-apa dan tidak ada potongan apa-apa. Penulis hanya mengeluarkan biaya pra cetak(editing, lay out dan cover) dan biaya cetak. Semua hasil penjualan untuk penulis semua. Saya bantu branding dan promosi. Bahkan mengadakan pameran dan launching yang bisa diikuti dengan gratis, karena saya gandeng pihak ketiga yang bisa mendapatkan tempat secara gratis.  Event ini saya berikan nama: Pesta Buku. Alhamdulillah, telah dua kali berlangsung yaitu bulan Desember 2015 dan bulan Juni 2016. Telah 20 buku yang terbit lewat Writerpreneur Club.  Ada yang beredar di Toko Buku Gramedia dan ada yang dijual secara online.  Alhamdulillah, hasil penjualannya bagus semua. Beberapa buku bahkan sudah sold out, termasuk buku solo saya.




Impian saya masih banyak,

Bisa lebih sering mengadakan pelatihan offline
Bisa menerima lebih banyak peserta privat mentoring
Bisa lebih banyak sekolah yang bergabung untuk ekskul menulis
Bisa mengajak lebih banyak penulis untuk menjadi trainer
Bisa lebih banyak orang menerbitkan buku sendiri
Bisa lebih banyak membantu buku beredar lebih luas
Bisa memiliki mitra dalam bidang pelatihan dan penerbitan. Ingin bisa mengandeng pihak sponsorship untuk mebantu penulis yang tidak punya dana tapi punya naskah bagus untuk bisa terbit.
Bisa kerjasama dengan pemerintah untuk mendorong minat membaca dan menulis lebih luas.
Ingin punya lembaga yang bisa berjalan secara profesional.
Ingin bisa secara berkala menyelenggarakan pameran buku skala nasional.
Karena itu saya berharap dengan mengikuti IWPC ini, saya bisa mewujudkan impian saya. Saya ingin lebih bisa menebarkan semua program ini ke lebih banyak orang. Setiap orang bisa menulis dan gemar membaca.

Saya ingin memiliki mitra yang bisa membantu penulis yang punya karya bagus tetapi tidak punya dana untuk menerbitkan bukunya. Solusinya bisa dengan program bagi hasil.

Dan,

Orang tua membelikan buku sama seperti membelikan makanan, pakaian atau mainan untuk anak-anaknya.

Para ibu membeli buku sama dengan seperti mereka membeli pakaian dan lainnya.

Dan banyak penulis yang lahir, menebarkan ilmu dan inspirasi lewat bukunya.


Semoga, Aamiin…