Jumat, 15 Juli 2016

Berbagi pengalaman: menjadi pembicara di Pasca Sarjana Universitas Sahid tentang Menyiapkan naskah terbit.


Akhir Februari 2016 lalu, saya diminta menjadi pembicara di acara Seminar Pasca Sarjana Universitas Sahid. Topik yang diminta adalah tentang menyiapkan naskah terbit. Sementara tema dari seminar itu sendiri adalah wisata usaha dan industri kreatif. Menurut saya tepat sekali kaitannya karena buku sebetulnya adalah bagian dari industri kreatif. Buku adalah hasil kreatifitas penulis, namun bukan hanya penulis sendiri. Ada banyak hal yang membantu penulis untuk bisa membuat bukunya dikemas cantik dan sampai pada pembaca. Berikut beberapa hal yang saya sampaikan di seminar tersebut...

Pada intinya setiap orang bisa menulis, punya sesuatu untuk dituliskan dan punya kesempatan untuk bisa memiliki buku solo. Sebuah buku solo tentu sangat berarti bagi setiap orang, merupakan pencapaian dan kebanggaan tersendiri bisa menerbitkan sebuah buku. Pertanyaannya seringkali orang tidak tahu mau menulis apa ya? padahal bisa jadi keinginan untuk punya buku terselip di dasar hati. Selain itu tentu sangat bahagia bisa memberi manfaat bagi banyak orang melalui buku kita. Seringkali saya mndengar ada yang mengatakan, pengen deh bisa punya satu buku saja seumur hidup walaupun nanti bisa jadi ketagihan. Karena biasanya jika sudah punya satu buku, keinginan untuk menulis lagi dan lagi, tumbuh dengan besarnya. Nukmatnya memang luar biasa.


Berikut beberapa hal yang saya sampaikan di seminar tersebut secara singkat ya...

Hal pertama adalah mulailah mencari ide dari diri sendiri, punya pengalaman apa, pengetahuan apa dan pengamatan apa tentang sesuatu. Karena berdasarkan pengalaman, pengetahuan dan pengamatan itu justru ide yang timbul bisa banyak sekali. Nah, dari sekian hal yang kita temukan, ambil satu ide yang paling kita kuasai atau kita minati. Mulailah mencari tahu tentang hal itu, dengan membaca banyak buku referensi. Dari situ akan berkembang lebih dalam hingga bisa mulai kita buatkan outlinenya. 

Langkah selanjutnya adalah dengan menuliskannya. Jika mampu dilakukan sendiri boleh saja, tetapi jika membutuhkan bantuan bisa mengikuti program saya. Dari mulai konsultasi hingga privat mentoring. Alhamdulilah, sudah 20 buku solo terbit dari yang mengikuti program saya. Jika ingin menulis sendiri tentu boleh saja, tuangkan dulu semua hal sesuai dengan outline yang dibuat. Setelah itu baca ulang dan revisi. Self editing adalah sebuah keharusan untuk meyakinkan diri jika tulisan kita bagus. Jika membutuhkan bantuan kita bisa mencari first reader, editor atau proofread. Banyak freelancer berpengalaman yang siap membantu memoles sebuah naskah menjadi cantik. 

Satu hal yang jangan pernah dilupakan, jika kita ingin buku kita laris dan diminati pembaca. Pastikan kita menulis sesuatu yang berbeda dan menarik. Sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan. Sebuah buku selain ada unsur menghibur juga harus mendidik. Ada sesuatu yang bisa memberi manfaat bagi pembacanya. Jangan kuatir jika ide yang kita miliki sudah banyak ditulis orang, masih banyak celah untuk membuatnya bisa tampil beda dan menarik. Salah satunya dengan menggunakan sudut pandang yang beda atau dengan menggabungkan beberapa hal dalam satu kemasan. Bisa juga mencampur dengan beberapa ragam genre. Ibaratnya mengolah resep masakan, kita bisa memberikan sentuhan yang beda. 

Peserta seminar


Jika naskah sudah siap kita bisa memilih penerbit yang tepat. Seringkali sebuah naskah ditolak bukan karena naskah kita jelek tetapi kita mengirim ke penerbit yang tidak tepat. Penerbit tetap mengutamakan bisnisnya, dalam bisnisnya mereka punya visi, misi, target pembaca dan tujuan yang beda. Pelajari dulu penerbitnya, hingga kita bisa memilih penerbit yang tepat. Dengan begitu peluang naskah kita diterbitkan lebih besar. Hanya jika ke penerbit mayor kita harus bersabar menunggu terbitnya, karena biasanya antrian terbit cukup panjang. Sekitar 6 bulan hingga 2.5 tahun. Lama ya, tetapi sabar saja. Karena jika sudah terbit, waktu menunggu itu menjadi tidak berarti. Namun, jangan fokus pada naskah yang sudah kita kirim. Fokus saja pada berkarya lagi. Beberapa naskah saya juga masih menunggu terbit. 

Dan jika ingin menerbitkan sendiri, kita juga bisa mencoba self publishing. Kebetulan saya juga mendirikan Writerpreneur Club, tempat bagi saya dan penulis lain yang bergabung menerbitkan sendiri bukunya. Layanannya sudah lengkap, mulai dari editing, lay out, desain cover hingga cetak. Bonusnya dibuatkan launching dan dibantu promosi. Tenang, tidak ada biaya apa-apa. Bahkan semua hasil penjualan untuk penulis semua. Penulis hanya mengeluarkan biaya pra cetak dan cetak. 

Semua berpulang pada diri kita sendiri, mau menempuh jalan apa. Bebas memilih. Namun jika keinginan itu ada, mulailah mewujudkannya. Waktu berjalan terus lho...

Begitulah yang saya sampaikan dalam seminar itu, semoga manfaat ya.
Singkat dan padat ya, saat seminar tentu materi lebih detil dan ada diskusi. Insya Allah, nanti saya tulis dalam artikel yang berbeda ya.














8 komentar:

  1. Dari dulu saya ingin menulis sebuah buku, tapi belum bertindak sampai sekarang. Tips Bu Dika bermanfaat sekali buat saya...

    BalasHapus
  2. Dari dulu saya ingin menulis sebuah buku, tapi belum bertindak sampai sekarang. Tips Bu Dika bermanfaat sekali buat saya...

    BalasHapus
  3. aih, jadi kangen dunia perbukuan
    nice sharing, mba

    BalasHapus
  4. Waaah pengin dong datang ke acaranya.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan terima kasih ya sudah meninggalkan komennya Salam hangat.
deka