Jumat, 15 Januari 2016

Berbagi Pengalaman : Menjadi 10 Besar Womanpreneur Award 2015 (Des 2015) dan Kiat Memulai Bisnis.

10 Besar Womanpreneur Award 2015



Saat diminta mengirimkan profile bisnis Writing Training Center, tak terlintas sedikit pun bisa masuk 10 besar dalam ajang kompetisi bergengsi ini. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Woman Preneur Community dengan 12 ribu anggota pelaku bisnis perempuan di seluruh Indonesia.  Dengan dukungan dari salah satu jaringan retail besar yaitu Alfa midi  dan Koran Sindo. Saya bahkan menyiapkan profil bisnis dalam waktu beberapa jam saja. Karena saya tahu, banyak anggota komunitas UKM ini yang memiliki bisnis yang sudah berkembang dengan luar biasanya. Bahkan sudah merambah ke luar negeri. Pelaku UKM perempuan yang pantas diperhitungkan.

Saat mendapat telpon dari panitia untuk memastikan kehadiran saya di acara Grand Final, masih tak terlintas. Saya hanya heran saja, kok ditelpon. Niat saya hadir untuk belajar dan meluaskan jaringan. Saya pun tak menyiapkan apa-apa, meski saya tahu jika nanti finalis harus mempresentasikan bisnisnya di hadapan dewan juri. Karena rasanya apalah saya ini di dunia UKM, yang saya jalankan baru seujung jari. 

Saya datang ke acara itu hanya membawa beberapa buku untuk didisplay, karena panitia menyediakan meja untuk memamerkan prodak setiap peserta. Saya juga membawa brosur sederhana. Dengan langkah ringan tanpa beban saya hadir di sana. Sampai di sana, peserta sudah ramai. Saya pun sibuk berkenalan dan berfoto.  Rasanya senang berada di tengah pelaku UKM perempuan yang luar biasa. 



Setalah acara berlangsung, para peserta diminta naik ke atas panggung dan akan diumumkan 10 besar. Hati saya masih ringan, karena melihat prodak semua peserta yang rasanya sulit tersaingi. Maka ketika nama saya disebut sebagai salah satu yang masuk menjadi 10 besar. Alangkah kagetnya, Sungguh tak menyangka. Karena saya merasa masih belum apa-apa. Hati rasanya bangga dan bahagia. Ini Suntikan semangat yang luar biasa. Maka tanpa persiapan, saya mencoba mempresentasikan diri di hadapan Dewan Juri yang tidak main-main. Mereka adalah GM Alfa Midi, VP Koran Sindo, Konsultan bisnis yang juga founder WPC dan dari UKM pemerintah. Nama-nama yang cukup membuat gemetar he he he 



Yang saya lakukan hanya menceritakan semua apa adanya. Pelatihan menulis yang saya jalankan sejak tahun 2013, baik secara online maupun offline. Saat ini sudah banyak penulis yang tergabung sebagai trainer. Sudah kerjasama dengan beberapa sekolah untuk menyelenggarakan ekskul menulis. Terkadang diminta berbagai  lembaga untuk memberikan pelatihan. Yang terjauh pernah berbagi tentang menulis  di Johor Bahru, Malaysia dan memberikan pelatihan menulis  di Prince of Songkla University, Thailand. Ekskul menulis di sekolah-sekolah berkembang pesat dengan ratusan siswa. peserta pelatihan online diikuti tidak hanya dari seluruh Indonesia tetapi juga banyak dari luar negeri. Kami sudah punya sap silabus yang terukur, modul materi, dan buku-buku yang terbit. 

Rasanya siih, masih jauh dari sempurna. Karena saya masih menjalankan semuanya dengan cara sederhana. Jauh dari profesionalitas sebuah usaha. Karena apa yang saya jalankan lebih pada karena saya menyukainya,  Sesuatu yang dimulai dari hobby. Jadi saat ditanya hitung-hitungan omset dan profit, saya masih bengong ha ha ha ha.... Walaupun semua yang terlibat dalam Writing Training Center sudah mendapatkan keuntungan materi yang lumayan. Saya sudah mampu membayar honor trainer yang mengajar di sekolah-sekolah atau yang saya ajak terlibat dalam berbagai event. Penulis yang bukunya terbit pun sudah mendapatkan keuntungan materi dari bukunya. Hanya semua belum tercatat rapi. Masih pakai ala IRT he he he 

Sudah bisa ditebak? kalau saya tidak menang. Tidak menjadi juara 1,2,3. Karena mereka yang juara itu memang yang sudah menjalankan usahanya secara lebih profesional. Saya sendiri sudah merasa sangat terhormat bisa berada di tengah mereka sebagai 10 besar. Sebuah pengalaman yang luar biasa di penghujung tahun. 

Dari semua itu, saya mendapatkan banyak tambahan ilmu. Karena Dewan Juri pun membagikan berbagai ilmunya di sesi workshop. Tentang menjalankan usaha dengan lebih baik. Satu hal yang pasti, saya jadi merasa yakin sekali jika apa yang saya jalankan ini menjanjikan di masa yang akan datang. walau sebetulnya saya lebih mengejar kepuasan batin karena bisa memberi manfaat pada banyak orang. Kebahagiaan bisa membuat lebih banyak lagi orang merasa bahagia. Itu sudah luar biasa bagi saya. 

Dari sini saya baru yakin jika usaha dibidang kreatif dan jasa itu bisa berkembang. 

Dari pengalaman di atas saya mau berbagi sedikit kiat untuk memulai bisnis :

  1. Sebuah usaha yang dimulai dari hobby akan lebih cepat berkembang. Mengapa? karena  kita jalankan semua dengan rasa bahagia. Tanpa terlalu takut dengan resiko. Jika ada resiko terburuk, kita siap menghadapinya dengan senyuman dan menjadikannya pelajaran berharga. Jadi carilah apa yang kamu sukai,  lalu mulailah mencari jalan untuk menjadikan sebagai semua usaha. karena kamu jalankan dengan sepenuh cinta.
  2. Jangan hanya memikirkan keuntungan materi semata. Bisa stress he he he tapi dengan memikirkan keuntungan batiniah, kamu akan dapat keuntungan  materi. Banyak rezeki datang tanpa disangka. 
  3. Mulialah membuat program yang jelas dan terukur. Lalu jalankan satu persatu. Fokus pada program itu penting. Hingga kita bisa lebih jelas menjalankannya. Buat rencana kerja dan target meskipun bukan harga mati tetapi bisa dijadikan pegangan.
  4. Buat rencana promosi hingga usaha bisa terus berkembang. Gunakan berbagai alat yang tidak membutuhkan banyak biaya.
  5. Kunci utamanya hanya : dimulai, dijalankan lalu dibangun. jadi jika memang ingin bergerak di sebuah bidang, mulai saja, tidak perlu banyak mikir. Jalankan lalu kembangkan.
Saya pribadi sebetulnya pada awalnya tidak pernah terpikir untuk punya usaha di bidang ini, Semua berjalan begitu saya.  Berawal hanya karena saya suka menulis dan mencintai dunia mengajar. Sejak kuliah saya sudah mengajar les privat dan setelah lulus menjadi dosen sastra sejak tahun 1990. Jadi itulah modal saya hanya suka dan cinta.

Dan ,saya mulai dengan Bismillah...

Yuuk, yang mau mulai jangan takut dan ragu.
















4 komentar:

  1. Sukses dengan bisnisnya, mba. Saya juga ingin memulai usaha menulis tapi belum terlaksana hingga kini. Lebih seringnya menjadi pembicara apabila ada undangan saja. Salam kenal, mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Smg suatu saat nanti bisa ya. Aamiin. Salam kenal juga ...

      Hapus
  2. Penulis, dosen, founder ekskul menulis di sekolah2, sampai thailand pula. Ckckckckckck. Gitu disebut "hanya seujung jari". Ya ampyuun, trus aku ni apa mbaak? Nol kom nol nol sekian dari ujung jari. Hehehehe. Semangat terus ya mbak. Insya Allaah jd org yg bermanfaat krn menginspirasi saya. Hehehe. Terima kasiih
    Www.osengsoun.com

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan terima kasih ya sudah meninggalkan komennya Salam hangat.
deka