Rabu, 20 Januari 2016

Menulis itu Mudah


Menulis itu mudah.

Setiap orang bisa menulis dan punya sesuatu untuk dituliskan.

Yang sulit adalah kemauan untuk belajar, berlatih dan berproses.

Butuh kemauan untuk bisa mewujudkannya.

Jadi apa kamu siap?




Menulis itu mudah.

Saat ini dunia menulis sudah mulai bergairah, rasanya senang sekali. Banyak media yang memudahkannya juga. Setiap orang bisa menulis status di fb, menulis note di fb, menulis di blog, dan media online lainnya.  Dan, makin banyak yang mau menjadi penulis. Hanya sedikit yang mau belajar untuk betul-betul bisa menulis dengan baik.

Pernah membaca komentar jika menulis hanya untuk kesenangan diri, memuaskan diri dan menjadi catatan pribadi. Boleh saja. Walau jika memang seperti itu tentu cukup simpan saja sebagai koleksi pribadi jadi hanya diri sendiri yang membaca. Namun, manakala kita sudah mempublikasikannya ke media terbuka tentu saja ada pembaca di sana. Yang akan membaca tulisan kita. 

Secara tidak langsung penulis punya tangung jawab terhadap pembacanya. Tangung jawab terhadap tulisannya. Karena itu dalam dunia menulis kita mengenal jika tulisan yang baik adalah yang mendidik dan menghibur. Mendidik artinya tulisan itu tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tetapi bermanfaat juga untuk pembacanya. Ada makna dalam tulisan kita, ada hikmah yang bisa diambil dan ada pesan yang mau kita sampaikan. Menghibur artinya  pembaca menikmati tulisan kita, jadi berusahalah untuk bisa menulis dengan baik. Agar mampu menghadirkan kalimat yang enak untuk dinikmati.

Jadi jika memang ingin bisa menjadi penulis apa saja, harus ada kemauan untuk terus belajar, berlatih dan berproses. Makin kita rajin belajar, kita akan mampu meningkatkan kwalitas tulisan kita. Makin kita berlatih maka makin baik tulisan kita, makin kita terus menjalaninya maka kita akan berproses menjadi penulis yang dihargai. Kita akan memiliki pembaca yang menikmati tulisan kita atau bahkan bisa jadi menunggu tulisan kita.

Jadi pastikan kita mau belajar, berlatih dan berproses. Karena tanpa itu, kita akan ditinggalkan pembaca kita. Hingga kelak tulisan kita hanya akan kita nikmati sendiri saja.  Dan, jika kita mampu meningkatkan diri tentu itu akan memberi kepuasan batin pada diri kita. Coba teliti, apakah tulisan kita makin baik? atau justru sebaliknya.

Cara yang paling sederhana untuk mulai belajar menulis adalah dengan banyak membaca. Karena apa yang kita baca akan memperkaya wawasan kita. Secara tidak langsung kita akan mampu menganalisa sesuatu hal dengan lebih dalam. Karena apa yang kita baca tidak akan hilang tetapi akan tersimpan dalam alam bawah sadar kita. Bedanya penulis yang suka membaca dengan yang tidak, akan terlihat dari tulisannya. Mereka yang tidak suka membaca, tulisannya akan dangkal, kering dan hanya menulis sesuatu di permukaan saja. Sementara mereka yang suka membaca, tulisannya akan terasa mengena, analisanya dalam dan mampu memberikan pemikiran berbeda tentang sesuatu hal. Jadi banyaklah membaca buku.

Penulis yang mau berlatih biasanya selalu melakukan riset sebelum menulis. Meski hanya riset sederhana. Misalnya dengan mencari tulisan yang pernah menulis hal yang sama dengan tulisannya, untuk perbandingan. Atau mencari referensi berkaitan dengan apa yang ditulisnya. Sementara yang tidak mau berlatih, dia akan asal menulis saja. 

Penulis yang mau berproses adalah yang tak pernah berhenti belajar dan berlatih. Yang tidak pernah puas dengan hasil tulisannya. Terus meningkatkan diri sampai waktu yang tidak terbatas. Karena makin baik tulisannya, justru makin haus mengejar ilmu. Makin ingin terus meningkatkan diri. 

Jadi apa kamu siap?

Jika ya, peganglah ketiga hal tersebut : belajar, berlatih dan berproses.

Selamat menulis. 

https://web.facebook.com/Writing-Training-Center-118940281608370/?ref=bookmarkshttps://web.facebook.com/Writing-Training-Center-118940281608370/?ref=bookmarks







Jumat, 15 Januari 2016

Berbagi Pengalaman : Menjadi 10 Besar Womanpreneur Award 2015 (Des 2015) dan Kiat Memulai Bisnis.

10 Besar Womanpreneur Award 2015



Saat diminta mengirimkan profile bisnis Writing Training Center, tak terlintas sedikit pun bisa masuk 10 besar dalam ajang kompetisi bergengsi ini. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Woman Preneur Community dengan 12 ribu anggota pelaku bisnis perempuan di seluruh Indonesia.  Dengan dukungan dari salah satu jaringan retail besar yaitu Alfa midi  dan Koran Sindo. Saya bahkan menyiapkan profil bisnis dalam waktu beberapa jam saja. Karena saya tahu, banyak anggota komunitas UKM ini yang memiliki bisnis yang sudah berkembang dengan luar biasanya. Bahkan sudah merambah ke luar negeri. Pelaku UKM perempuan yang pantas diperhitungkan.

Saat mendapat telpon dari panitia untuk memastikan kehadiran saya di acara Grand Final, masih tak terlintas. Saya hanya heran saja, kok ditelpon. Niat saya hadir untuk belajar dan meluaskan jaringan. Saya pun tak menyiapkan apa-apa, meski saya tahu jika nanti finalis harus mempresentasikan bisnisnya di hadapan dewan juri. Karena rasanya apalah saya ini di dunia UKM, yang saya jalankan baru seujung jari. 

Saya datang ke acara itu hanya membawa beberapa buku untuk didisplay, karena panitia menyediakan meja untuk memamerkan prodak setiap peserta. Saya juga membawa brosur sederhana. Dengan langkah ringan tanpa beban saya hadir di sana. Sampai di sana, peserta sudah ramai. Saya pun sibuk berkenalan dan berfoto.  Rasanya senang berada di tengah pelaku UKM perempuan yang luar biasa. 



Setalah acara berlangsung, para peserta diminta naik ke atas panggung dan akan diumumkan 10 besar. Hati saya masih ringan, karena melihat prodak semua peserta yang rasanya sulit tersaingi. Maka ketika nama saya disebut sebagai salah satu yang masuk menjadi 10 besar. Alangkah kagetnya, Sungguh tak menyangka. Karena saya merasa masih belum apa-apa. Hati rasanya bangga dan bahagia. Ini Suntikan semangat yang luar biasa. Maka tanpa persiapan, saya mencoba mempresentasikan diri di hadapan Dewan Juri yang tidak main-main. Mereka adalah GM Alfa Midi, VP Koran Sindo, Konsultan bisnis yang juga founder WPC dan dari UKM pemerintah. Nama-nama yang cukup membuat gemetar he he he 



Yang saya lakukan hanya menceritakan semua apa adanya. Pelatihan menulis yang saya jalankan sejak tahun 2013, baik secara online maupun offline. Saat ini sudah banyak penulis yang tergabung sebagai trainer. Sudah kerjasama dengan beberapa sekolah untuk menyelenggarakan ekskul menulis. Terkadang diminta berbagai  lembaga untuk memberikan pelatihan. Yang terjauh pernah berbagi tentang menulis  di Johor Bahru, Malaysia dan memberikan pelatihan menulis  di Prince of Songkla University, Thailand. Ekskul menulis di sekolah-sekolah berkembang pesat dengan ratusan siswa. peserta pelatihan online diikuti tidak hanya dari seluruh Indonesia tetapi juga banyak dari luar negeri. Kami sudah punya sap silabus yang terukur, modul materi, dan buku-buku yang terbit. 

Rasanya siih, masih jauh dari sempurna. Karena saya masih menjalankan semuanya dengan cara sederhana. Jauh dari profesionalitas sebuah usaha. Karena apa yang saya jalankan lebih pada karena saya menyukainya,  Sesuatu yang dimulai dari hobby. Jadi saat ditanya hitung-hitungan omset dan profit, saya masih bengong ha ha ha ha.... Walaupun semua yang terlibat dalam Writing Training Center sudah mendapatkan keuntungan materi yang lumayan. Saya sudah mampu membayar honor trainer yang mengajar di sekolah-sekolah atau yang saya ajak terlibat dalam berbagai event. Penulis yang bukunya terbit pun sudah mendapatkan keuntungan materi dari bukunya. Hanya semua belum tercatat rapi. Masih pakai ala IRT he he he 

Sudah bisa ditebak? kalau saya tidak menang. Tidak menjadi juara 1,2,3. Karena mereka yang juara itu memang yang sudah menjalankan usahanya secara lebih profesional. Saya sendiri sudah merasa sangat terhormat bisa berada di tengah mereka sebagai 10 besar. Sebuah pengalaman yang luar biasa di penghujung tahun. 

Dari semua itu, saya mendapatkan banyak tambahan ilmu. Karena Dewan Juri pun membagikan berbagai ilmunya di sesi workshop. Tentang menjalankan usaha dengan lebih baik. Satu hal yang pasti, saya jadi merasa yakin sekali jika apa yang saya jalankan ini menjanjikan di masa yang akan datang. walau sebetulnya saya lebih mengejar kepuasan batin karena bisa memberi manfaat pada banyak orang. Kebahagiaan bisa membuat lebih banyak lagi orang merasa bahagia. Itu sudah luar biasa bagi saya. 

Dari sini saya baru yakin jika usaha dibidang kreatif dan jasa itu bisa berkembang. 

Dari pengalaman di atas saya mau berbagi sedikit kiat untuk memulai bisnis :

  1. Sebuah usaha yang dimulai dari hobby akan lebih cepat berkembang. Mengapa? karena  kita jalankan semua dengan rasa bahagia. Tanpa terlalu takut dengan resiko. Jika ada resiko terburuk, kita siap menghadapinya dengan senyuman dan menjadikannya pelajaran berharga. Jadi carilah apa yang kamu sukai,  lalu mulailah mencari jalan untuk menjadikan sebagai semua usaha. karena kamu jalankan dengan sepenuh cinta.
  2. Jangan hanya memikirkan keuntungan materi semata. Bisa stress he he he tapi dengan memikirkan keuntungan batiniah, kamu akan dapat keuntungan  materi. Banyak rezeki datang tanpa disangka. 
  3. Mulialah membuat program yang jelas dan terukur. Lalu jalankan satu persatu. Fokus pada program itu penting. Hingga kita bisa lebih jelas menjalankannya. Buat rencana kerja dan target meskipun bukan harga mati tetapi bisa dijadikan pegangan.
  4. Buat rencana promosi hingga usaha bisa terus berkembang. Gunakan berbagai alat yang tidak membutuhkan banyak biaya.
  5. Kunci utamanya hanya : dimulai, dijalankan lalu dibangun. jadi jika memang ingin bergerak di sebuah bidang, mulai saja, tidak perlu banyak mikir. Jalankan lalu kembangkan.
Saya pribadi sebetulnya pada awalnya tidak pernah terpikir untuk punya usaha di bidang ini, Semua berjalan begitu saya.  Berawal hanya karena saya suka menulis dan mencintai dunia mengajar. Sejak kuliah saya sudah mengajar les privat dan setelah lulus menjadi dosen sastra sejak tahun 1990. Jadi itulah modal saya hanya suka dan cinta.

Dan ,saya mulai dengan Bismillah...

Yuuk, yang mau mulai jangan takut dan ragu.
















Beredar di Gramedia, sebuah buku cantik karya Sintha Rosse : Sajakku Berkisah.

Judul : Sajakku Berkisah

Penulis : Sintha Rosse
Penyunting : Deka Amalia
Desainer Cover : Ade Ufi
Ilustrasi : Suci Geulis & Salsabilla
Penerbit : Gaung Persada Press
125 halaman. Rp. 45.000


Alhamdulillah, telah beredar di toko buku Gramedia.

Sudah lama mengenal Rosse, karena telah beberapa kali mengikuti pelatihan menulis online lalu sempat bertemu dalam beberapa event. Saya melihat Rosse sebagai pribadi yang tiada henti ingin belajar dan menyerap ilmu. Ia juga mau mencoba banyak hal. Satu hal yang membedakannya dengan yang lain adalah Rosse ingin menulis karena ia menyukainya atau bahkan karena mencintainya. Ia ingin mengungkapkan banyak hal dengan hatinya. Tidak memikirkan hal yang lain. Semua semata karena ia bahagia melakukannya.

Tak banyak penulis yang berani menulis genre puisi lalu menerbitkannya. Karena semua berpikir buku puisi bukanlah buku yang laku di pasar. Kumpulan puisi tidak seseksi novel. Tapi Rosse berani mendobrak paradigma itu. Ia menulis kumpulan puisi yang kekinian, dengan gaya pop. Sehingga saat membaca buku ini, pembaca tidak sedang merasa membaca puisi yang mendayu-dayu tetapi seolah mendengar Rosse bercerita lewat untaian kata yang indah. Sehingga nuansanya begitu terasa dan membawa pembaca pada suasana yang sulit untuk diabaikan begitu saja. Kehangatan dan mata yang membasah.

Karena itulah Rosse memberi judul buku ini: Sajakku Berkisah. Karena lewat untaian kata, ia ingin mengisahkan banyak hal tentang kehidupan. Dalam kata yang tersirat, Rosse mengupas dengan dalam seluk beluk kehidupan seperti perjuangan, pengorbanan, harapan, cita-cita, keluarga, orang tua dan persahabatan. Semua hal yang tak ada satu pun manusia di muka bumi luput mengalaminya. Rosse menjalinnya dengan dalam dan mengena. Tanpa menggurui, ia memberikan pandangan tentang banyak hal. Yang semuanya penuh makna dan hikmah. Karena ia peroleh dari kisah nyata.

Ada 60 puisi dalam buku ini, diselipi ilustrasi cantik. Saya jamin, pembaca tak akan bosan untuk menyelesaikan membacanya. Karena antara satu puisi dengan puisi lainnya seolah ada benang merah yang mengikat. Yang membuat pembaca tak akan berhenti sampai selesai. 



Buku ini pun menempuh perjalanan yang berliku hingga sampai ke toko buku. Setelah menjalani proses editing yang tak terhitung lalu dua kali mengganti ilustrasinya. Karena ilustrasi pertama kurang pas maka diubah dengan ilustrasi baru. Semua semata demi memenuhi kualifikasi untuk bisa beredar di Gramedia. Karena sebagai toko buku besar dan terpercaya, Gramedia pun tidak sembarangan  menerima buku untuk bisa beredar. Jadi menjalani  proses seleksi yang cukup ketat. Karena itu bisa sampai ke sana adalah sebuah kebanggaan.

Sinopsis : 

Sajakku Berkisah. Ungkapan ide judul buku yang bagi penulis sesuai untuk menggambarkan isi buku ini. Di dalamnya tertuang kumpulan sajak dan puisi yang melukiskan kisah-kisah tentang seluk beluk kehidupan. Seperti perjuangan, perngorbanan, harapan, cita-cita, keluarga, orang tua, persahabatan, dan potret kesenjangan sosial, serta kisah cinta dengan beragam rasa. Secara keseluruhan penulis jadikan satu kesatuan sehingga menjadi alur cerita yang utuh dan saling terkait. 

Dibeli ya kalau ke Gramedia.


Note :
Rosse member Writerprenuer Club.
Sebuah Club yang saya dirikan untuk menjadi media bagi yang mau menjadi penulis. 
Belajar, terbit, promosi dan branding. 












Rabu, 13 Januari 2016

Salam Persahabatan dari Fairuz dalam kumcer anak (beredar di toko buku Gramedia dan Gunung Agung)








Judul : The Lessons Of Friendship
Persahabatan itu Indah
Penulis : Fairuz N.Izzah
Penyunting : Deka Amalia
Desainer Cover : Ade Ufi
Ilustrasi : Fairuz & Lila
Penerbit : Gaung Persada Press
119 halaman. Rp. 38.000


Alhamdulillah, telah beredar di toko buku Gramedia dan Gunung Agung.

Saat diminta Bunda Vifi untuk menjadi mentor menulis bagi Fairuz, saya sungguh merasa senang mendapat kesempatan ini. Karena ketika saya berkenalan dengan Fairuz, saya sudah bisa merasakan kemauan kerasnya untuk belajar menulis. Ia ingin sekali bisa mempunyai karya yang bisa dinikmati pembaca. Kemauan yang menjadi modal dasar untuk mau belajar dengan serius.

Selama belajar ia menyimak semua pelajaran dengan baik, mengerjakan tugas dengan serius dan berlatih menulis tiada henti. Setelah memahami semua pelajaran, ia mengaplikasikannya dengan terus menulis. Terlihat dari kemajuan yang diraihnya. Setiap tugas yang dikerjakan mengalami kemajuan pesat. keseriusan belajar itu penting, karena seringkali orang dewasa pun tidak serius belajarnya. Tidak mengerjakan tugas, menunda dan mengeluh. Itu tidak saya temukan pada Fai. Ia berusaha keras dan menyadari jika saya hanya mentor yang membimbingnya sementara hasil yang diraih itu adalah atas usaha dan kerja kerasnya. Itu sungguh saya hargai, gadis remaja ini sudah bisa memahaminya dengan baik. 

Lalu apa hasilnya?  kumpulan cerpen yang beragam. Ia sudah mampu mengolah ide dengan baik, menentukan tema, mendeskripsikan tokoh dan membuat alur cerita yang variatif. Bagi trainer, kemajuan dan keberhasilan siswa yang dibimbingnya adalah kebahagiaan. Sebaliknya kegagalan siswa yang dibimbingnya adalah kesedihan. Meski trainer berusaha sekuat tenaga namun jika tidak ada usaha dari siswanya, tentu tidak akan menghasilkan apa-apa. Itulah yang saya banggakan dari Fai, dalam waktu 3 bulan, ia menghasilkan belasan cerpen.

Akhirnya dari beberapa cerpen yang memiliki benang merah yang sama, terkumpulah 10 cerpen dengan tema yang sama. Semua bercerita tentang persahabatan. Fai mampu mengolah tema yang sama dengan teknik alur yang berbeda. Inti ceritanya persahabatan tetapi isi ceritanya berbeda. Bagaimana persahabatan itu harusnya terjalin, apa arti sahabat dalam hidup, bagaimana saat salah paham dengan sahabat, bagaimana mengajari sahabat untuk bersikap, Bagaimana rasanya berpisah dengan sahabat saat lulus dari sekolah,  bahkan apa rasanya saat kehilangan sahabat karena sahabat meninggal dunia. Luar biasa ya...

Kumpulan cerpen itu kami terbitkan dalam kumcer yang berjudul : The Lessons of Friendship. Dengan harapan banyak orang bisa belajar dari Fai. Belajar memahami arti belajar, belajar memahami mengatasi keterbatasan, belajar mengerti arti kasih sayang dan persahabatan. Bacalah, saya yakin ini akan membuat mata pembaca berkaca. Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh semua anak.

Alhamdulillah, sambutan pembaca luar biasa. Dalam waktu 1 minggu terjual 140 eks secara online. Dan sold out 250 eks dalam waktu 1 bulan secara online.  Saat ini, buku ini sudah beredar di toko buku Gramedia dan Gunung Agung. Saya senang melihat kebahagiaan dan kebanggaan Fai. Senang dengan rasa percaya diri yang tumbuh dalam dirinya. Apakah Fai berhenti? tidak. Saat ini saya tengah membimbingnya menulis novel berdasarkan kisah nyata tentang dirinya. 

Belajar menulis banyak memberikan manfaat. Menulis bisa menjadi terapi yang baik bagi siapa saja. termasuk bagi Fai yang kebetulan penyandang autis (High Functioning Autism). Saat ini Fai menjalani homeschooling. Kegiatan menulis sungguh sangat membantu Fai. Karena ia menemukan dunia yang mampu memberi arti bagi dirinya.

Launching buku di Blok M Plaza



*Hasil karya salah satu murid menulis privat saya. Belajar dari pemula hingga menghasilkan kumcer. Saat ini tengah menyiapkan novel perdananya. Disiapkan untuk terbit. Fairuz, penulis cilik yang segera bersinar.

Melalui kumpulan cerita ini, Fairuz bercerita mengenai bagaimana persahabatan itu sebaiknya terjalin.
Menulis adalah terapi jiwa yang sangat bagus. Menulis merupakan wadah sebuah pelepasan, pelatihan, dan membuat manusia tidak akan merasa sunyi dan larut dalam kesenyapan. Karena dengan menulis, seorang penulis mampu menyerap fenomena yang ada di sekitarnya dan yang ada dalam dirinya. Menuliskan pemahaman, pengamatan, pemaknaan ditambah dengan imajinasi tentang semesta bukanlah hal yang mudah. Butuh perenungan yang dalam. Fairuz mampu melakukannya dengan bagus. Merekam fenomena sekitarnya dan menuliskannya dengan baik. Sebuah usaha yang patut diapresiasi bagi Fairuz, remaja yang berada di fase-fase energik dan kritis.
-DR. Free Hearty, Penulis dan Dosen
Saat pertama mengenal Fairuz, saya sudah bisa melihat jika Fairuz berbakat menulis. Ia menyerap pelajaran dengan baik dan mengerjakan semua latihan dengan serius. Kemauan dan cita-citanya tinggi, karena itu Fairuz patut mendapat dukungan penuh.
Kumcer ini adalah hasil belajar menulis Fairuz.Dia sudah mampu mendeskripsikan tokoh dengan baik, membedakan tokoh antogonis dan protagonist, menggambarkan latar dengan detail dan menyusun alur dengan baik dari awal hingga akhir cerita. Di setiap cerpennya, Fairuz menyelipkan pesan yang terbaca secara tersirat maupun tersurat akan arti persahabatan yang sejati.
Kumcer ini layak terbit. Pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap cerita yang ada. Juga dari kegigihan Fairuz dalam belajar dan menulis. Meski Fairuz tetap harus terus berlatih menulis agar tulisannya semakin baik.
-Deka Amalia, Writer/Writing Trainer, Founder Women Script Community dan Writing Training Center
Pengalaman masa sekolah dan bermain besama teman merupakan masa yang indah bagi setiap anak dalam masa pertumbuhannya. Teman dapat menjadi bagian dari hidup setiap kita. Teman juga dapat menjadi tempat curahan hati seseorang bila dirinya mengalami kesedihan dan kegembiraan. Fairuz menulis dengan apa adanya sesuai dengan kemampuannya membuat kita ada dalam kehidupannya. Fairuz menulis kisah-kisah pertemanan secara real, seolah hal tersebut menjadi bagian dari pengalamannya berteman dalam kehidupan sehari-hari. Fairuz juga mampu mengembangkan imajinasinya tentang bagaimana berteman dan bagaimana pertemanan itu seharusnya. Melalui kisah-kisah yang ditulis Fairuz, kita dapat bercermin betapa teman bagi setiap kita sangatlah berarti dalam kehidupan dan menjadikan teman sebagai bagian yang mewarnai perjalanan hidup setiap orang.
-Dewi Ariantini Yudhasari, M.Hum, Dosen dan Pengamat Sastra



Selamat ya, Fai.....

Keep on Writing


Note : jangan lupa kalau ke toko buku dibeli ya. 

Menumbuhkan Minat Membaca dan Menulis pada Anak



Ekskul Creative Writing di High Scope


Menumbuhkan minat membaca dan menulis pada anak.


Alhamdulillah, sejak saya mendirikan Writing Training Center di tahun 2013 banyak program berkembang hingga saat ini. Salah satu programnya adalah Ekskul menulis yang kita beri nama : Creative Writing Class. Sudah beberapa sekolah bergabung dan siswa yang ikut ekskul ini terus bertambah setiap semester. Salah satu keunggulannya adalah karena hasil belajar siswa selama 1 semester kita terbitkan, walau baru beredar di intern sekolah, namun tentu itu memberi kebanggaan tersendiri pada anak. Membuat mereka percaya diri dan makin suka menulis. 

Berbekal pengalaman selama itu, saya mau membagikan tips sederhana untuk mulai menumbuhkan minat membaca dan menulis pada anak. Tips ini bisa dilakukan setiap orang tua pada anak-anaknya. Mengapa hal ini menjadi penting?  karena menurut beberapa hasil survey, Indonesia masih masuk urutan dengan minat baca rendah. Sedih ya. Padahal kita  seringkali mendengungkan jika buku adalah jendela ilmu. Ya, mungkin banyak faktor ya, Tetapi saya yakin, jika kita bergerak ke arah yang makin baik. Semoga survey di masa datang bisa bergeser ya. Bangsa kita bisa makin baik dalam segala hal, Amin.

Terlepas dari semua itu. Mari kita mulai dari diri sendiri. Dari keluarga kita, lalu tularkan ke sekitar kita. Untuk mulai menebar minat membaca dan menulis pada anak-anak kita. Semoga ini bisa jadi bola salju yang kelak akan menggerakkan bangsa kita menjadi bangsa yang menyukai membaca dan menulis.

Membaca itu sangat penting karena dengan membaca anak kita bisa belajar banyak hal. Menulis juga sama pentingnya. Belajar menulis bukan hanya sekedar mau berprofesi sebagai penulis.  Tetapi setiap orang memang seharusnya mampu menulis dengan baik. Bisa menulis dengan baik akan berpengaruh positif bagi dunia akademik anak. Saya ingat dulu saat masih aktif menjadi dosen, banyak mahasiswa yang kesulitan menulis paper/makalah. Tentu hal ini karena tidak terbiasa menulis. Bahkan menurut penelitian ilmiah, menulis mampu meningkatkan kecerdasan anak.  Hebat sekali kan.

Ekskul Creative Writing di SDIT Nurul Fikri


Baiklah berikut tips yang bisa kita praktekkan pada anak :

  •  Mulailah dari diri sendiri. Jika orang tua suka membaca dan menulis. Maka anak akan mengikuti secara tidak langsung. Karena anak memperhatikan apa yang kita lakukan. Kenalkan dengan bahasa yang tidak memaksa. Cukup membiarkan ia melihat-lihat dulu. Sampai akhirnya minatnya muncul dengan sendirinya.
  • Baiknya ada pojok buku. Apakah itu perpustakaan mini atau hanya sekedar rak buku. Perlakukan buku dengan baik. Hingga anak melihat jika buku itu berharga, bahkan mungkin lebih berharga dari pajangan yang lainnya. Jangan biarkan buku berserakkan tidak jelas atau bahkan kita simpan dalam dus yang menumpuk. Dengan perlakuan istimewa ini, anak akan melihat jika buku itu berharga.
  • Punya budget khusus setiap bulan untuk membeli buku, lalu sampaikan pada anak jika ia boleh memilih buku yang ia sukai setiap bulan.
  • Ajak anak membaca dan bahas apa yang ia baca. Walau hanya bahasa sederhana, seperti misalnya: kamu suka buku ini? atau bagus ya bukunya? dan pertanyaan sederhana lainnya. Sepertinya sepele ya hanya bertanya, tetapi percayalah ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak.
  • Kemudian mulailah mengajak anak menulis sesuatu. Bisa dimulai dengan bahasa sederhana seperti : kamu juga bisa lho punya buku seperti buku yang kamu baca itu. Lalu biarkan anak mulai menulis tentang buku yang dia baca. Bisa ditulis di selembar kertas. Setelah itu baca hasilnya dan beri pujian, apa pun hasilnya.
  • Mintalah anak menulis tentang dirinya, sekolahnya atau temannya. Cerita-cerita sederhana tantang dunianya. Setelah itu bisa menjadi bahan bahasan antara kita dengan anak. Beri masukan sederhana apa yang dibutuhkan. 
  • Lakukan itu secara rutin, meski misalnya hanya 1 minggu sekali atau bahkan 1 bulan sekali. Tidak masalah. Kegiatan ini bisa menjadi rutinitas yang menyenangkan.
  • Jika mau dikembangkan, bisa terus belajar menulis. Dengan cara paling sederhana yaitu terus menulis.
  • Jika ada, bisa membeli buku tentang menulis atau sekedar brosing dan kenalkan itu pada anak.
  • Jika hal di atas dilakukan terus. Maka otomatis itu akan membuat anak terbiasa menuangkan pikiran dan perasaannya dalam bentuk tulisan.
  • Makin lama tulisannya akan makin baik. Jika mau makin dikembangkan bisa memintanya untuk belajar menulis.
Begitulah tips sederhana tetapi jitu.
Selamat mencoba ya.

Ada Pelatihan Gratis, Sabtu 4 Juni 2016.
Yang belum punya acara bersama anak besok ikutan ini yuuk :
Menulis mencerdaskan dan menumbuhkan kreatifitas.
http://duniadeka14.blogspot.com
Ajak saudara dan kenalan. Datang ya sekalian belajar.
Acara Women Script Community bersama Wajah Bunda Indonesia.
Ikuti
Sabtu 4 Juni : Motivasi menulis untuk anak & berlatih menulis.
Oleh Writing Training Center.
Trainer Deka Amalia, dkk
GRATIS.
Waktu : Pukul 13.00 - 17.00
Tonton Performance siswa ekskul dari SDIT Nurul Fikri, Daar er Salam dan High Scope
Story telling, mini drama & pembacaan puisi.
Tersedia goodie bag untuk anak.
Tempat : South Quarter Dome Jl. RA. Kartini kav 8 TB Simatupang Jakarta Selatan
Salam💟
~deka
Follow ig @deka66
Twitter @dekamr
Blog : duniadeka14.blogspot.com
Daftar via wa 085771673538
Atau inbox :
Fb deka amalia ridwan
Watch "Writerpreneur Club" on YouTube - https://youtu.be/z-Ym1bjcEec
Pesta Buku 1
‪#‎menulis‬ menumbuhkan kreatifitas dan meningkatkan kecerdasan.