Selasa, 19 Mei 2015

Kumcer "The Lessons of Friendship" karena Persahabatan itu Indah





Judul : The Lessons Of Friendship
Persahabatan itu Indah
Penulis : Fairuz N.Izzah
Penyunting : Deka Amalia
Proof Reader : Dewi Yudhasari
Desainer Cover : Ade Ufi
Ilustrasi : Fairuz
Penerbit : Gaung Persada Press
100 halaman. Rp. 40.000



Saat diminta Bunda Vifi untuk menjadi mentor menulis bagi Fairuz, saya sungguh merasa senang mendapat kesempatan ini. Karena ketika saya berkenalan dengan Fairuz, saya sudah bisa merasakan kemauan kerasnya untuk belajar menulis. Ia ingin sekali bisa mempunyai karya yang bisa dinikmati pembaca. Kemauan yang menjadi modal dasar untuk mau belajar dengan serius.

Selama belajar ia menyimak semua pelajaran dengan baik, mengerjakan tugas dengan serius dan berlatih menulis tiada henti. Setelah memahami semua pelajaran, ia mengaplikasikannya dengan terus menulis. Terlihat dari kemajuan yang diraihnya. Setiap tugas yang dikerjakan mengalami kemajuan pesat. keseriusan belajar itu penting, karena seringkali orang dewasa pun tidak serius belajarnya. Tidak mengerjakan tugas, menunda dan mengeluh. Itu tidak saya temukan pada Fai. Ia berusaha keras dan menyadari jika saya hanya mentor yang membimbingnya sementara hasil yang diraih itu adalah atas usaha dan kerja kerasnya. Itu sungguh saya hargai, gadis sekecil ini sudah bisa memahaminya dengan baik. 

Lalu apa hasilnya?  kumpulan cerpen yang beragam. Ia sudah mampu mengolah ide dengan baik, menentukan tema, mendeskripsikan tokoh dan membuat alur cerita yang variatif. Bagi trainer, kemajuan dan keberhasilan siswa yang dibimbingnya adalah kebahagiaan. Sebaliknya kegagalan siswa yang dibimbingnya adalah kesedihan. Meski trainer berusaha sekuat tenaga namun jika tidak ada usaha dari siswanya, tentu tidak akan menghasilkan apa-apa. Itulah yang saya banggakan dari Fai, dalam waktu 3 bulan, ia menghasilkan belasan cerpen.

Akhirnya dari beberapa cerpen yang memiliki benang merah yang sama, terkumpulah 7 cerpen dengan tema yang sama. Semua bercerita tentang persahabatan. Fai mampu mengolah tema yang sama dengan teknik alur yang berbeda. Inti ceritanya persahabatan tetapi isi ceritanya berbeda. Bagaimana persahabatan itu harusnya terjalin, apa arti sahabat dalam hidup, bagaimana saat salah paham dengan sahabat, bagaimana mengajari sahabat untuk bersikap, Bagaimana rasanya berpisah dengan sahabat saat lulus dari sekolah,  bahkan apa rasanya saat kehilangan sahabat karena sahabat meninggal dunia. Luar biasa ya...

Kumpulan cerpen itu kami terbitkan dalam kumcer yang berjudul : The Lessons of Friendship. Dengan harapan banyak orang bisa belajar dari Fai. Belajar memahami arti belajar, belajar memahami mengatasi keterbatasan, belajar mengerti arti kasih sayang dan persahabatan. Bacalah, saya yakin ini akan membuat mata pembaca berkaca. Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh semua anak.

Alhamdulillah, sambutan pembaca luar biasa. Dalam waktu 1 minggu terjual 140 eks secara online. Saat ini, buku ini sedang menunggu proses untuk beredar di toko buku. Saya senang melihat kebahagiaan dan kebanggaan Fai. Senang dengan rasa percaya diri yang tumbuh dalam dirinya. Apakah Fai berhenti? tidak. Saat ini saya tengah membimbingnya menulis novel. Semoga bisa terbit berbarengan dengan novel solo saya juga, Aamiin.

Belajar menulis banyak memberikan manfaat. Menulis bisa menjadi terapi yang baik bagi siapa saja. termasuk bagi Fai yang kebetulan penyandang autis (High Functioning Autism). Saat ini Fai menjalani homeschooling. Kegiatan menulis sungguh sangat membantu Fai. Karena ia menemukan dunia yang mampu memberi arti bagi dirinya.



*Hasil karya salah satu murid menulis privat saya. Belajar dari pemula hingga menghasilkan kumcer. Saat ini tengah menyiapkan novel perdananya. Disiapkan untuk terbit. Fairuz, penulis cilik yang segera bersinar.

Melalui kumpulan cerita ini, Fairuz bercerita mengenai bagaimana persahabatan itu sebaiknya terjalin.
Menulis adalah terapi jiwa yang sangat bagus. Menulis merupakan wadah sebuah pelepasan, pelatihan, dan membuat manusia tidak akan merasa sunyi dan larut dalam kesenyapan. Karena dengan menulis, seorang penulis mampu menyerap fenomena yang ada di sekitarnya dan yang ada dalam dirinya. Menuliskan pemahaman, pengamatan, pemaknaan ditambah dengan imajinasi tentang semesta bukanlah hal yang mudah. Butuh perenungan yang dalam. Fairuz mampu melakukannya dengan bagus. Merekam fenomena sekitarnya dan menuliskannya dengan baik. Sebuah usaha yang patut diapresiasi bagi Fairuz, remaja yang berada di fase-fase energik dan kritis.
-DR. Free Hearty, Penulis dan Dosen
Saat pertama mengenal Fairuz, saya sudah bisa melihat jika Fairuz berbakat menulis. Ia menyerap pelajaran dengan baik dan mengerjakan semua latihan dengan serius. Kemauan dan cita-citanya tinggi, karena itu Fairuz patut mendapat dukungan penuh.
Kumcer ini adalah hasil belajar menulis Fairuz.Dia sudah mampu mendeskripsikan tokoh dengan baik, membedakan tokoh antogonis dan protagonist, menggambarkan latar dengan detail dan menyusun alur dengan baik dari awal hingga akhir cerita. Di setiap cerpennya, Fairuz menyelipkan pesan yang terbaca secara tersirat maupun tersurat akan arti persahabatan yang sejati.
Kumcer ini layak terbit. Pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap cerita yang ada. Juga dari kegigihan Fairuz dalam belajar dan menulis. Meski Fairuz tetap harus terus berlatih menulis agar tulisannya semakin baik.
-Deka Amalia, Writer/Writing Trainer, Founder Women Script Community dan Writing Training Center
Pengalaman masa sekolah dan bermain besama teman merupakan masa yang indah bagi setiap anak dalam masa pertumbuhannya. Teman dapat menjadi bagian dari hidup setiap kita. Teman juga dapat menjadi tempat curahan hati seseorang bila dirinya mengalami kesedihan dan kegembiraan. Fairuz menulis dengan apa adanya sesuai dengan kemampuannya membuat kita ada dalam kehidupannya. Fairuz menulis kisah-kisah pertemanan secara real, seolah hal tersebut menjadi bagian dari pengalamannya berteman dalam kehidupan sehari-hari. Fairuz juga mampu mengembangkan imajinasinya tentang bagaimana berteman dan bagaimana pertemanan itu seharusnya. Melalui kisah-kisah yang ditulis Fairuz, kita dapat bercermin betapa teman bagi setiap kita sangatlah berarti dalam kehidupan dan menjadikan teman sebagai bagian yang mewarnai perjalanan hidup setiap orang.
-Dewi Ariantini Yudhasari, M.Hum, Dosen dan Pengamat Sastra



Selamat ya, Fai.....
Keep on Writing



Selasa, 12 Mei 2015

Apakah Self Branding itu?


*Talk Show di berbagai Radio


Apakah self branding itu? sebuah pertanyaan sederhana namun mungkin masih banyak yang belum memahaminya. Termasuk cara dan tujuannya. Jika dulu branding seringkali membutuhkan bantuan pihak lain kini kita bisa melakukannya sendiri. Yang dibutuhkan adalah memahami dan kemudian mau berproses menjalaninya. Termasuk menjalaninya dengan sepenuh hati dan tidak setengah-setengah. Juga bersabar menjalaninya karena semua membutuhkan proses dan tidak ada kepastiannya. Apakah waktunya cepat atau lama. Mungkin bisa jadi tergantung keberuntungan, ada yang cepat menuai hasil tapi ada juga yang membutuhkan waktu. Padahal sebetulnya bukan hanya faktor keberuntungan tetapi juga strategi jitu. Membutuhkan strategi? itu pasti.

@Republika

Apakah Self Branding itu?
Self branding adalah "marketing yourself"  Jika kita punya tujuan dari sebuah produk atau jasa yang kita jalani. Produk dan jasa tersebut sudah menjadi bisnis yang menghasilkan. Jika produk tentu lebih mudah, lalu bagaimana dengan jasa? jasa yang berkaitan dengan diri kita sendiri. Misalnya sebagai penulis dan blogger yang kita geluti secara profesional dan menghasilkan secara materi. Maka temukan nilai jual pada diri kita. Nilai jual berupa jasa yang bisa kita tawarkan dan kualifikasi yang kita miliki. Kita juga membutuhkan ciri khas yang bisa membedakan kita dengan yang lainnya. Jika itu sudah kita pahami tentu kita bisa mulai membangun image dan mulai menjalaninya. 

Salah satu yang dibutuhkan adalah self improvement. Meningkatkan kualitas diri harus berbarengan dengan membangun image. karena semua berkaitan dengan kualifikasi yang akan menentukan kreatifitas kita. Oleh karena itu penting adanya dengan berbagai cara kita terus meningkatkan kualitas diri kita. Dengan belajar dan terus belajar. Karena apa yang kita pelajari tidak akan ada yang mubazir. Semua akan bermanfaat dalam perjalanan kita. 

Setelah itu yang kita lakukan adalah memahami siapa diri kita? apa tujuan kita? dan apa mimpi kita. Semua harus 1 paket. Kita buat kemasan yang pas dengan apa yang mau kita capai di masa depan. Buat peta diri kemudian buat pemetaan apa yang mau kita lakukan dalam membangun image kita. Sehingga secara perlahan dan pasti kita menjalankan proses tersebut.

Jika kita telah punya peta diri yang jelas maka kita siap bersaing dengan sehat. Tidak kuatir dengan munculnya saingan kita. Jika perlu bersaing maka persaingan itu akan menjadi sehat. Persaingan yang sehat adalah yang saling mendukung. Tidak pelit berbagi ilmu dan tidak kuatir orang lebih hebat dari kita. Mengapa bisa begitu? karena kita punya rasa percaya diri yang kuat. Rasa percaya diri tersebut membuat kita mampu membangun image yang menjadi ciri khas kita sendiri. Ciri khas tersebut yang membedakan kita dengan yang lain. 


@tabloid Wanita Indonesia

Apa gunanya self branding?
Alasan self branding yang paling utama adalah jika kita mau menekuni bidang tertentu secara profesional. Tentu ini menjadi penting dan sangat dibutuhkan jika kita ingin sukses. Di dunia yang makin berkembang pesat dan persaingan yang tidak mudah. Jika kita tidak melakukannya justru kita akan tenggelam dan bisa jadi tersesat. 

Apa gunanya?

  1. A better job. Dengan self branding kita berharap mendapat pekerjaan yang lebih baik, terus menerus dan tidak berhenti. Tidak dapat dipungkiri jika dengan melakukan self branding, kita banyak mendapat pekerjaan.
  2. Better contact. Kita menjalin koneksi dengan banyak orang. Hingga kita dicari. Kalau pada awalnya kita mencari orang maka kelak orang akan mencari kita. Jika pada awalnya kita mencari pekerjaan maka kelak pekerjaan akan berdatangan.
  3. Industry Recognition. Kita dikenal di dunia yang kita geluti. Orang tahu siapa kita dan kapasitas kita. Sehingga kita akan dihargai karena kemampuan yang kita miliki. 
Nah, dengan memahami self branding dan manfaatnya maka kita akan semangat menjalaninya.
Bagaimana caranya? temukan di artikel saya yang berikutnya. Ini masih bersambung.

Salam Semangat.