Kamis, 19 Maret 2015

Belajar dari Fairuz dalam kumcer The Lessons of Friendship.



Judul : The Lessons Of Friendship
Penulis : Fairuz N.Izzah
Penyunting : Deka Amalia
Proof Reader : Dewi Yudhasari
Desainer Cover : Ade Ufi
Ilustrasi : Fairuz
Penerbit : GP Press
140 halaman. Rp. 35.000



Saat diminta Bunda Vifi untuk menjadi mentor menulis bagi Fairuz, saya sungguh merasa senang mendapat kesempatan ini. Karena ketika saya berkenalan dengan Fairuz, saya sudah bisa merasakan kemauan kerasnya untuk belajar menulis. Ia ingin sekali bisa mempunyai karya yang bisa dinikmati pembaca. Kemauan yang menjadi modal dasar untuk mau belajar dengan serius.

Selama belajar ia menyimak semua pelajaran dengan baik, mengerjakan tugas dengan serius dan berlatih menulis tiada henti. Setelah memahami semua pelajaran, ia mengaplikasikannya dengan terus menulis. Terlihat dari kemajuan yang diraihnya. Setiap tugas yang dikerjakan mengalami kemajuan pesat. keseriusan belajar itu penting, karena seringkali orang dewasa pun tidak serius belajarnya. Tidak mengerjakan tugas, menunda dan mengeluh. Itu tidak saya temukan pada Fai. Ia berusaha keras dan menyadari jika saya hanya mentor yang membimbingnya sementara hasil yang diraih itu adalah atas usaha dan kerja kerasnya. Itu sungguh saya hargai, gadis sekecil ini sudah bisa memahaminya dengan baik. 

Lalu apa hasilnya?  kumpulan cerpen yang beragam. Ia sudah mampu mengolah ide dengan baik, menentukan tema, mendeskripsikan tokoh dan membuat alur cerita yang variatif. Bagi trainer, kemajuan dan keberhasilan siswa yang dibimbingnya adalah kebahagiaan. Sebaliknya kegagalan siswa yang dibimbingnya adalah kesedihan. Meski trainer berusaha sekuat tenaga namun jika tidak ada usaha dari siswanya, tentu tidak akan menghasilkan apa-apa. Itulah yang saya banggakan dari Fai, dalam waktu 3 bulan, ia menghasilkan belasan cerpen.

Akhirnya dari beberapa cerpen yang memiliki benang merah yang sama, terkumpulah 7 cerpen dengan tema yang sama. Semua bercerita tentang persahabatan. Fai mampu mengolah tema yang sama dengan teknik alur yang berbeda. Inti ceritanya persahabatan tetapi isi ceritanya berbeda. Bagaimana persahabatan itu harusnya terjalin, apa arti sahabat dalam hidup, bagaimana saat salah paham dengan sahabat, bagaimana mengajari sahabat untuk bersikap, Bagaimana rasanya berpisah dengan sahabat saat lulus dari sekolah,  bahkan apa rasanya saat kehilangan sahabat karena sahabat meninggal dunia. Luar biasa ya...

Kumpulan cerpen itu kami terbitkan dalam kumcer yang berjudul : The Lessons of Friendship. Dengan harapan banyak orang bisa belajar dari Fai. Belajar memahami arti belajar, belajar memahami mengatasi keterbatasan, belajar mengerti arti kasih sayang dan persahabatan. Bacalah, saya yakin ini akan membuat mata pembaca berkaca. Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh semua anak.

Alhamdulillah, sambutan pembaca luar biasa. Dalam waktu 1 minggu terjual 140 eks secara online. Saat ini, buku ini sedang menunggu proses untuk beredar di toko buku. Saya senang melihat kebahagiaan dan kebanggaan Fai. Senang dengan rasa percaya diri yang tumbuh dalam dirinya. Apakah Fai berhenti? tidak. Saat ini saya tengah membimbingnya menulis novel. Semoga bisa terbit berbarengan dengan novel solo saya juga, Aamiin.

Belajar menulis banyak memberikan manfaat. Menulis bisa menjadi terapi yang baik bagi siapa saja. termasuk bagi Fai yang kebetulan penyandang autis (High Functioning Autism). Saat ini Fai menjalani homeschooling. Kegiatan menulis sungguh sangat membantu Fai. Karena ia menemukan dunia yang mampu memberi arti bagi dirinya.



Terbit. Sudah bisa dibeli. Segera beredar di toko buku TM dan BBC. Harga 35rb. Bisa pesan sama saya juga. Hasil karya salah satu murid menulis privat saya. Belajar dari pemula hingga menghasilkan kumcer. Saat ini tengah menyiapkan novel perdananya. Disiapkan utk terbit. Fairuz, penulis cilik yang segera bersinar.
Melalui kumpulan cerita ini, Fairuz bercerita mengenai bagaimana persahabatan itu sebaiknya terjalin.
Menulis adalah terapi jiwa yang sangat bagus. Menulis merupakan wadah sebuah pelepasan, pelatihan, dan membuat manusia tidak akan merasa sunyi dan larut dalam kesenyapan. Karena dengan menulis, seorang penulis mampu menyerap fenomena yang ada di sekitarnya dan yang ada dalam dirinya. Menuliskan pemahaman, pengamatan, pemaknaan ditambah dengan imajinasi tentang semesta bukanlah hal yang mudah. Butuh perenungan yang dalam. Fairuz mampu melakukannya dengan bagus. Merekam fenomena sekitarnya dan menuliskannya dengan baik. Sebuah usaha yang patut diapresiasi bagi Fairuz, remaja yang berada di fase-fase energik dan kritis.
-DR. Free Hearty, Penulis dan Dosen
Saat pertama mengenal Fairuz, saya sudah bisa melihat jika Fairuz berbakat menulis. Ia menyerap pelajaran dengan baik dan mengerjakan semua latihan dengan serius. Kemauan dan cita-citanya tinggi, karena itu Fairuz patut mendapat dukungan penuh.
Kumcer ini adalah hasil belajar menulis Fairuz.Dia sudah mampu mendeskripsikan tokoh dengan baik, membedakan tokoh antogonis dan protagonist, menggambarkan latar dengan detail dan menyusun alur dengan baik dari awal hingga akhir cerita. Di setiap cerpennya, Fairuz menyelipkan pesan yang terbaca secara tersirat maupun tersurat akan arti persahabatan yang sejati.
Kumcer ini layak terbit. Pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap cerita yang ada. Juga dari kegigihan Fairuz dalam belajar dan menulis. Meski Fairuz tetap harus terus berlatih menulis agar tulisannya semakin baik.
-Deka Amalia, Writer/Writing Trainer, Founder Women Script Community dan Writing Training Center
Pengalaman masa sekolah dan bermain besama teman merupakan masa yang indah bagi setiap anak dalam masa pertumbuhannya. Teman dapat menjadi bagian dari hidup setiap kita. Teman juga dapat menjadi tempat curahan hati seseorang bila dirinya mengalami kesedihan dan kegembiraan. Fairuz menulis dengan apa adanya sesuai dengan kemampuannya membuat kita ada dalam kehidupannya. Fairuz menulis kisah-kisah pertemanan secara real, seolah hal tersebut menjadi bagian dari pengalamannya berteman dalam kehidupan sehari-hari. Fairuz juga mampu mengembangkan imajinasinya tentang bagaimana berteman dan bagaimana pertemanan itu seharusnya. Melalui kisah-kisah yang ditulis Fairuz, kita dapat bercermin betapa teman bagi setiap kita sangatlah berarti dalam kehidupan dan menjadikan teman sebagai bagian yang mewarnai perjalanan hidup setiap orang.
-Dewi Ariantini Yudhasari, M.Hum, Dosen dan Pengamat Sastra



Selamat ya, Fai.....
Keep on Writing









4 komentar:

  1. Wahhhh congratulations. Bisa jadi penyemangat untuk yang lain :D

    BalasHapus
  2. yang muda sudah berkarya,,,jadi malu nih yang sudah emak2..salam kenal y mbk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb. Yuuk produktif. Salam kenal juga

      Hapus

Silahkan tinggalkan komentar dan terima kasih ya sudah meninggalkan komennya Salam hangat.
deka