Selasa, 01 Desember 2015

Meningkatkan Kemampuan Menulis

Novel terbaru Deka


#artikelberbagi KEB : Meningkatkan  Kemampuan  Menulis (Artikel)

Oleh : Deka Amalia

Hi Emaks yang kece-kece,
Saat diminta Mak Tanti mengisi #artikel berbagi untuk KEB, agak bingung juga mau berbagi apa ya. Secara emak di sini super semua he he he

Saya adalah pengamat sejati KEB, sering melihat postingan emak semua dan juga membaca beberapa artikel emak, walaupun mungkin nggak selalu komen atau nggak selalu meninggalkan jejak jempol tetapi secara rutin berkunjung secara acak. Jadi semoga apa yang saya bagikan di kesempatan ini bermanfaat ya. Amin.

Setelah riset kecil dengan membuka beberapa file KEB, sepertinya apa yang saya bagikan kali ini belum pernah dibahas ya. Mungkin bisa jadi pernah tetapi saya mecoba menggalinya lebih dalam sehingga semoga Emak semua mendapat sesuatu yang bermanfaat dari diskusi kita kali ini.

Jika ada yang mau menambahkan tentu dengan senang hati, saya persilahkan. Dan, karena bidang yang saya  tekuni saat ini adalah dunia menulis maka saya akan berbagi tentang meningkatkan kemampuan menulis, khususnya artikel yang tentu merupakan ranah blogger.

Baiklah begitu pembukaannya, mari kita mulai bahas.

Menulis
Sesungguhnya semua orang bisa menulis, karena setiap orang dibekali secara alami untuk menuangkan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan. Secara alami setiap anak bisa menulis diari atau surat. Itu adalah bentuk tulisan yang paling sederhana namun membuktikan jika setiap orang bisa menulis. Dengan demikian menulis adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan diasah. Mungkin kadang kita bisa membedakan mana tulisan yang baik dan mana yang tidak dari tampilannya. Mana tulisan yang enak dibaca, dinikmati bahkan diresapi atau mana tulisan yang tidak jelas menulis apa. Karena tulisan bukan benda mati yang sesungguhnya, ia punya nyawa. Punya jiwa yang mampu menularkan sesuatu ke dalam emosi pembacanya. Jadi yakinkan diri jika bisa menulis. Jika dirasa saat ini kemampuan menulis kita masih kurang maka mudah saja, yang dibutuhkan adalah meningkatkan kwalitas tulisan kita.

Sebelum kita membahas bagaimana meningkatkan kemampuan menulis maka tentu kita perlu tahu dulu secara sederhana definisi dari bentuk tulisan yang mau kita tulis. Dunia menulis itu sangat luas, secara sederhana terbagi dalam dua kategori yaitu fiksi (imaginatif) dan non fiksi(non imaginatif) Artikel adalah bentuk tulisan pendek dalam kategori non fiksi. Secara umum, bisa sama cara meningkatkan kemampuan menulis. Namun, secara khusus karena berkaitan dengan dunia blogger maka yang akan saya perdalam adalah tentang artikel.

Menulis artikel gampang-gampang sulit karena dalam tulisan pendek, kita harus mampu menuangkan sesuatu. Membahasnya secara dalam hingga punya pesan dan manfaat yang jelas. Tulisan tersebut juga harus bisa menarik hati yang membacanya, meninggalkan kesan mendalam dan tidak mudah dilupakan. Panjang artikel secara umum kurang lebih 3-7 halaman. Kadang hanya berisi tulisan, bisa juga disertai gambar. Berikan judul yang memikat, judul yang bisa membuat pembaca tertarik pada tulisan kita. Cara menemukan judul secara sederhana adalah dengan memikirkan satu hal yang paling terpetik saat mau menuliskan artikel tersebut.

Berikut adalah beberapa cara meningkatkan kemampuan menulis (artikel)  :
                

  •      Banyak membaca : sepertinya klise ya tetapi ini adalah hal yang terpenting jika kita mau makin mahir menulis. Tanpa membaca, tulisan kita akan kering karena tak ada bekal yang tersimpan dalam alam bawah sadar kita. Bacaan yang kita baca akan tertinggal dalam alam bawah sadar dan secara spontan keluar saat dibutuhkan. Dan itulah yang membuat tulisan kita berisi, makin berisi bacaan kita maka makin berisi tulisan kita.
  • .        Pilih satu topik/tema untuk satu tulisan. Kadang saking banyaknya ide, semua mau dituliskan. Padahal artikel yang baik adalah yang memiliki satu tema saja atau satu topik tunggal. Jika masih banyak yang mau dituliskan dan berkaitan, lebih baik pecah dalam beberapa artikel daripada menuliskannya dengan berjejal.
  • .     Artikel yang baik adalah yang tuntas. Tidak mengantung. Tidak setengah-setengah. Bahas hingga tuntas. Secara sederhana bentuk artikel terbagi dalam 3 bagian : pendahulan, isi dan kesimpulan. Berikan pendahuluan sebagai pembuka tulisan, bahas isinya lalu simpulkan sebagai penutup.
  •      Artikel yang baik sebetulnya yang singkat, padat dan sederhana. Tetapi mampu membahasnya dengan dalam dan mengena.
  •      Dalam menulis artikel setiap orang punya gaya tulisan sendiri. Jangan jadi peniru, temukan gaya tulisan yang nyaman dan menjadi identitas diri kita. Resepnya mudah saja : jadilah diri sendiri. Jika kita membaca tulisan orang lain yang menarik, memikat dan bagus. Jadikan sebagai bahan untuk belajar bukan untuk ditiru. Dengan berjalannya waktu kita akan menemukan gaya sendiri yang membuat kita nyaman.
  •      Bahas topik dengan simple tetapi berkesan. Menarik dan tidak mudah dilupakan. Enak dinikmati. Caranya setelah selesai menulis coba diamkan sejenak lalu baca ulang, resapi. Nah, kira-kira apakah tulisan kita sudah enak untuk dibaca? Jika kita merasa enak, Insya Allah pembaca akan merasakan hal yang sama.
  •     Jika kita ingin menulis sesuatu yang sudah banyak ditulis orang, jangan mengulang tulisan tersebut. Tetapi bahas dengan sudut pandang yang beda, berikan pendapat baru, gunakan penyajian baru, atau gunakan pendekatan baru. Bisa juga dengan desain tulisan yang baru. Ide boleh sama tetapi kita punya cara untuk mengemasnya dengan beda. Coba saja bereksperimen.
  •    Pastikan kita menulis yang bermanfaat untuk pembaca kita. Tulisan yang bermanfaat akan lebih mengena. Bisa merupakan ide, pendapat, pemikiran atau berbagi pengalaman. Salah satu indikator artikel yang bagus adalah yang bermanfaat bagi diri kita dan pembaca.
  •     Tulislah semampu, setahu dan sepengalaman kita. Jangan menulis sesuatu yang kita sendiri tidak yakin kebenarannya atau kita sendiri tidak tahu banyak tentang itu. Ini adalah kebohongan jika kita lakukan. Tulisan yang jujur akan bisa dirasakan oleh pembacanya.
  •       Menulislah karena ingin berbagi. Jangan karena mengejar rating, jangan karena ingin dibilang hebat. Keikhlasan dalam menulis akan mendatangkan rezeki. Percaya itu.

        Hal lain yang perlu diingat adalah :  


  •               Lakukan self editing secara sederhana saja. Baca ulang tulisan sebelum diposting atau dikirim. Minimal kalimat enak dibaca, tidak banyak typo dan tidak banyak kesalahan. Gunakan kalimat efektif. Bayangkan pembaca akan membaca sehelaan nafas. Kalimat yang terlau panjang akan melelahkan pembaca. Buang yang tidak perlu atau yang terkesan bertele-tele. 
  •      Menulis berkaitan dengan jiwa. Jika kita bergairah dan suka maka pembaca akan mampu menangkap emosi yang tersirat. Jadi tulis sesuatu yang memang ingin kita bagikan. Emosi  yang terjalin antara penulis dengan pembacanya akan meninggalkan tulisan yang berkesan.
  •     Gaya bahasa yang digunakan bebas saja atau bisa juga disesuaikan dengan topik tulisan. Apakah mau menggunakan gaya bahasa formal, non formal atau lebih santai dari itu. Kalau mau dijadikan gaya tulisan kita sendiri juga bisa.
  •    . Kita juga bisa menyertakan kutipan hanya pastikan mencantumkan sumbernya. Jangan pernah melakukan copas tanpa disertai sumbernya.

Itulah, beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam hal ini artikel. Mungkin bisa jadi kita menemukan cara lain. Tentu bukan masalah karena semua itu bukan harga mati, juga bukan hal yang harus dilakukan secara berurutan. Bebas saja, mau memulai dari mana dan mau menerapkan yang mana. Intinya bisa diambil mana yang paling cocok kita terapkan. Setidaknya, semua  itu pengalaman yang saya lakukan dalam menulis artikel.

Jika ingin memulai menulis, tulis saja. Jangan menunggu sempurna karena tidak ada tulisan yang sempurna. Yang ada adalah tulisan yang terus berproses. Makin sering menulis maka kalimat akan makin mengalir dan tulisan akan makin rapi. Makin sering menulis maka akan makin mudah bagi kita untuk mampu menuliskan sesuatu dengan menarik dan cantik.
Selamat menulis…..
Terus menulis….
Salam semangat!
~deka












Minggu, 16 Agustus 2015

Tips Menulis untuk Media


Sudah lama sebetulnya saya tidak mengirim artikel ke media, dahulu saat aktif menjadi dosen ada beberapa artikel saya yang pernah dimuat di media. Saya ingin berbagi tips menulis untuk media, semoga ini juga memberi saya semangat untuk kembali menulis artikel. Silahkan disimak, semoga manfaat ya. Amin.

Artikel
Menulis artikel sebetulnya tidak terlalu sulit, apalagi jika kita terbiasa menulis di blog. Terbiasa menulis membuat kita mampu menuliskan sesuatu dengan baik dan enak dinikmati. Artikel secara sederhana adalah berbagi  sesuatu melalui tulisan. Bisa pikiran, perasaaan, pendapat atau pengalaman. Artikel merupakan tulisan pendek dalam bentuk non fiksi. Secara sederhana kita harus punya ide dan topik tulisan. Topik itulah yang bisa kita bahas dalam artikel.

Pelajari media yang mau kita kirimi artikel
Setelah kita punya ide dan topik maka pilih media yang tepat. Media yang membutuhkan tulisan kita. Pelajari dulu medianya dan sesuaikan dengan topik tulisan kita. Setelah cocok baru kita kirim. Mengirimnya sederhana, cukup lewat email. Artikel yang ditolak terkadang bukan karena tulisannya jelek tetapi karena tidak tepat dengan bentuk medianya. Jadi sesuaikan artikel tersebut dengan medianya. Apakah itu majalah, tabloid atau koran.

Sesuaikan artikel dengan visi dan misi media tersebut
Apakah cukup hanya sekedar menyesuaikan bentuk tulisan, topik dengan medianya? ternyata belum cukup. Setiap media punya visi dan misi yang tercermin lewat gaya dan tulisan mereka. Maka pelajari visi dan misinya agar  artikel yang kita tulis secara tidak langsung mengandung visi dan misi tersebut. Artikel yang seperti ini biasanya sangat dibutuhkan oleh media tersebut.

Sesuaikan topik atau tema dengan target pembacanya
Setelah kita sesuaikan topik artikel dengan jenis media beserta visi misinya, ada satu hal lagi yang harus kita perhatikan yaitu target pembaca dari media tersebut. Isi bahasan dan gaya penulisan harus sesuai  dengan target pembaca media yang kita tuju.

Pelajari ketentuan teknik penulisan
Teknik penulisan juga tak kalah penting. Biasanya media mencantukan syarat font, jumlah karakter atau halaman dan spasi. Perhatikan dengan teliti dan ikuti ketentuan ini. Jangan anggap sepele karena media tidak mau terlalu repot mengedit habis artikel kita. Mereka lebih menyukai artikel yang sudah pas atau jika perlu diedit juga tidak terlalu banyak. Halaman ini berhubungan dengan lay out yang sudah mereka sediakan spotnya untuk artikel kita.

Pastikan isi tulisan menarik dan berbeda
Boleh saja kita menulis dengan baik dan rapi tetapi jika isinya tidak menarik dan tidak ada manfaatnya tentu akan diabaikan. Meskipun kita menulis sesuatu yang sudah banyak ditulis orang tetapi jika kita mampu menuliskannya dengan sudut pandang berbeda tentu malahan sangat menarik. Atau mungkin kita memang menulis sesuatu yang belum pernah ditulis, dan ini sangat jarang terjadi.


Begitulah teman-teman, beberapa hal yang perlu diperhatikan. Oya, honornya lumayan antara 300rb - 1.5jt. tergantung medianya.

Selamat mencoba





Selasa, 19 Mei 2015

Kumcer "The Lessons of Friendship" karena Persahabatan itu Indah





Judul : The Lessons Of Friendship
Persahabatan itu Indah
Penulis : Fairuz N.Izzah
Penyunting : Deka Amalia
Proof Reader : Dewi Yudhasari
Desainer Cover : Ade Ufi
Ilustrasi : Fairuz
Penerbit : Gaung Persada Press
100 halaman. Rp. 40.000



Saat diminta Bunda Vifi untuk menjadi mentor menulis bagi Fairuz, saya sungguh merasa senang mendapat kesempatan ini. Karena ketika saya berkenalan dengan Fairuz, saya sudah bisa merasakan kemauan kerasnya untuk belajar menulis. Ia ingin sekali bisa mempunyai karya yang bisa dinikmati pembaca. Kemauan yang menjadi modal dasar untuk mau belajar dengan serius.

Selama belajar ia menyimak semua pelajaran dengan baik, mengerjakan tugas dengan serius dan berlatih menulis tiada henti. Setelah memahami semua pelajaran, ia mengaplikasikannya dengan terus menulis. Terlihat dari kemajuan yang diraihnya. Setiap tugas yang dikerjakan mengalami kemajuan pesat. keseriusan belajar itu penting, karena seringkali orang dewasa pun tidak serius belajarnya. Tidak mengerjakan tugas, menunda dan mengeluh. Itu tidak saya temukan pada Fai. Ia berusaha keras dan menyadari jika saya hanya mentor yang membimbingnya sementara hasil yang diraih itu adalah atas usaha dan kerja kerasnya. Itu sungguh saya hargai, gadis sekecil ini sudah bisa memahaminya dengan baik. 

Lalu apa hasilnya?  kumpulan cerpen yang beragam. Ia sudah mampu mengolah ide dengan baik, menentukan tema, mendeskripsikan tokoh dan membuat alur cerita yang variatif. Bagi trainer, kemajuan dan keberhasilan siswa yang dibimbingnya adalah kebahagiaan. Sebaliknya kegagalan siswa yang dibimbingnya adalah kesedihan. Meski trainer berusaha sekuat tenaga namun jika tidak ada usaha dari siswanya, tentu tidak akan menghasilkan apa-apa. Itulah yang saya banggakan dari Fai, dalam waktu 3 bulan, ia menghasilkan belasan cerpen.

Akhirnya dari beberapa cerpen yang memiliki benang merah yang sama, terkumpulah 7 cerpen dengan tema yang sama. Semua bercerita tentang persahabatan. Fai mampu mengolah tema yang sama dengan teknik alur yang berbeda. Inti ceritanya persahabatan tetapi isi ceritanya berbeda. Bagaimana persahabatan itu harusnya terjalin, apa arti sahabat dalam hidup, bagaimana saat salah paham dengan sahabat, bagaimana mengajari sahabat untuk bersikap, Bagaimana rasanya berpisah dengan sahabat saat lulus dari sekolah,  bahkan apa rasanya saat kehilangan sahabat karena sahabat meninggal dunia. Luar biasa ya...

Kumpulan cerpen itu kami terbitkan dalam kumcer yang berjudul : The Lessons of Friendship. Dengan harapan banyak orang bisa belajar dari Fai. Belajar memahami arti belajar, belajar memahami mengatasi keterbatasan, belajar mengerti arti kasih sayang dan persahabatan. Bacalah, saya yakin ini akan membuat mata pembaca berkaca. Buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh semua anak.

Alhamdulillah, sambutan pembaca luar biasa. Dalam waktu 1 minggu terjual 140 eks secara online. Saat ini, buku ini sedang menunggu proses untuk beredar di toko buku. Saya senang melihat kebahagiaan dan kebanggaan Fai. Senang dengan rasa percaya diri yang tumbuh dalam dirinya. Apakah Fai berhenti? tidak. Saat ini saya tengah membimbingnya menulis novel. Semoga bisa terbit berbarengan dengan novel solo saya juga, Aamiin.

Belajar menulis banyak memberikan manfaat. Menulis bisa menjadi terapi yang baik bagi siapa saja. termasuk bagi Fai yang kebetulan penyandang autis (High Functioning Autism). Saat ini Fai menjalani homeschooling. Kegiatan menulis sungguh sangat membantu Fai. Karena ia menemukan dunia yang mampu memberi arti bagi dirinya.



*Hasil karya salah satu murid menulis privat saya. Belajar dari pemula hingga menghasilkan kumcer. Saat ini tengah menyiapkan novel perdananya. Disiapkan untuk terbit. Fairuz, penulis cilik yang segera bersinar.

Melalui kumpulan cerita ini, Fairuz bercerita mengenai bagaimana persahabatan itu sebaiknya terjalin.
Menulis adalah terapi jiwa yang sangat bagus. Menulis merupakan wadah sebuah pelepasan, pelatihan, dan membuat manusia tidak akan merasa sunyi dan larut dalam kesenyapan. Karena dengan menulis, seorang penulis mampu menyerap fenomena yang ada di sekitarnya dan yang ada dalam dirinya. Menuliskan pemahaman, pengamatan, pemaknaan ditambah dengan imajinasi tentang semesta bukanlah hal yang mudah. Butuh perenungan yang dalam. Fairuz mampu melakukannya dengan bagus. Merekam fenomena sekitarnya dan menuliskannya dengan baik. Sebuah usaha yang patut diapresiasi bagi Fairuz, remaja yang berada di fase-fase energik dan kritis.
-DR. Free Hearty, Penulis dan Dosen
Saat pertama mengenal Fairuz, saya sudah bisa melihat jika Fairuz berbakat menulis. Ia menyerap pelajaran dengan baik dan mengerjakan semua latihan dengan serius. Kemauan dan cita-citanya tinggi, karena itu Fairuz patut mendapat dukungan penuh.
Kumcer ini adalah hasil belajar menulis Fairuz.Dia sudah mampu mendeskripsikan tokoh dengan baik, membedakan tokoh antogonis dan protagonist, menggambarkan latar dengan detail dan menyusun alur dengan baik dari awal hingga akhir cerita. Di setiap cerpennya, Fairuz menyelipkan pesan yang terbaca secara tersirat maupun tersurat akan arti persahabatan yang sejati.
Kumcer ini layak terbit. Pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap cerita yang ada. Juga dari kegigihan Fairuz dalam belajar dan menulis. Meski Fairuz tetap harus terus berlatih menulis agar tulisannya semakin baik.
-Deka Amalia, Writer/Writing Trainer, Founder Women Script Community dan Writing Training Center
Pengalaman masa sekolah dan bermain besama teman merupakan masa yang indah bagi setiap anak dalam masa pertumbuhannya. Teman dapat menjadi bagian dari hidup setiap kita. Teman juga dapat menjadi tempat curahan hati seseorang bila dirinya mengalami kesedihan dan kegembiraan. Fairuz menulis dengan apa adanya sesuai dengan kemampuannya membuat kita ada dalam kehidupannya. Fairuz menulis kisah-kisah pertemanan secara real, seolah hal tersebut menjadi bagian dari pengalamannya berteman dalam kehidupan sehari-hari. Fairuz juga mampu mengembangkan imajinasinya tentang bagaimana berteman dan bagaimana pertemanan itu seharusnya. Melalui kisah-kisah yang ditulis Fairuz, kita dapat bercermin betapa teman bagi setiap kita sangatlah berarti dalam kehidupan dan menjadikan teman sebagai bagian yang mewarnai perjalanan hidup setiap orang.
-Dewi Ariantini Yudhasari, M.Hum, Dosen dan Pengamat Sastra



Selamat ya, Fai.....
Keep on Writing



Selasa, 12 Mei 2015

Apakah Self Branding itu?


*Talk Show di berbagai Radio


Apakah self branding itu? sebuah pertanyaan sederhana namun mungkin masih banyak yang belum memahaminya. Termasuk cara dan tujuannya. Jika dulu branding seringkali membutuhkan bantuan pihak lain kini kita bisa melakukannya sendiri. Yang dibutuhkan adalah memahami dan kemudian mau berproses menjalaninya. Termasuk menjalaninya dengan sepenuh hati dan tidak setengah-setengah. Juga bersabar menjalaninya karena semua membutuhkan proses dan tidak ada kepastiannya. Apakah waktunya cepat atau lama. Mungkin bisa jadi tergantung keberuntungan, ada yang cepat menuai hasil tapi ada juga yang membutuhkan waktu. Padahal sebetulnya bukan hanya faktor keberuntungan tetapi juga strategi jitu. Membutuhkan strategi? itu pasti.

@Republika

Apakah Self Branding itu?
Self branding adalah "marketing yourself"  Jika kita punya tujuan dari sebuah produk atau jasa yang kita jalani. Produk dan jasa tersebut sudah menjadi bisnis yang menghasilkan. Jika produk tentu lebih mudah, lalu bagaimana dengan jasa? jasa yang berkaitan dengan diri kita sendiri. Misalnya sebagai penulis dan blogger yang kita geluti secara profesional dan menghasilkan secara materi. Maka temukan nilai jual pada diri kita. Nilai jual berupa jasa yang bisa kita tawarkan dan kualifikasi yang kita miliki. Kita juga membutuhkan ciri khas yang bisa membedakan kita dengan yang lainnya. Jika itu sudah kita pahami tentu kita bisa mulai membangun image dan mulai menjalaninya. 

Salah satu yang dibutuhkan adalah self improvement. Meningkatkan kualitas diri harus berbarengan dengan membangun image. karena semua berkaitan dengan kualifikasi yang akan menentukan kreatifitas kita. Oleh karena itu penting adanya dengan berbagai cara kita terus meningkatkan kualitas diri kita. Dengan belajar dan terus belajar. Karena apa yang kita pelajari tidak akan ada yang mubazir. Semua akan bermanfaat dalam perjalanan kita. 

Setelah itu yang kita lakukan adalah memahami siapa diri kita? apa tujuan kita? dan apa mimpi kita. Semua harus 1 paket. Kita buat kemasan yang pas dengan apa yang mau kita capai di masa depan. Buat peta diri kemudian buat pemetaan apa yang mau kita lakukan dalam membangun image kita. Sehingga secara perlahan dan pasti kita menjalankan proses tersebut.

Jika kita telah punya peta diri yang jelas maka kita siap bersaing dengan sehat. Tidak kuatir dengan munculnya saingan kita. Jika perlu bersaing maka persaingan itu akan menjadi sehat. Persaingan yang sehat adalah yang saling mendukung. Tidak pelit berbagi ilmu dan tidak kuatir orang lebih hebat dari kita. Mengapa bisa begitu? karena kita punya rasa percaya diri yang kuat. Rasa percaya diri tersebut membuat kita mampu membangun image yang menjadi ciri khas kita sendiri. Ciri khas tersebut yang membedakan kita dengan yang lain. 


@tabloid Wanita Indonesia

Apa gunanya self branding?
Alasan self branding yang paling utama adalah jika kita mau menekuni bidang tertentu secara profesional. Tentu ini menjadi penting dan sangat dibutuhkan jika kita ingin sukses. Di dunia yang makin berkembang pesat dan persaingan yang tidak mudah. Jika kita tidak melakukannya justru kita akan tenggelam dan bisa jadi tersesat. 

Apa gunanya?

  1. A better job. Dengan self branding kita berharap mendapat pekerjaan yang lebih baik, terus menerus dan tidak berhenti. Tidak dapat dipungkiri jika dengan melakukan self branding, kita banyak mendapat pekerjaan.
  2. Better contact. Kita menjalin koneksi dengan banyak orang. Hingga kita dicari. Kalau pada awalnya kita mencari orang maka kelak orang akan mencari kita. Jika pada awalnya kita mencari pekerjaan maka kelak pekerjaan akan berdatangan.
  3. Industry Recognition. Kita dikenal di dunia yang kita geluti. Orang tahu siapa kita dan kapasitas kita. Sehingga kita akan dihargai karena kemampuan yang kita miliki. 
Nah, dengan memahami self branding dan manfaatnya maka kita akan semangat menjalaninya.
Bagaimana caranya? temukan di artikel saya yang berikutnya. Ini masih bersambung.

Salam Semangat.























Senin, 13 April 2015

Apa Tujuan Review Produk Bagi Anda?

*menjadi pembicara di event Tupperware



Masih berbagi tentang review produk. Membicarakan hal ini memang menarik karena saat ini review produk sudah menjadi  bagian dari promosi dan marketing bagi banyak brand. Di samping menggunakan media yang biasa digunakan untuk promosi dan marketing sebuah produk. Yang biasa tentunya media elektronik dan cetak. Review produk sudah menjadi salah satu alat promosi dan marketing yang jitu. Karena langsung disampaikan oleh konsumen. Seperti dari konsumen untuk konsumen. 

Sebuah review produk tentu melibatkan penulis/blogger, brand dan konsumen sebagai target market brand. Harus ada sinergi yang tepat antara ketiganya agar setiap pihak mendapatkan keuntungan dan tidak ada pihak yang dirugikan. Brand tentu saja bertujuan mendapatkan jasa dari penulis/blogger untuk menyampaikan tujuannya dan mendapatkan sebanyak-banyaknya konsumen baru. Menumbuhkan  kepercayaan dari konsumen terhadap brand tersebut. Penulis/blogger sebagai pihak yang dibayar untuk menjadi jembatan antara brand dan konsumen(masyarakat).  Namun, konsumen pun berhak mendapatkan informasi yang tepat, tidak menyesatkan, tidak merugikan dan mendapatkan sesuatu yang mencerdaskan. 

Jadi bisa dilihat tujuan dari review produk ini melibatkan brand, penulis/blogger dan konsumen(masyarakat) lalu apa tujuannya bagi kita? sebagai penulis dan blogger yang menuliskan review produk tersebut? apakah hanya sekedar dibayar? hanya sekedar mendapatkan nominal uang? Padahal peranan penulis/blogger dalam bidang ini sangat besar. Tentu karena menjadi jembatan antara brand dan konsumen.

Menurut saya tujuan dari review produk harus lebih dari sekedar mendapatkan penghasilan. Tetap harus ada idealisme meskipun kita dibayar. Itu mungkin salah satu tantangan bagi kita. Kita dibayar, mewakili brand tapi tetap harus ada idealisme yaitu mencerdaskan masyarakat sebagai konsumen. Bagaimana caranya? ada beberapa koridor yang saya gunakan selama ini sebagai alat saya agar bisa melakukan semua dengan baik. Bisa dapat penghasilan tanpa mengorbankan idealisme.

Saat saya diminta untuk membuat sebuah review produk, saya memilih brand yang baik dan jujur. Brand terpercaya yang mempunyai produk yang memang bermanfaat. Bukan dilihat dari terkenal atau barunya sebuah brand. Tetapi kita wajib meneliti jika memang brand tersebut layak kita review. Mengapa? karena kita punya tanggungjawab moral menyampaikan apa yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Saat menerima data untuk diulas, saya meneliti dengan baik jika memang data itu benar adanya. Bagaimana caranya? dengan mencari berbagai sumber yang juga terpercaya. Bisa dengan brosing, cari buku atau narsum. Jika data yang kita temukan memang sesuai baru kita masukan dalam ulasan kita. Tetapi biasanya brand yang terpercaya akan memberikan data yang benar.

Tidak mengulas berlebihan hingga membuat ulasan yang membutakan. Tulis apa adanya saja. Sehingga masih memberikan ruang bagi masyarakat untuk menilai dengan objectif. Tidak membuat masyarakat buta akan hal-hal tertentu. 

Memberikan informasi yang mencerdaskan dengan memberikan gambaran mengapa produk ini memang layak kita pakai. Jika ada kekurangan pun kita sampaikan dengan bahasa yang tentu tidak menjatuhkan. Namun dengan cara mengatakan jika produk ini memiliki kekurangan tetapi berikan solusi bagaimana caranya agar kekurangan tersebut bisa kita atasi dengan baik.

Dengan menyampaikan semua itu kita jadi mampu berperan dengan baik. Sebagai penulis/blogger yang mewakili brand, dibayar namun tetap berpihak pada konsumen. Dan cara ini juga membuat kita menjadi seseorang yang terpercaya. Dipercaya brand dan dipercaya konsumen. Brand percaya dan merasa layak membayar kita karena ulasan kita yang cerdas. Menulis dengan kualitas yang baik. Konsumen pun percaya karena mendapat informasi yang benar dan mencerdaskan. Kita pun senang dapat penghasilan dengan tetap berpegang pada idealisme.

Karena itu saya menolak membuat review dari brand yang tidak terpercaya, atau jika brand tersebut memberikan data yang tidak benar dan menyesatkan. Atau jika diminta membuat ulasan yang berlebihan hingga menutupi kekurangan. Karena jika kita melakukan semua itu kita yang rugi. Pembaca kita tidak lagi percaya pada kita. Lalu apa artinya kita jika ditinggalkan pembaca?

Maka idealisme itu penting dan patut kita pegang teguh. Jangan tergiur oleh nominal materi yang sebetulnya hanya bisa kita nikmati sesaat. kepercayaan itu mahal.

Salam Semangat









Minggu, 12 April 2015

Belajar adalah Salah Satu Cara untuk Meningkatkan Diri

*menjadi pembicara di fx Sudirman di acara Wajah Bunda Indonesia


Setiap orang punya alasan untuk punya blog atau istilahnya ngeblog. Ada yang sekedar berbagi, ada yang "just for fun", ada yang tidak sengaja dapat job kemudian keterusan atau bahkan ada yang memang berniat menjadi blogger profesional. Semua sah saja kan. Apalagi jika kemudian bisa " from fun to profit" dari hal yang menyenangkan dapat penghasilan. Apakah itu salah? tentu tidak, banyak bisnis yang sukses dimulai dari hobi karena katanya sesuatu yang dilakukan dengan senang hati dan bahagia justru mendatangkan kesuksesan. 

Namun semua itu tentu tidak lepas dari pentingnya meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam menulis dengan baik. Tulisan yang menarik tentu akan enak dibaca dan memberikan kenikmatan bagi yang menulis dan yang membaca. Jadi apapun alasan anda punya blog, tingkatkan kualitas diri anda. Apalagi jika niat anda menjadi blogger profesional tentu kualitas tulisan harus ada peningkatan.

Menjawab kebutuhan tersebut saya ingin berbagi tentang keterampilan menulis. Berbekal pengalaman saya menjadi Dosen Sastra selama 20 tahun lebih, membimbing ratusan skripsi, menulis ratusan modul perkuliahan, menulis ratusan artikel populer dan ilmiah, menulis review produk, menulis buku untuk berbagai perusahaan besar dan kontributor beberapa majalah internal untuk beberapa perusahaan besar. Keterampilan itu yang ingin saya bagikan pada teman semua agar teman-teman bisa makin terampil menulisnya. 


Materi yang saya berikan super lengkap dari mulai cara menemukan judul yang sederhana tetapi menarik, menemukan ide dari sumber tulisan, menggali data untuk bahan tulisan, praktek menulis hingga melakukan "self editing" Semua dengan metode : materi, diskusi, contoh dan latihan.

Semoga bermanfaat ya.

Berikut info lengkapnya :

  • Info lengkap : 

    TRAINING WRITING SKILL( UNTUK NGEBLOG)
    Mau belajar menulis artikel utk ngeblog atau kirim ke media cetak dengan lebih baik? Teori & Praktek.
    Ikuti ini : 
    PELATIHAN ONLINE 2 MINGGU.Kelas Mulai 20 April 2015. Investasi: Rp. 150.000
    Registrasi: 08567034845. Pin BB 2A05D409
    Materi :

    1.Menulis konten blog yg menarik
    2.Teknik menulis artikel yg menarik dan baik
    3.Menulis review produk yg menghasilkan uang.
    4.Tips dari blog dapat job dan penghasilan
    5.Tips mengembangkan blog.
    Trainer : 
    Deka Amalia :mantan dosen,penulis, blogger, Trainer. Kontributor beberapa brand dan menulis produk review utk banyak brand (printed), founder komunitas penulis perempuan - women script community, dan salah satu pendiri writing training center) FB : deka amalia ridwan.Blog : duniadeka14.blogspot.com

    *segera daftar.
    Salam

    Writing Training Center

Teknik Mengolah Data untuk Review Produk



Menulis review produk adalah salah satu pekerjaan yang menyenangkan apalagi kalau dapat kontrak dari brand. Selama ini saya menulis untuk beberapa brand dan dimuat di majalah internal mereka. Atau, untuk bahan promosi di brosur, flyer, coffee book table dan sebagainya. Pembayarannya juga menyenangkan karena dapat dp dulu 50% lalu setelah setor artikel segera dilunasi. Akhirnya ini jadi salah satu pekerjaan saya.

Menulis review produk gampang-gampang sulit. Gampangnya karena data sudah ada jadi kita tinggal maramunya menjadi sebuah tulisan. Sulitnya kita tidak bisa asal meramu karena jika asal saja maka tulisan kita hanya seperti jualan saja. Tidak menarik untuk dibaca dan tidak sesuai dengan target yang diharapkan brand. Hasil tulisan kita harus memuaskan diri kita, brand dan pembaca sebagai target market brand. Kita harus merasa puas dengan apa yang kita tuliskan. Brand harus puas karena sesuai dengan yang diharapkan dan harus tepat sasaran saat dibaca oleh pembaca yang menjadi target market brand.

Kesalahan yang banyak dilakukan saat menulis review produk adalah menjejalkan semua data begitu saja hingga kesannya bertumpuk. Menggunakan kalimat yang berlebihan hingga kesannya terlalu mengada-ngada atau membandingkan dengan produk yang sama. Kadang juga menggunakan kalimat yang tidak rapi dan tidak ada kesimpulan yang bisa ditangkap oleh pembaca. Kesalahan itu harus kita hindari. 

Bagaimana caranya?

Di bawah ini adalah beberapa teknik yang biasa saya gunakan saat menulis review produk. Mungkin ada cara lain, tentu bisa saja. Karena banyak cara dan setiap orang bebas mau menggunakan cara apa.

  1. Saya berusaha mengenali produk lebih dekat ( product knowledge) dengan mencari berbagai informasi di luar apa yang diberitahukan brand pada saya. Bisa dengan membaca, melihat atau bertanya. Dari situ saya memahami brand tersebut dengan baik.
  2. Saya mencatat setiap data yang diberikan brand. Data tersebut tentu yang diharapkan brand ada dalam tulisan saya. 
  3. Saya mendengarkan dengan baik apa target yang diharapkan brand ada dalam review tersebut.
  4. Saya mencoba menggunakan produk brand tersebut agar tahu sendiri rasanya
  5. Bertanya kepada kenalan yang kebetulan menggunakan brand tersebut (testimoni)
  6. Setelah kelima poin tersebut lalu saya membuat draft tulisan. Pendahuluan apa, isi apa, data yang mana masuk kemana lalu kesimpulannya apa. Saya masukan setiap data pada setiap bagian secara menyebar. Menghindari kesan bertumpuk. Data saya gunakan  sebagai ilustrasi dari pemaparan saya.
  7. Saya lebih suka menulis dengan gaya bercerita dengan harapan pembaca tersentuh dengan apa yang saya sampaikan dan menerima review saya secara sukarela
  8. Saya masukan testimoni yang saya peroleh agar terkesan bahwa review saya sesusai kenyataan
  9. Saya sampaikan semua dengan jujur dan apa adanya
  10. Saya berikan kesimpulan di akhir tulisan agar menjadi bahan pertimbangan target market brand untuk mencoba produk tersebut dan bersedia menjadi pelanggan tetap.
  11. Cek kembali pastikan semua data yang diberikan brand sudah kita ulas dengan baik.
  12. Cek kembali setiap kalimat yang kita tulis sudah tepat atau belum
  13. Jika semua dirasa OK maka kita bisa menyetorkan tulisan tersebut atau diposting jika review tersebut untuk blog.
Hal tersebut di atas yang saya lakukan dalam mengolah data untuk review produk. Semoga bermanfaat yaa...

Salam Hangat































Minggu, 05 April 2015

Beberapa Teknik Menulis Artikel yang Baik dan Menarik

Pernah merasa bingung mau menulis apa? atau mau memulai dari mana? atau mungkin berpikir apakah tulisan saya tepat atau tidak. Atau kadang, sudah punya ide tulisan tetapi bingung bagaimana agar tulisan bisa jadi artikel yang baik dan menarik. Walau ukurannya masih bisa diperdebatkan tetapi ada beberapa hal yang bisa dijadikan patokan. Sehingga kita bisa menilai sendiri apakah artikel yang kita tulis sesuai dengan yang diharapkan.

Jika menulis untuk blog tentu saja blogger punya kebebasan mau menuliskannya seperti apa. Berbeda jika kita mengirim artikel ke media, yang tentu saja punya kriteria sendiri untuk dinilai. Sehingga bisa diputuskan apakah artikel tersebut bisa dimuat atau tidak. Bagi blogger yang ingin meningkatkan keterampilan menulis hingga jika tiba-tiba saja dapat permintaan menulis artikel untuk brand maka tentu akan lebih mudah. Tidak ragu lagi menerima job tersebut. 

Saya sering membaca beberapa artikel di blog teman-teman saya. Saya melihat juga jika masing-masing sudah punya gaya penulisan sendiri. Ada yang santai, sehingga pemilihan katanya seperti ngobrol dengan teman. Jadi kaidah EYD tidak diperhatikan, ada yang melow penuh dengan bahasa kiasan dan ada yang semi formal, kalimatnya teratur dan kaidah EYD sudah diperhatikan. Tentu kita bebas mau memilih gaya penulisan seperti apa. Yang terpenting tentu jangan jadi peniru. Jadilah diri sendiri. karena tulisan mencerminkan jati diri kita sendiri. 

Dengan berproses terus menulis, gaya tersebut akan kita temukan. Gaya penulisan yang membuat kita nyaman, Jika sudah kita temukan. tetaplah dijalankan, tidak perlu mengubah gaya tersebut. Hanya mungkin tinggal kita sesuaikan mana saat kita menulis santai dengan tidak mengindahkan EYD dan kapan kita harus menulis lebih rapi, sesuai EYD. terutama jika artikel tersebut kita tulis untuk media atau brand tertentu.

Berikut beberapa teknik yang bisa digunakan untuk bisa menulis dengan baik dan menarik :

  1.  Definisi baik : artikel ditulis dengan rapi, pemilihan kata yang tepat, kalimat yang lancar mengalir sehingga membuat pembaca bisa menikmati artikel tersebut. Definisi menarik : ada isi yang bermanfaat bagi pembacanya dan ada pesan yang disampaikan dalam artikel tersebut.
  2. Punya ide tulisan dan pemilihan tema yang sesuai dengan kebutuhan kita dan pembaca. Jika ada ide, pikirkan apa tema yang bisa kita bahas.
  3. Ulas dengan tuntas. Tidak menggantung. Jadi artikel selesai dan pembaca menangkap kesimpulannya.
  4. Tidak bertele-tele. Buang yang tidak perlu.
  5. Tulis sesuatu yang membuat kita bergairah menuliskannya. 
  6. Tulis sesuatu dengan cara melihat sudut pandang yang baru, pemikiran baru atau penyajian baru.
  7. Panjang halaman disesuaikan. Jangan terlalu pendek tetapi juga jangan terlalu panjang
  8. Bisa menggunakan gambar atau vidio untuk membuat tampilan lebih menarik
  9. Jika mengutip, sertakan sumbernya.
  10. Perhatikan EYD dan lakukan self editing.

Hal tersebut di atas bisa digunakan untuk menilai tulisan sendiri. Caranya, tuliskan dulu lalu baca ulang. Apakah sudah terasa enak dibaca? apakah ada yang perlu ditambah atau apakah ada yang perlu dibuang? Setelah yakin baru bisa diposting atau kirim ke media. Atau jika itu artikel pesanan, bisa langsung di email.

Tidak ada tulisan yang langsung sempurna. Yang ada adalah seseorang yang mau terus menulis dan memperbaiki diri. Belajar dan berproses untuk lebih baik. jadi jangan tunggu tulisan langsung rapi dan menarik, karena itu  didapat melalui proses. jadi langkah pertama : tulis saja. langkah kedua : belajar untuk terus lebih baik. Langkah ketiga: terus menulis.

Semoga bermanfaat yaaa.....



Note : 
Mau dibimbing untuk bisa menulis dengan lebih baik dan menarik ?
Buka ini ya : http://duniadeka14.blogspot.com/2015/04/pentingnya-meningkatkan-kualitas-diri.html






Pentingnya Meningkatkan Kualitas Diri





Pentingnya Meningkatkan Kualitas Diri


Setiap orang punya alasan untuk punya blog atau istilahnya ngeblog. Ada yang sekedar berbagi, ada yang "just for fun", ada yang tidak sengaja dapat job kemudian keterusan atau bahkan ada yang memang berniat menjadi blogger profesional. Semua sah saja kan. Apalagi jika kemudian bisa " from fun to profit" dari hal yang menyenangkan dapat penghasilan. Apakah itu salah? tentu tidak, banyak bisnis yang sukses dimulai dari hobi karena katanya sesuatu yang dilakukan dengan senang hati dan bahagia justru mendatangkan kesuksesan. 

Namun semua itu tentu tidak lepas dari pentingnya meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam menulis dengan baik. Tulisan yang menarik tentu akan enak dibaca dan memberikan kenikmatan bagi yang menulis dan yang membaca. Jadi apapun alasan anda punya blog, tingkatkan kualitas diri anda. Apalagi jika niat anda menjadi blogger profesional tentu kualitas tulisan harus ada peningkatan.

Menjawab kebutuhan tersebut saya ingin berbagi tentang keterampilan menulis. Berbekal pengalaman saya menjadi Dosen Sastra selama 20 tahun lebih, membimbing ratusan skripsi, menulis ratusan modul perkuliahan, menulis ratusan artikel populer dan ilmiah, menulis review produk, menulis buku untuk berbagai perusahaan besar dan kontributor beberapa majalah internal untuk beberapa perusahaan besar. Keterampilan itu yang ingin saya bagikan pada teman semua agar teman-teman bisa makin terampil menulisnya. 


Materi yang saya berikan super lengkap dari mulai cara menemukan judul yang sederhana tetapi menarik, menemukan ide dari sumber tulisan, menggali data untuk bahan tulisan, praktek menulis hingga melakukan "self editing" 

Semoga bermanfaat ya.

Berikut info lengkapnya :

  • Info lengkap : 

    Mau punya blog? mau mempercantik blog? bahkan dapat penghasilan dari ngeblog?
    ikutan ini :TRAINING WRITING SKILL & BLOG
    Mau belajar menulis artikel utk ngeblog atau kirim ke media cetak dengan lebih baik? Teori & Praktek.
    Ikuti ini : 
    PELATIHAN ONLINE 2 MINGGU.Kelas Mulai 10 April 2015. Investasi: Rp. 200.000
    Registrasi: 08567034845. Pin BB 2A05D409
    Materi :
    1. Membuat blog (bagi yg blm punya blog) mempercantik blog(bagi yg sdh punya blog)
    2. Menulis konten blog yg menarik
    3. Teknik menulis artikel yang menarik dan baik
    4. Menulis review prodak yg menghasilkan uang.
    5. Tips dari blog dapat job dan penghasilan
    6. Tips mengembangkan blog.
    Trainer : 
    1. Deka Amalia (mantan dosen penulis, blogger, Trainer. Kontributor beberapa brand dan menulis prodak review utk banyak brand (printed), founder komunitas penulis wanita - women script community, dan salah satu pendiri writing training center)FB : deka amalia ridwan.Blog : duniadeka14.blogspot.com
    2. Ade UFi (penulis, mantan guru komputer, trainer dan salah satu pendiri Writing Training Center)FB : Ade UFiTwitter : @ummifikriBlog : cerita-cantiq.blogspot.com
    *segera daftar.
    Salam

    Writing Training Center




Manfaatkan Sosmed Sebaik Mungkin.


                                                      *pelatihan offline

Manfaatkan Sosmed Sebaik Mungkin.

Saat ini sosial media berkembang luar biasa. Semua punya dan bersosmed ria. Setiap orang pun punya kebebasan mau menggunakannya untuk apa. Sekedar narsis, eksis, curhat atau lebih dari itu? sayang sekali jika kita menggunakannya tidak optimal. Padahal kita bisa menggunakannya untuk memberdayakan diri sendiri. 
Di tengah kondisi seperti ini, kita tentu harus lebih pandai. Daripada kita mengeluh terus, mending kita melakukan sesuatu yang berguna untuk diri kita, keluarga dan masyarakat banyak.

Banyak pilihan sosmed saat ini, pakar sosmed mengatakan jika idealnya kita punya minimal 5 sosmed. Saya sendiri punya blog, instragram, twitter, bbm dan blog. Walau yang paling aktif adalah fb, bbm dan blog. instragram dan twitter hanya sesekali saja. Tetapi Alhamdulillah, banyak sekali manfaatnya. Salah satunya dari ngeblog, saya banyak dapat JOB dan penghasilan dari brand. Lumayan, bisa kipas-kipas pakai duit. 

Apalagi jika teman-teman mau serius berkarir sebagai penulis. Blog sangat dibutuhkan untuk promo buku dan self branding. Terlebih jika punya usaha, blog adalah media marketing yang paling jitu. Bagaimana caranya agar optimal? itu yang akan kami ajarkan. Mau menjadikan blog sebagai etalase diri agar dapat JOB dari brand atau mau menjadikannya sebagai CV juga bisa. 

Nah, untuk itu saya ingin sekali bisa berbagi ilmu saya pada teman-teman semua. Untuk mengoptimalkan blog. sarana yang murah, hanya butuh kemauan untuk belajar. Alhamdulillah, sabtu 4 April yang lalu sudah terlaksana dengan lancar pelatihan offline. Kali ini bagi yang tidak memungkinkan offline, kami adakan pelatihan onlinenya. Jangan kuatir, meskipun online kami pastikan teman-teman serasa offline dengan trainer. karena setiap peserta akan dibimbing secara personal. Selama 2 minggu, kapan saja bisa memperoleh bimbingan dengan trainer. waktu fleksibel sekali.  Meskipun pertemuan resmi 4 x selama 2 minggu, tetapi saat peserta membutuhkan bantuan bimbingan trainer, maka dalam 2 minggu itu, trainer siap.

Jadi dalam 2 minggu, teman-teman akan dapat bimbingan yang maksimal. kapan lagi? yuuk mulai sekarang juga. Biarkan mesin-mesin sosmed bekerja untuk kita. 

Info lengkap : 

Mau punya blog? mau mempercantik blog? bahkan dapat penghasilan dari ngeblog?
ikutan ini :TRAINING WRITING SKILL & BLOG
Mau belajar menulis artikel utk ngeblog atau kirim ke media cetak dengan lebih baik? Teori & Praktek.
Ikuti ini : 
PELATIHAN ONLINE 2 MINGGU.Kelas Mulai 10 April 2015. Investasi: Rp. 200.000
Registrasi: 08567034845. Pin BB 2A05D409
Materi :
1. Membuat blog (bagi yg blm punya blog) mempercantik blog(bagi yg sdh punya blog)
2. Menulis konten blog yg menarik
3. Teknik menulis artikel yang menarik dan baik
4. Menulis review prodak yg menghasilkan uang.
5. Tips dari blog dapat job dan penghasilan
6. Tips mengembangkan blog.
Trainer : 
1. Deka Amalia (mantan dosen penulis, blogger, Trainer. Kontributor beberapa brand dan menulis prodak review utk banyak brand (printed), founder komunitas penulis wanita - women script community, dan salah satu pendiri writing training center)FB : deka amalia ridwan.Blog : duniadeka14.blogspot.com
2. Ade UFi (penulis, mantan guru komputer, trainer dan salah satu pendiri Writing Training Center)FB : Ade UFiTwitter : @ummifikriBlog : cerita-cantiq.blogspot.com
*segera daftar.
Salam
Writing Training Center