Jumat, 03 Oktober 2014

Etika Menulis Product Review





Etika Menulis Product Review

Sebagai blogger tentu berharap bisa mendapat pesanan menulis product review untuk brand tertentu. Sekarang ini, bisa kita lihat banyak blogger yang telah sukses dipercaya  menulis product review dari beberapa brand. Tentu menyenangkan, selain dapat honor, juga akan membuat kita makin dikenal. Sebetulnya menulis product review tidak terbatas di blog, saat ini banyak brand yang memiliki majalah internal sebagai media promonya. Biasanya jika sudah rezeki, kita tiba-tiba dihubungi untuk membuat tulisan mengenai produk mereka dan dimuat di majalah internal mereka. Itu yang saya alami, tiba-tiba saja saya dihubungi untuk menulis produk mereka.

Gambar di atas adalah tulisan saya tentang produk layanan yang paling berkesan bagi saya. Karena tidak banyak pesan sponsor dari brand bagaimana saya menuliskannya. Buat saya brand yang baik adalah yang memberikan keleluasaan bagi penulis untuk menuliskan produk mereka. Pertama karena mereka ingin kita jujur saat menuliskannya, bukan semata karena kita dibayar dan kedua mereka pun berharap mendapatkan input berharga untuk meningkatkan kualitas produk mereka sepanjang kita menuliskannya dengan jujur dan menggunakan bahasa yang baik. Bukan sebaliknya. Semua itu karena tujuan menulis product review adalah memberikan informasi yang lengkap dan benar sehingga konsumen memahai manfaat dari produk tersebut dan sadar akan manfaat dari pilihannya untuk menggunakan produk itu.

Mengenai isi tulisan, saya rasa sudah banyak yang mengulasnya. Dan, ada beberapa cara menuliskan produk review diantaranya sudah pasti berisi informasi yang lengkap dan benar, jika benda isinya apa, bentuk kemasannya, jika jasa, apa layanannya. Kita juga bisa menuliskan manfaat dari benda dan jasa tersebut. Boleh juga kita masukan saran, atau mungkin kritik (semacam pro dan kontra) Ada juga beberapa brand yang meminta kita hanya menulis yang bagus-bagusnya saja, karena mungkin tujuan mereka murni iklan, jika sudah begini pilihan ada ditangan kita tentunya. Apakah kita mau menerima hal itu atau tidak, saya pribadi memilih menulis apa adanya menurut pemikiran dan perasaan saya karena tulisan yang ditulis dengan kejujuran akan terasa lebih menyenangkan dibaca daripada tulisan yang hanya sekedar melebih-lebihkan. Celakanya jika konsumen mencoba produk tersebut dan mendapat kebalikannya, maka justru menjadi bumerang bagi kita, tulisan kita tidak lagi dipercaya. Karena kita dianggap memberikan informasi yang menyesatkan.

Jadi ada beberapa etika sebetulnya yang bisa kita pegang dalam menulis produk review dan etika ini bisa menjadi posisi tawar kita terhadap brand. Bagi saya, etika ini penting karena saya ingin tulisan saya dipercaya dan tidak ditinggalkan pembaca. Bahkan lebih mengerikan dilecekan, karena sekedar dianggap orang bayaran. Etika yang terpenting adalah kenali dengan baik produk yang mau kita review, salah satunya dengan mencoba memakainya terlebih dahulu. Kemudian gali informasi yang lengkap dan tanyakan berbagai info yang dibutuhkan pada brand. Yang berikutnya adalah, perlu juga bertanya apa yang diharapkan brand dari produk kita. Apa yang mau disampaikan pada pembaca/konsumen. Dan yang terpenting, tuliskan semua dengan jujur. Tulisan yang jujur akan terasa bernyawa karena kita menuliskannya dengan sepenuh hati. Pembaca bisa merasakannya itu dari cara kita mengulasnya. Sertakan juga beberapa gambar  dari produk tersebut agar tulisan kita menarik.

Etika yang berikutnya adalah kita tidak menyinggung brand lain yang menjadi saingan brand yang sedang kita review, tidak menjatuhkan brand tersebut namun juga tidak mengulasnya dengan berlebihan apalagi mengada-ngada. Jadi jangan tulis sesuatu yang tidak benar, tidak ada apalagi menyesatkan. Baca ulang setiap review yang kita tulis untuk memastikan setiap kalimat yang kita tulis tidak akan menimbulkan masalah. Karena bukan sekali kita dengar ada yang berurusan dengan hukum karena hal tersebut di atas.

Yang terpenting dari semua itu adalah gunakan bahasa yang manis, beri judul yang memikat dan teknis menulis yang menarik. Bisa dimulai dengan bercerita mengenai pengalaman pribadi, kebutuhan dan harapan. Dengan begitu tulisan kita tidak terasa semata iklan.


Selamat menulis

19 komentar:

  1. Nice artikel mba :) mudahan ketularan rejeki seperti mba dapat review product juga. Jadi artikel ini bisa dipraktekan langsung :)

    BalasHapus
  2. Makasih mbak..jadi banyak belajar dari tulisan ini..

    BalasHapus
  3. smoga ada brand yg melirik blog saya, biar bisa langsung dipraktekin :D

    BalasHapus
  4. Sangat membantu sekali buat saya mbak.. harus banyak2 blajar nih.. :)

    BalasHapus
  5. Terima kasih kak deka, aku sedang galau ini mau nulis review produk tapi gak tahu awalannya, terima kasih kak deka

    BalasHapus
  6. Pembelajaran baru tentang product review, nuhun pisan :)

    BalasHapus
  7. Ilmunya bermanfaat Mba Deka. Terimakasih sharingnya

    BalasHapus
  8. "Tulisan yang jujur akan terasa bernyawa karena kita menuliskannya dengan sepenuh hati" stuju sekali, jika semuanya dimulai dgn sepenuh hati insya allah yang keluar selalu positif :)

    happy wring & blogging as well mak ^^

    BalasHapus
  9. bisa nih mulai belajar nulis product review. makasih mbak, ulasannya sangat bermanfaat dan membangkitkan semangat :)

    BalasHapus
  10. Makasih sharingnya mbak :)

    BalasHapus
  11. Bener banget mbak nulis emang harus jujur

    BalasHapus
  12. Wah, point2nya harus di inget-inget, nih. Makasih mba Deka :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan terima kasih ya sudah meninggalkan komennya Salam hangat.
deka