Minggu, 14 September 2014

3 Kisah saat Hamil dan Melahirkan.





Setiap perempuan saat diminta berkisah tentang masa kehamilan dan melahirkan pasti punya cerita berbeda. Persamaannya hanya satu, apapun kisahnya pasti akan diceritakan dengan rona kebahagiaan dan kebanggaan. Bagaimanapun beratnya, sakitnya dan susahnya masa-masa itu, namun tidak ada yang bisa menandingi rasa bahagia. Rasa bahagia itu sulit diungkapkan, segala sakit rasanya sirna. Ataupun kalau merasa  sakit, namun wajahnya tetap berbinar.

Sudah menjadi naluri seorang untuk berkorban demi anaknya sejak awal anak itu bersemanyan dalam rahimnya. Maka, tak heran jika ibu menjadi orang pertama yang harus diingat oleh setiap anak. Dan, kemudian serta merta kita akan ingat ibu kita sendiri. Ingin memeluk ibu terus. Begitulah siklus kehidupan ya.

Nah, kembali ke kisah awal saya. Saya punya tiga putri yang memiliki kisah saat hamil dan melahirkan yang berbeda satu sama lain. Sering saya mendengar betapa mudahnya sebagian ibu hamil dan melahirkan. Entah mengapa itu tidak berlaku untuk saya. Ada yang mudah hamil, dan melahirkan tanpa kesulitan berarti. Kalaupun sakit tapi bisa melahirkan dengan normal. Sedangkan saya harus mengalami operasi sesar 3 kali. Artinya, saya melahirkan 3 putri saya secara sesar. Bukan keinginan saya tetapi kondisi yang mengharuskan begitu. 

Saat hamil anak pertama, saya menjaga kondisi kehamilan dengan sebaik-baiknya. Makanan bergizi dan rutin kontrol ke dokter kandungan. Mengikuti semua saran dokter bahkan sampai langganan majalah Ayah Bunda he he he 

Saat hamil besar saya rajin jalan kaki pagi hari agar lancar melahirkan, ikut senam hamil segala. Semua itu karena saya ingin melahirkan secara normal. Tetapi pada saat menginjak bulannya melahirkan, hanya tinggal menunggu hari. Tiba-tiba bayi di perut saya jadi jarang bergerak. Atau, sekalinya bergerak tendangannya kencang sekali. Saya merasakan hal itu tidak wajar, kemudian saya dan suami menemui Dokter untuk kontrol. Ternyata saat diperiksa, saya tidak boleh pulang. Harus dioperasi sore itu juga karena jantung bayi sudah tidak karuan. Saya takut sekali, suami saya pulang untuk mengambil perlengkapan. Dia juga sangat kuatir, katanya di jalan menangis dan mobilnya hampir menabrak Bajaj. 

Begitulah, akhirnya saya melahirkan bayi pertama kami dengan jalan operasi. Saat itu adalah pertama kali saya menjalani operasi, rasanya takut sekali. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan lahir bayi yang cantik dan lucu. Bahagianya. Ternyata, tali pusat bayi saya pendek. Kurang panjang dari ukuran seharusnya jadi itu yang menyebabkan bayi tidak bisa leluasa mencari jalan lahir. Menurut Dokter, ini kasus yang langka dan penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Lalu saat hamil anak kedua, saya ngidam makan mangga. setiap hari bisa menghabiskan 1 kg mangga. Rupanya kandungan protein mangga yang tinggi menyebabkan bisul tumbuh dimana-mana. Saat konsultasi ke dokter, semua bisul bisa diobati dengan salep. Kecuali, 1 bisul yang sudah matang dan bernanah. Itu harus dibersihkan dengan jalan bedah ringan. Dan, karena sedang hamil maka pembedahan itu harus dilakukan tanpa obat bius. Tetapi apa boleh buat, itu harus dijalani kalau tidak infeksi akan makin parah. Maka, dibedah lah saya. tanpa obat bius. Jangan ditanya sakiiiiiiitnyaaaaa......

Alhamdulillah, bayi kedua kami juga lahir dengan selamat dengan jalan operasi sesar juga. Cantik, lucu dan menggemaskan

Lalu saat hamil anak ketiga. Seperti yang pertama dan kedua, saya juga menjaga dengan baik kandungan saya. Rajin kontrol dan makanan yang sehat selalu saya jaga. Namun, saat kehamilan ketiga ini saya hobi jalan-jalan. Main terus kesana kemari. Jadi saat kehamilan menginjak 9 bulan, tiba-tiba ketuban pecah dini. Wah, sakitnya. Kontraksi begitu hebat. Hingga saya pun akhirnya harus segera dioperasi. Alhamdulillah, Allah Maha Besar. Lahir lah putri ketiga kami yang sama cantik, lucu dan menggemaskan. 

Begitulah, kisah saya. Para ibu yang lain pasti punya kisah yang berbeda ya. Hanya saya mengalami 3 kali operasi. Dan, mengalami sayatan dan jahitan di tempat yang sama. he he he 
Satu yang saya syukuri, meskipun saat hamil berat saya naik luar biasa. Bisa mencapai 25kg karena saya memang banyak makan saat hamil tetapi saya kembali ke berat ideal. Pernah mencapai lebih dari 80kg. Kini, setelah anak-anak saya besar, berat saya stabil hanya 55kg saja he he he 


Begitulah ceritanya...
Untuk yang sedang hamil dan yang mau melahirkan, nikmati saja ya. Akan jadi kenangan manis selamanya.





2 komentar:

  1. hai mak... senang rasa'y liat anak2'y sdh tumbuh besar dan cantik2...:) soal melahirkn,2 thn lalu sy juga melahirkn syafieq secara sesar,alhamdulillah diberi kesempatan utk mnjadi ibu...:)

    BalasHapus
  2. Hai juga mak, iya Alhamdulillah. Semoga syafieq diberi adik ya, Makasi sudah mampir ya mak...salam kenal ya.

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan terima kasih ya sudah meninggalkan komennya Salam hangat.
deka