Minggu, 28 September 2014

Setiap orang bisa menjadi inspirasi bagi yang lainnya.


Saat dihubungi Republika untuk sesi wawancara dan foto untuk mengisi halaman inspirasi Leisure, saya sedikit tercenung. Sudahkah saya memberi inspirasi pada banyak orang? Namun, saat bbm dari wartawatinya mengatakan, semoga kisah mbak bisa memberikan banyak inspirasi bagi pembaca, ya sudah mengapa tidak. Akhirnya sesi wawancara dan foto saya jalani. Ternyata banyak memang yang bisa saya sampaikan. Semoga saja pembaca Leisure bisa mengambil hikmah dari kisah saya ini.

Kisah saya sebetulnya belum terlalu istimewa, saya hanya pensiunan yang mengambil pensiun dini dan beralih profesi. Saya merasa masih biasa saja karena masih banyak hal yang ingin saya lalukan dan belum semua tercapai.  Saya mendirikan komunitas penulis perempuan yang memiliki kesamaan minat menulis dan membaca atau yang suka menulis. Saat ini membernya sudah ribuan. Saya juga mendirikan media belajar menulis yaitu Writing Training Center, yang sudah diikuti ratusan peserta sejak tahun 2012. Dengan misi menyebar virus menulis. Saya juga membuat program Creative Writing Class, kerjasama dengan sekolah untuk ekskul menulis. Saat ini sudah kerjasama dengan 5 sekolah : SDI Al Azhar Sisingamangaraja, SDIT Nurul Fikri Depok, High Scope Simatupang, Global Islamic School Serpong dan SDI Daar er Salam.

Mungkin, yang menjadi istimewa adalah saya berani keluar dari zona nyaman sebagai dosen untuk mencoba hal yang baru. Mengapa saya berani? jawabannya karena saya memiliki passion. Lagi-lagi passion menjadi hal yang sangat penting. Karena tanpa itu, kita tidak akan menikmati apa yang kita kerjakan. Jika kita menikmati apa yang kita kerjakan, itu akan membuat kita merasa bahagia dan materi akan datang seiringan dengan itu. Semacam berkah dari ketulusan atas apa yang kita lakukan karena kita memberikan banyak hal pada orang lain dengan tulus ikhlas. 

Lalu berbicara mengenai inspirasi sebetulnya setiap kebaikan bisa menjadi inspirasi. karena itu setiap orang bisa  memberikan inspirasi pada sekitarnya. Tidak perlu selalu orang hebat, orang terkenal atau orang yang punya kedudukan. Dari hal-hal kecil, sepele dan sederhana pun kita bisa belajar. Karena menurut kamus, inspirasi adalah dorongan yang mengilhami seseorang untuk berbuat atau melakukan sesuatu. Dorongan yang bisa membangkitkan seseorang untuk berkarya dan maju. Itulah inspirasi.

Saya juga banyak belajar dan terinpirasi oleh keluarga saya, lingkungan saya, teman-teman saya, bahkan teman-teman fb saya, yang saya kenal hanya di dunia maya. Jadi tidak perlu jauh-jauh mencari suntikan semangat. Setiap saat, setiap hari, kita belajar banyak hal dari lingkungan sekitar. Yang kita butuhkan hanya mau bergerak maju agar waktu tidak terbuang percuma. Jika sudah begitu, apa masih ada waktu hanya untuk sekedar mengeluh? 

Mungkin kita pernah terinpirasi oleh semangat ART kita, dengan kesederhanaan dan kerja kerasnya. Ia misalnya melakukan semua itu untuk membiayai anak-anaknya. Atau pemulung, yang tidak pernah mengeluh meski setiap hari bergelut dengan sampah. Atau tetangga kita yang rajin mengaji, atau tukang sayur yang semangat wirausaha. Semua hal, yang ada di lingkungan kita pada dasarnya adalah tempat kita belajar. Itu jika kita ingin belajar banyak hal. 

Semua itu akan selalu membuat kita bersyukur, tidak pernah mengeluh atau selalu berusaha berbuat baik. Hingga kita juga bisa menjadi inspirasi bagi sekitar kita. Minimal anak-anak kita, jika kita ingin anak-anak rajin tentu kita harus rajin, misalnya. Begitu juga terhadap pasangan kita.

Intinya sebetulnya sederhana, jika kita ingin mendapatkan kebaikan, semua harus dimulai dari diri kita sendiri. 

Mari saling menginspirasi. 





Jumat, 26 September 2014

Female Daily Blogger Workshop : Blogger pemula? Siapa takut....





Sabtu lalu, saya mengikuti workshop yang diadakan oleh female daily ini di ArtOtel Jakarta. Agak telat ya, baru sekarang sempat update ceritanya. Kemarin, disibukkan oleh naskah. Sambil bertekad setelah ini harus lebih bisa bagi waktu untuk lebih sering update blog. Kalau bisa minimal 2 hari sekali,amin.

Kemarin saat workshop ada beberapa teman blogger yang ikutan dan sudah lebih dulu menulis ceritanya. Jadi karena sudah ada yang menulis laporan lengkap tentang materi workshop, saya mau bercerita tentang hal yang berbeda, yang sesuai dengan kondisi saya saat ini. Saya belum lama ngeblog, baru beberapa bulan lalu. Ya, ampun masih bayi banget ya. Kemana aja? Ya, maklum lah dulu saya ini manusia offline yang disibukkan oleh pekerjaan rutinitas. Tapi saya tidak kecil hati, masih banyak teman senasib dan tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai hal yang positif. Kemarin, saat workshop, saya ketemu banyak blogger senior tapi ternyata banyak juga yang pemula, bahkan ada yang belum punya blog, bener-bener baru memulai. Kalau mau jadi blogger kapan tepatnya memulai? Mulai sekarang juga, jangan ditunda.


Banyak hal yang bisa dipetik dari workshop ini, nggak rugi deh. Nah, saya mau berbagi cerita apa yang bisa dipetik untuk blogger pemula. Pertama sih, tentu harus tahu dulu kenapa mau ngeblog, apa tujuannya? Dengan memahami itu, kita jadi punya motivasi untuk ngeblog dengan konsisten. Kata kunci yang utama adalah konsistensi, karena tanpa kosistensi kita tidak akan berkembang.

Dan, kita juga memahami jika menjadi blogger itu yang paling utama adalah passion. Kita harus melakukannya dengan hati, dengan tulus, karena hanya dengan begitu kita menemukan kebahagiaan sebagai blogger. Ternyata, awalnya adalah karena bahagia berbagi dan memberi manfaat bagi yang membaca blog kita. Luar biasa ya. Memahami jika "to blog is to connect, create, share and inspire" kita terhubung satu sama lain, menciptakan sesuatu dan memberi inspirasi bagi banyak orang, luar biasa bukan? Itu lebih berharga dari materi.

Namun, percaya jika apa yang kita lakukan dengan tulus akan mendatangkan berkah. Berkah itu adalah menjadi dikenal dan akhirnya mendatangkan uang. Maka"making money from blogging" akan datang dengan sendirinya. Semua blogger yang sudah sukses itu, sudah bisa memperoleh hasil materi dari ngeblog awalnya melakukan semua karena suka bukan semata uang tetapi hasilnya justru uang itu datang. Terlihat sekali kan, berkahnya akan datang sendiri.

Walaupun kita melakukannya karena suka bukan berarti kita kerjakan dengan suka-suka. Kita harus tahu ilmunya dan belajar dari kesuksesan mereka. Kita harus bisa mengoptimalkan blog kita dan mengerjakan dengan profesional. Hingga hasil yang kita capai akan maksimal karena intinya kita juga tidak mau kan, hanya buang waktu percuma. Karena seseorang yang mengerjakan dengan baik akan memperoleh hasil yang baik. Menjadikan blog kita berkembang optimal, kita bahagia mengerjakannya dan memperoleh hasil yang optimal.

Berikut beberapa tips yang bisa dipetik:
1. Membuat blog personal memang tidak ada salahnya tetapi kita harus bisa memilah laman menjadi tematik. Sehingga jelas konten yang mau kita bagikan.

2. Rajin update blog, jangan biarkan pengunjung kembali ke blog kita tetapi tidak menemukan sesuatu yang baru.

3.Buat tulisan yang menarik, memberi inspirasi dan dekat dengan pembaca.

4. Terus konsisten, karena sekali berhenti, kita akan kehilangan banyak hal dan harus memulai dari awal.

5. Jika blog kita terlihat menarik, brand akan datang pada kita. Menurut Simon Torring, Head Content Luxola.Com. Brand tidak mencari blogger senior saja tetapi juga blogger pemula. Jadi jangan kuatir Brand tidak tertarik. 

6. Katakan semua dengan jujur dan apa adanya, karena hal itu yang membuat tulisan kita berjiwa.

7.Jangan pernah kita melakukan copas atau mengambil foto tanpa menyebutkan sumber, sekali melakukan itu, maka kita akan tamat. Tidak akan dihargai.

8. Jalin komunikasi dengan mereka yang sudah memberi komen di blog kita, meski telat, balas komennya atau kunjungi blognya.

9, Promosikan blog kita di semua sosial media yang kita miliki agar kita dikenal.

10. Pelajari semua hal teknis dengan belajar sendiri atau bertanya pada senior.

Begitulah, tips singkat yang bisa saya petik untuk blogger pemula. Jangan takut dan ragu untuk mulai. Mulailah sekarang juga, kerjakan dengan sepenuh hati maka hasilnya akan luar biasa. Salam blogger, 

Selasa, 16 September 2014

Sebuah buku karya anak-anak Dhuafa, mengharukan...




Saat kita ke toko buku, banyak kita temukan karya-karya yang ditulis oleh anak-anak. Sangat menggembirakan. Rasanya senang melihat banyak anak yang suka membaca dan menulis. Saya selalu ajarkan anak-anak saya untuk membaca minimal 2 buku dalam 1 minggu, diluar buku pelajaran sekolah. Karena menurut saya, apa yang mereka baca akan memperkaya jiwa mereka dan itu pun terbukti dengan penelitian ilmiah.

Hanya kemudian kita lihat, hanya anak-anak dari kalangan kelas menengah ke atas yang punya kesempatan untuk bisa menulis dan membaca. Memang kini, sudah banyak Taman Bacaan untuk anak-anak dari kelas bawah. Dan, itu menjadikan mereka hanya sebagai penikmat. Terbatas sebagai pembaca.

Bagaimana jika mereka diajarkan menulis? bagaimana perasaan mereka dan apa hasilnya?

Saya sering memikirkan itu dan percaya atau tidak ternyata apa yang kita pikirkan dengan dalam akan mendapat jalannya. Maka, tanpa diduga saya dihubungi Dompet Dhuafa untuk memberikan kesempatan pada anak-anak dhuafa belajar menulis dan menerbitkan karyanya.

Dompet Dhuafa memiliki Sanggar Literasi yang membawa anak-anak untuk mengikuti field trip lalu menuliskan pengalamannya. Mereka dibawa ke berbagai tempat yang rasanya tidak mungkin mereka kunjungi. Istana Bogor, Kebun Raya Bogor, Senayan City dan lain sebagainya. Jadi saat mengikuti field trip tersebut itulah pengalaman pertama mereka melihat tempat-tempat yang mungkin selama ini hanya mereka dengar atau bahkan bisa jadi mereka belum pernah dengar.

Maka, saat mereka belajar menulis dan sebagai latihan menulis mereka diminta menuliskan pengalamannya saat mengunjungi tempat-tempat tersebut sungguh mengharukan. Saat saya menerima hasil tulisan mereka, memilahnya, mengedit kemudian membukukannya. Rasa haru rasanya tak bisa saya tahan. Mata saya selalu membasah. Ada degup hangat bernama harapan.

Mereka anak-anak yang selama ini tersingkirkan dari segala hiruk pikuk kemajuan modernitas. Jangan tanya mereka menulis dimana, hanya di kertas dengan menggunakan pinsil. Bukan di laptop, notebook atau Tablet seperti anak-anak kita. Entah kekuatan darimana tetapi saya mengetik hasil tulisan mereka sendirian. Begitu bersemangat jika buku ini harus jadi.  

Apa yang mereka tuliskan betul-betul apa yang terlintas di hati mereka. Ada yang menulis jika kebahagiaannya hanya ada di kelas yang ia miliki. Karena sebelumnya sekolah hanya impian, saat mendapat kesempatan sekolah gratis di bawah binaan Dompet Dhuafa, itulah berkah bagi hidupnya. Maka kelasnya adalah menjadi kelas yang ia cintai. Ada yang menulis kecintaan terhadap Indonesia sebagai negaranya, penghormatan terhadap guru dan keinginan berbakti pada orang tua. Mereka tahu betapa orang tua mereka bekerja keras untuk sesuap nasi saja. Mereka bangga terhadap orang tua mereka, meski orang tua mereka hanya sopir angkot, pembantu rumah tangga, penjual asongan dan sebagainya. Mereka bangga dengan apa yang mereka miliki. 

Mereka tetap menggantungkan cita-cita setinggi langit, ingin sekolah tinggi dan sukses. Ingin hidup lebih baik bahkan ada yang ingin punya mall. Meski, ada yang bertanya dengan keheranan terhadap mereka yang kaya tetapi masih buang sampah sembarangan, atau bertanya mengapa harga barang mahal sekali dan mereka tidak punya uang untuk membelinya. Juga keheranan terhadap semua kemewahan yang hanya bisa mereka saksikan saja.

Dan, masih banyak kisah lainnya. Intinya berisi  kepolosan hati mereka, harapan mereka akan masa depan dan mereka tetap bahagia dengan apa yang mereka miliki. Semua itu membuat apapun menjadi berharga. Sesuatu yang mungkin juga tidak pernah terpikir oleh anak-anak kita. Dari mereka lah sesungguhnya kita belajar tentang kehidupan. Oleh karena itu, saya meminta anak-anak saya membaca buku ini. Agar mereka bersyukur dengan apa yang mereka miliki. 

Buku ini dicetak oleh Dompet Dhuafa sebanyak 1500 eks dan diedarkan terbatas untuk sekolah-sekolan binaan Dompet Dhuafa di seluruh Indonesia. Semoga anak-anak yang membaca buku ini memahami jika mereka mampu melakukan apa saja, sepanjang mereka punya kemauan. Harapan selalu ada dimana pun. Setiap orang tidak boleh kehilangan harapan, apapun keadaan mereka saat ini. Karena hanya harapan yang membuat kita tetap bisa berdiri tegak dan tersenyum

Semoga bisa lahir lagi buku-buku lain dari tangan mereka. Semoga ada pihak lain selain Dompet Dhuafa yang tergerak untuk memfasilitasi mereka untuk berkarya. Amin. 


Dan, saya bangga menjadi bagian yang melahirkan karya mereka. 

*resensi buku ini dimuat di harian Republika.














Minggu, 14 September 2014

3 Kisah saat Hamil dan Melahirkan.





Setiap perempuan saat diminta berkisah tentang masa kehamilan dan melahirkan pasti punya cerita berbeda. Persamaannya hanya satu, apapun kisahnya pasti akan diceritakan dengan rona kebahagiaan dan kebanggaan. Bagaimanapun beratnya, sakitnya dan susahnya masa-masa itu, namun tidak ada yang bisa menandingi rasa bahagia. Rasa bahagia itu sulit diungkapkan, segala sakit rasanya sirna. Ataupun kalau merasa  sakit, namun wajahnya tetap berbinar.

Sudah menjadi naluri seorang untuk berkorban demi anaknya sejak awal anak itu bersemanyan dalam rahimnya. Maka, tak heran jika ibu menjadi orang pertama yang harus diingat oleh setiap anak. Dan, kemudian serta merta kita akan ingat ibu kita sendiri. Ingin memeluk ibu terus. Begitulah siklus kehidupan ya.

Nah, kembali ke kisah awal saya. Saya punya tiga putri yang memiliki kisah saat hamil dan melahirkan yang berbeda satu sama lain. Sering saya mendengar betapa mudahnya sebagian ibu hamil dan melahirkan. Entah mengapa itu tidak berlaku untuk saya. Ada yang mudah hamil, dan melahirkan tanpa kesulitan berarti. Kalaupun sakit tapi bisa melahirkan dengan normal. Sedangkan saya harus mengalami operasi sesar 3 kali. Artinya, saya melahirkan 3 putri saya secara sesar. Bukan keinginan saya tetapi kondisi yang mengharuskan begitu. 

Saat hamil anak pertama, saya menjaga kondisi kehamilan dengan sebaik-baiknya. Makanan bergizi dan rutin kontrol ke dokter kandungan. Mengikuti semua saran dokter bahkan sampai langganan majalah Ayah Bunda he he he 

Saat hamil besar saya rajin jalan kaki pagi hari agar lancar melahirkan, ikut senam hamil segala. Semua itu karena saya ingin melahirkan secara normal. Tetapi pada saat menginjak bulannya melahirkan, hanya tinggal menunggu hari. Tiba-tiba bayi di perut saya jadi jarang bergerak. Atau, sekalinya bergerak tendangannya kencang sekali. Saya merasakan hal itu tidak wajar, kemudian saya dan suami menemui Dokter untuk kontrol. Ternyata saat diperiksa, saya tidak boleh pulang. Harus dioperasi sore itu juga karena jantung bayi sudah tidak karuan. Saya takut sekali, suami saya pulang untuk mengambil perlengkapan. Dia juga sangat kuatir, katanya di jalan menangis dan mobilnya hampir menabrak Bajaj. 

Begitulah, akhirnya saya melahirkan bayi pertama kami dengan jalan operasi. Saat itu adalah pertama kali saya menjalani operasi, rasanya takut sekali. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan lahir bayi yang cantik dan lucu. Bahagianya. Ternyata, tali pusat bayi saya pendek. Kurang panjang dari ukuran seharusnya jadi itu yang menyebabkan bayi tidak bisa leluasa mencari jalan lahir. Menurut Dokter, ini kasus yang langka dan penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Lalu saat hamil anak kedua, saya ngidam makan mangga. setiap hari bisa menghabiskan 1 kg mangga. Rupanya kandungan protein mangga yang tinggi menyebabkan bisul tumbuh dimana-mana. Saat konsultasi ke dokter, semua bisul bisa diobati dengan salep. Kecuali, 1 bisul yang sudah matang dan bernanah. Itu harus dibersihkan dengan jalan bedah ringan. Dan, karena sedang hamil maka pembedahan itu harus dilakukan tanpa obat bius. Tetapi apa boleh buat, itu harus dijalani kalau tidak infeksi akan makin parah. Maka, dibedah lah saya. tanpa obat bius. Jangan ditanya sakiiiiiiitnyaaaaa......

Alhamdulillah, bayi kedua kami juga lahir dengan selamat dengan jalan operasi sesar juga. Cantik, lucu dan menggemaskan

Lalu saat hamil anak ketiga. Seperti yang pertama dan kedua, saya juga menjaga dengan baik kandungan saya. Rajin kontrol dan makanan yang sehat selalu saya jaga. Namun, saat kehamilan ketiga ini saya hobi jalan-jalan. Main terus kesana kemari. Jadi saat kehamilan menginjak 9 bulan, tiba-tiba ketuban pecah dini. Wah, sakitnya. Kontraksi begitu hebat. Hingga saya pun akhirnya harus segera dioperasi. Alhamdulillah, Allah Maha Besar. Lahir lah putri ketiga kami yang sama cantik, lucu dan menggemaskan. 

Begitulah, kisah saya. Para ibu yang lain pasti punya kisah yang berbeda ya. Hanya saya mengalami 3 kali operasi. Dan, mengalami sayatan dan jahitan di tempat yang sama. he he he 
Satu yang saya syukuri, meskipun saat hamil berat saya naik luar biasa. Bisa mencapai 25kg karena saya memang banyak makan saat hamil tetapi saya kembali ke berat ideal. Pernah mencapai lebih dari 80kg. Kini, setelah anak-anak saya besar, berat saya stabil hanya 55kg saja he he he 


Begitulah ceritanya...
Untuk yang sedang hamil dan yang mau melahirkan, nikmati saja ya. Akan jadi kenangan manis selamanya.





Senin, 08 September 2014

Menanti Buah Hati




Menanti Buah Hati

Saat saya memandang ketiga gadis saya kini, saya selalu ingat bertahun lalu. Saat saya belum memiliki anak. Perjuangan panjang untuk memiliki buah hati pernah saya lalui. Saya menikah saat berusia 25 tahun dan baru memiliki anak pertama saat usia menginjak 29 tahun. Penantian 4 tahun saya lalui dengan berbagai usaha.

Saat baru menikah, saya sudah ingin memiliki anak. Karena saya memang menyukai anak kecil. Saya suka melihat bayi, apalagi perempuan. Terlihat lucu, menggemaskan dan gaya. Namun, waktu berlalu hingga menginjak usia pernikahan satu tahun, belum ada tanda kehamilan. Saya mulai gusar, saat banyak teman sudah hamil, melahirkan dan menggendong anak. Saya menengok setiap ada teman yang melahirkan sambil berharap saya ketularan hamil.

Tetapi sampai tahun kedua, belum juga ada tanda-tanda itu. setiap mendapat tamu bulanan, rasanya hati sedih. Akhirnya setelah berbicara dari hati kehati dengan suami dan dorongan memiliki anak begitu kuat, kami memutuskan untuk mendatangi dokter kandungan.

Serangkain pemeriksaan pun dilakukan. Kesimpulan dokter kami berdua kurang subur jadi tidak ada sel telur yang bisa dibuahi. Sel telur cepat sekali hancur sebelum bisa dibuahi. Penyebabnya bisa karena lelah, karena makanan atau beberapa faktor lainnya. Dokter memberi kami vitamin dan obat penyubur. Beberapa bulan lamanya , kami meminum obat-obatan dari dokter tetapi tetap belum membuahkan hasil. Hingga kami memutuskan untuk menghentikan meminum obat-obatan tersebut karena kuatir efek samping jika meminumnya dalam jangka waktu panjang.

Dokter menyarankan kami mengikuti program inseminasi jika ingin cepat hamil. Suami saya tertawa, katanya dulu ayahnya memelihara ikan dan sering melakukan inseminasi pada ikan, agar ikan cepat bertelur. Saya ikut  tertawa. Setelah kami pikirkan masak-masak, kami memutuskan untuk tidak mengikuti saran dokter tersebut. Selain karena biaya yang cukup mahal, faktor keberhasilannya juga kecil sekali. Bahkan kami kemudian memutuskan untuk berhenti menemui dokter, rasanya lelah juga bolak balik ke Rumah Sakit.

Suami saya mengajak saya untuk pasrah pada Allah, memperbanyak doa dan zikir. Mungkin kita memang belum dipercaya untuk mendapat amanah itu, katanya. Akhirnya saya mengikuti saran suami saya. Pasrah dan tidak stress. Saya jadi lebih santai melewati hari-hari tanpa anak. Menghabiskan waktu berdua suami saat akhir pekan. Pacaran terus. Walaupun, bete juga setiap kali bertemu siapa saja, mereka selalu bertanya, anaknya berapa? sudah hamil? oh, belum ya....he he he tapi ya,sudah santai saja, menjawab dengan senyum, belum dikasi sama Allah...

Namun, saking rindunya saya untuk menyalurkan naluri keibuan saya. Seringkali saya meminjam anak batita Om saya, yang memang usia istrinya tidak terpaut jauh dari saya. Saya ajak menginap di rumah saya, dan saya rawat seperti anak sendiri. Saya bawa jalan-jalan, sampai orang mengira itu anak saya. Bahkan saya meminta ia memanggil kami,  Mami dan Papi. Lucu ya....

Dan, tanpa disangka saya kemudian hamil. Rasanya tidak percaya, hingga saya melihat hasil USG. Memang ada bayi dalam kandungan saya. Kami menangis bahagia. Akhirnya Allah menjawab doa-doa kami. Bayi yang lahir anak perempuan yang lucu sekali. Cantik dan menggemaskan. 

Awalnya, saya hanya meminta satu anak saja pada Allah. Jika diberi lebih Alhamdulillah. Namun selang 3 tahun kemudian saya hamil kembali, Kali ini tanpa usaha apa-apa. Dan, kehamilan yang ketiga malahan tidak diduga sama sekali. 

Begitulah, kini ketiga gadis kami membuat hidup kami sangat bermakna. Allah memang maha kuasa jika sudah berkehendak. Jadi, bagi pasangan yang belum dikaruniai anak, jangan pernah berhenti berharap ya. 

*foto bayi anak kedua saya.











Kamis, 04 September 2014

Review buku 101 Perempuan Berkisah

Pernahkah anda membayangkan bagaimana jika 101 perempuan berkisah tentang perempuan?

Sejak lama perbedaan gender selalu menjadi pembicaraan hangat. Dikupas dan diulas dari berbagai sudut pandang. Beragam definisi dan teori pun bermunculan. Berbagai paradigma bisa jadi berkembang kemudian semua itu mempengaruhi pola pikir dan pola hidup. Atau, bisa jadi kebalikannya.  Apa yang terjadi dalam masyarakat menimbulkan paradigma baru.  Apapun itu, hanya satu yang pasti perempuan adalah makhluk unik yang memiliki peran luar biasa dalam kehidupan.

Semua lelaki lahir dari rahim seorang perempuan dan hampir semua lelaki punya istri seorang perempuan dan sebagian dari lelaki punya anak perempuan. Mungkin, itu yang menjadikan perempuan demikian istimewa. Istimewa dan dihargai sedemikian rupa hingga surga dibawah telapak kaki seorang ibu. Perempuan seringkali dikonotasikan lemah padahal ia demikian kuat, bahkan lebih kuat dari lelaki. Banyak kisah membuktikan itu. Banyak perempuan mampu melakukan hal yang luar biasa, yang kadang mungkin di luar nalar.
Bukan berniat membandingkan, bukan berniat mengukuhkan siapa lebih kuat dan bukan juga hendak bicara soal kesetaraan. Kami hanya ingin bicara soal hidup dan kehidupan. Soal cinta sejati yang tak perlu dipertanyakan. Soal pemikiran yang harus dipahami, soal menghargai yang paling sejati. Soal apa yang paling penting dalam hidup ini, soal bagaimana kekuatan cinta mampu membuat seseorang mampu menghadapi badai sehebat apapun.

Dalam puisi, dalam kisah, dalam cerpen dalam opini, semua tersirat dan tersurat. Kata-kata yang kami rangkai dalam kalimat sepenuh jiwa. Siapapun yang membaca akan mampu mengurainya. Betapa dalam, betapa teduh dan betapa luar biasa. Mungkin anda tak pernah menyadari semua itu, sebelum membaca buku ini. Maka, buku ini akan membuka mata hati anda yang terdalam akan semua yang selama ini luput dalam pemikiran anda. Kami hanya ingin menyentuh hati anda dan membuat anda terhenti lalu mengubah presepsi anda tentang yang sejati.
Lihatlah yang terdekat dalam hidup anda, lihatlah sekitar anda. Bukan hanya lelaki tetapi apakah kita yang juga perempuan memahami diri kita, memahami perempuan yang dekat dengan kita dan memahami perempuan di sekitar kita. Lihatlah, siapa yang beruntung? kita semua. Kita beruntung dilahirkan sebagai perempuan. kita hanya perlu lebih memahami diri kita. Cinta dan kasih yang ada dalam diri kita, yang mungkin selama ini tersimpan tanpa kita sadari. Anda dan saya adalah kita.

Untuk itu lah buku ini hadir. Mengetuk hati kita semua. Banyak hal terkadang tidak kita hargai padahal hal yang terlihat kecil atau sepele itu sesungguhnya luar biasa. Percayalah, anda akan tersentuh. Anda akan terharu. Mata anda akan berkaca, hati anda akan terasa hangat. Dan, anda akan menjadi berbeda dalam melangkah. Mungkin, setelah ini anda tak akan alpa hanya sekedar menelpon ibu anda atau secara berkala menyempatkan menengoknya meski berbagai kesibukan membuat waktu anda seolah tak lagi tersisa. Mungkin setelah ini, setiap pagi dan malam, anda tak akan pernah lupa memeluk istri anda. Tak hanya sekedar  bertanya soal uang belanja. Mungkin setelah ini, anda selalu menyempatkan bercengkrama dengan anak gadis anda. Mungkin juga setelah ini, anda memandang asisten rumah tangga di rumah, mbok sayur, penjual jamu gendong, dan perempuan lainnya yang berjuang dengan caranya itu, menjadi lebih manusiawi. Semoga....

Kami dalam 101 perempuan berkisah hendak bicara pada anda. Semoga anda terima. Nantikan segera buku ini akan hadir di toko buku, di seluruh Indonesia.
Kami bicara dengan hati. Semoga anda semua terima sepenuh hati. Bisa memesan secara online atau tunggu kehadiran kami di toko buku.
Dalam cinta, kami bicara. Semoga hangatnya bisa terasa ke seluruh mereka yang memiliki hati
salam
101 Perempuan Berkisah