Sabtu, 14 Juni 2014

Mengajar itu Membahagiakan

Mengajar itu Membahagiakan


Mengajar adalah seni, keterampilan dan ilmu pengetahuan yang dapat dilatih serta dipelajari.


Sejak kuliah saya suka mengajar. Awalnya karena banyak teman yang bertanya dan minta diajari. Dari situ tumbuh rasa suka berbagi ilmu. Hingga akhirnya saya mengajar di lembaga kursus dan les privat Bahasa Inggris. Saya merasa bahagia jika bisa membuat seseorang memahami apa yang saya ajarkan dan jika ilmu yang saya berikan bermanfaat bagi mereka. Rasa itu sudah tumbuh hingga semua saya lakukan dengan perasaan senang. Apalagi kalau saat dapat honor, tentu lebih bahagia lagi.

Mungkin sudah perjalanan hidup jika kemudian begitu lulus saya ditawari mengajar di almamater saya. Dan, terlebih yang meminta saya menjadi asisten dosen adalah Dekan saya sekaligus pembimbing skripsi saya, yaitu Prof. Riris K. Toha-Sarumpaet, M.Sc., Ph.D, yang saat ini menjadi salah satu Profesor Sastra di Universitas Indonesia. Beliau adalah dosen yang saya kagumi. Maka tentu saya menerima tawaran itu dengan rasa bahagia. Selama satu tahun, saya menjadi asisten Ibu Riris, sekaligus saya menimba banyak ilmu dari beliau. Sosok beliau tidak pernah saya lupakan hingga kini. Kami menjadi sangat akrab, saya sudah seperti anak bagi beliau. Saya tidak pernah lupa, saat saya menikah beliau datang dengan hadiah istimewa yang sampai saat ini masih saya simpan.

Hingga kemudian saya mengabdi sebagai dosen, tidak hanya di almamater saya tetapi juga di beberapa Universitas lainnya. Terlibat dalam berbagai penelitian dan kegiatan di kampus sungguh menyita waktu. Dan, saya menjalaninya dengan rasa bahagia. Menjadi bagian dalam hidup saya, di antara hidup saya yang utama sebagai istri dan ibu. Tanpa terasa semua berlangsung dalam kurun waktu yang lama, hampir 23 tahun lamanya. Waktu berjalan, hingga saya mengenal dunia menulis lewat pertemanan di dunia maya. Itulah, yang membuat saya memutuskan pensiun dini sebagai dosen tahun lalu. Saya memutuskan untuk menggeluti dunia menulis menjadi dunia baru saya. Saya tinggalkan kampus dan bekerja dari rumah. Mulai menulis.

Namun, dunia mengajar terlalu lekat dalam darah saya. Hingga saya tidak bisa berhenti. Karena itulah, saya mendirikan Writing Training Center. Bersama beberapa teman penulis lainnya, saya mengelolanya. Mengadakan pelatihan menulis secara online maupun offline. Bahagia bisa memberikan jalan bagi banyak orang untuk belajar dan mulai produktif menulis. Buku dan menulis manjadi bagian dalam hidup saya sejak lama sebetulnya. Saat menjadi dosen, saya juga menulis.

Ternyata membaca dan menulis masih merupakan masalah bagi Indonesia. Kita jauh tertinggal di banding negara lain. Berdasarkan hasil survey, di Indonesia perbandingan yang suka baca 1:1000. Jadi di antara 1000 orang hanya 1 orang yang suka membaca. Sementara Malaysia saja 1;2. Jadi diantara 2 orang, 1 yang suka membaca. Sungguh memprihatinkan. Karena itulah, saya tergerak untuk menebarkan virus menulis pada anak-anak di sekolah. Karena itu, kami menawarkan program ekskul menulis kreatif pada sekolah-sekolah. Untuk langkah awal kami coba wilayah Jabodetabek. Dan, beberapa sekolah tertarik untuk bekerja sama. Rasanya bahagia bisa menumbuhkna minat baca tulis pada anak-anak.

Kami sudah memiliki program lengkap sap silabus dan modul. Manfaat membaca dan menulis bagi anak sungguh luar biasa. Membuat anak tumbuh lebih kreatif. Karena dilatih untuk menemukan ide dan berimaginasi. Dari kegiatan ini, terbentuk juga karakter yang positif. Anak terbiasa mencari tahu berbagai hal, berpikir lalu menuliskan apa yang ia rasakan dan pikirkan. Kebiasaan seperti ini tentu sangat baik bagi anak-anak secara akademik, yang akan terbawa hingga dewasa. Kami juga mengundang sponsor untuk bekerja sama memberikan pelatihan gratis bagi sekolah dhufa.

Program kami juga dilengkapi dengan program Training the Trainers. Yaitu pelatihan untuk menjadi trainer. Sebelum teman-teman diajak untuk mengajar di program ekskul, mereka bisa mengikuti pelatihan ini. Untuk belajar tentang metode mengajar, berkomunikasi yang tepat dalam mentransfer ilmu, bersikap yang tepat sebagai pengajar, cara berpikir sebagai pengajar dan praktek mengajar sekaligus menguasai materi ajar. Setelah pelatihan, teman-teman diberi kesempatan untuk berlatih sebelum terjun sebagai pengajar yaitu magang atau asistensi.

Semua itu berawal dari kecintaan saya terhadap dunia mengajar karena mengajar membuat saya bahagia. Karena yang diajar juga merasa bahagia. Kebahagiaan yang ditularkan lewat dunia belajar dan mengajar. Karena itu untuk bisa mengajar tidak perlu banyak syarat, cukup kemauan. Yaitu kemauan untuk belajar tiada henti. Karena proses itu yang membuat seorang pengajar makin berisi. Kemauan untuk mau memulai dan menjalani semua proses akan menjadikan sesorang menjadi pengajar yang profesional.


Mari berbagi untuk anak bangsa. Mengajar adalah kerja nyata, sumbangsih nyata bagi bangsa ini.
Yang berminat menjadi trainer, teamwork atau mau kerjasama sila hub saya di akun fb deka amalia ridwan atau mention twitter@dekamalia
















4 komentar:

  1. pengalaman yang menarik.
    apalagi jadi dosen, wah anda beruntung bisa dan pernah punya pengalaman seperti itu :-D
    sukses untuk kegiatannya yg sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak, maaf baru respon he he he

      Hapus
  2. sukses terus ya teh deka :)

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan terima kasih ya sudah meninggalkan komennya Salam hangat.
deka