Selasa, 02 Juli 2019

Mau jadi Writerpreneur Sukses?




Telah menerbitkan 150 buku
Menjadi Mompreneur Sejati

Deka Amalia



Sejak kecil, saya tidak pernah terpikir menjadi wirausaha. Karena keluarga saya hampir semua pekerja. Ayah saya karyawan swasta dan ibu saya ibu rumah tangga. Praktis saya hanya mengenal dunia kerja. Setelah lulus kuliah ya bekerja, digaji orang. Maka begitu selesai wisuda, saya melamar, mencari pekerjaan seperti yang lainnya. Alhamdulillah, tidak perlu menunggu lama. Saya diterima di sebuah stasiun TV besar sebagai penyiar dan di Hotel Berbintang sebagai  staff PR. Benar-benar dua profesi impian.

Namun saat saya mengunjungi dosen pembimbing skripsi saya untuk mengucapkan terima kasih. Beliau menawarkan menjadi Dosen. Saat itu beliau adalah Dekan di Fakultas Sastra, tempat saya kuliah. Figur beliau yang disegani, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia internasional.  Guru besar sastra di FIB UI. Sejenak saya takjub dengan tawaran ini, menjadi dosen. Sebuah profesi yang terlintas pun tidak. Setelah diskusi dengan keluarga, akhirnya saya menerima tawaran ini. Saya tinggalkan kesempatan bekerja dan mengawali karir sebagai asiaten dosen. Menjadi asisten seorang guru besar yang ternama tentu kesempatan langka. Saya bisa menimba ilmu. Dua tahun berselang, saya diangkat menjadi dosen dan profesi ini saya geluti selama 22 tahun.

Saat dunia sosmed berkembang, saya berkenalan dengan banyak penulis. Di luar profesi saya sebagai dosen, saya memang suka menulis. Cerpen saya sering dimuat di media di era tahun 1990. Saya juga menulis puisi dan beberapa buku ajar di bidang sastra. Tidak lama beberapa buku pun terbit. Lalu saya mendirikan komunitas penulis perempuan di tahun 2011. Tidak menyangka berkembang pesat dan banyak yang ingin belajar menulis. Berbekal ilmu sastra yang saya miliki, saya pun menjadi mentor menulis. Perkembangannya luar biasa, hingga saya harus memilih. Tetap menjadi dosen atau terjun bebas menjadi mentor menulis. Karena ingin mencoba dunia baru, saya memilih pensiun dini dari profesi dosen dan mendirikan lembaga pelatihan menulis di tahun 2013.

Hingga tahun 2019 ini, telah ribuan peserta mengikuti kelas saya. Luar biasa. Saya tidak pernah menyangka akan sampai di tahap ini. Lalu untuk memfasilitasi peserta pelatihan saya, maka saya mendirikan penerbitan. Sesuai niat awal hanya menjadikannya sebagai  fasilitas, maka penerbitan ini khusus menerbitkan buku-buku saya dan peserta pelatihan saya saja. Terjun di dunia penerbitan ternyata tidak mudah. Karena saya harus bekerja sama dengan banyak pihak ketiga. Sejak menerbitkan buku di tahun 2011 hingga 2019 ini, suka duka sudah saya jalani. Berat dan tidak mudah. Saya hampir menyerah.

Menjalani sesuatu yang baru dan tidak pernah belajar soal usaha. Membuat saya trial and error. Learning by doing. Banyak langkah saya yang salah, keliru, dan merugi. Salah satunya karena saya belum bisa bersikap profesional. Dari mulai kehilangan uang jutaan hingga ratusan juta pernah saya alami. Buku yang gagal cetak, terlambat hingga dibawa kabur orang ha ha ha ha….

Saya hampir memutuskan berhenti menerbitkan buku. Sudahlah saya menulis dan mengajar menulis saja. Supaya nggak banyak masalah. Tetapi saat menyaksikan kebahagiaan dan kebanggaan teman-teman punya buku, hati saya mencair. Saya harus bertahan, harus bisa melampaui semua ini dengan baik. Saya harus yakin jika kegagalan adalah sukses yang tertunda. Saya mulai mengurai masalah dan mencari solusi lalu mencatat apa yang harus saya lakukan dan tidak boleh saya lakukan. Bagaimana harus bersikap, mengambil keputusan tepat dan lebih profesional.

Dengan Bismillah saya melangkah pasti, masalah demi masalah selesai dengan baik secara bertahap dan menemukan solusinya. Saya yakin, uang yang hilang akan tergantikan. Insya Allah lebih banyak. Aamiin. Allah tetap maha adil, ada saja ganti dari kehilangan materi dari menerbitkan buku. Kelas saya selalu penuh, order editing naskah mengalir dan permintaan menjadi narasumber di berbagai kesempatan. Artinya, saya tidak boleh menyerah. Semua kejadiaan ada hikmahnya yang bermanfaat untuk langkah kita selanjutnya. 


Launching di berbagai Mall setiap tahun. Ini Launching terbaru, 14 Juni 2019 di Senayan City Jakarta.


Saya membaca beberapa buku bisnis dan kisah sukses para pebisnis besar. Ternyata tidak ada satu pun yang tidak pernah gagal, tidak ada satu pun yang tidak pernah berbuat kesalahan dan tidak ada satu pun yang tidak pernah merugi. Semua pernah gagal, pernah salah dan pernah merugi. Ternyata ini memang tahapan yang harus kita lalui menuju sukses. Karena sukses itu indah tetapi tidak bisa dicapai dengan mudah. Perlu kerja keras, pengorbanan dan ketekunan. Pantang menyerah, terus melangkah dan kerja keras. Karenanya saya tidak akan berhenti dari apa yang sudah saya mulai.

Saya juga mulai  belajar ilmu bisnis dengan mengikuti berbagai seminar dan workshop. Perlu ilmu untuk melakukan apa saja. Meski baru secara teori, karena praktiknya tetap tidak mudah juga. Tahun 2016, saya mengikuti inkubator bisnis dan memperoleh juara dua dengan progress terbaik. Padahal saya masih merangkak kala itu. Tetapi bisnis yang saya geluti dinilai berdampak sosial baik. Memberikan banyak kesempatan pada banyak perempuan. Sejak itu saya yakin, terlepas dari segala kekurangan, Insya Allah manfatnya sudah banyak dirasakan. Hal ini membuat saya lega, dengan bagitu apa yang saya lakukan bermanfaat untuk diri saya, keluarga dan banyak orang. Bagi saya, ini yang paling penting.

Yang menggembirakan saya adalah banyak orang suka menulis dan mau belajar menulis. Mau punya buku. Rasanya bangga sekali jika melihat peserta pelatihan saya berhasil. Sebagian sudah menjadi penulis produktif, mentor menulis, editor, freelancer, writerprenuer  dan banyak lagi. Terbukti menjadi penulis itu bisa jadi profesi yang menghasilkan materi yang memuaskan jika digeluti dengan tekun. Banyak yang mengikuti semua kelas yang saya buka. Kelas regular dengan berbagai topik dan buku solo. Banyak buku solo yang sudah terbit dari hasil mengikuti kelas mentoring buku solo bersama saya. Sebagian beredar di toko buku Gramedia dan Online. Memberi jalan bagi kesuksesan orang banyak ternyata bikin hati bahagia.

Para peserta juga semuanya baik hati, jika saya ada kendala dan keterlambatan. Mereka memahaminya, meski rasa tidak enak saya selalu saya tebus dengan memberi hadiah. Berupa souvenir dan bonus buku. Tentu saya akan terus berusaha memperbaiki diri, hingga semuanya menjadi lebih baik lagi. Tidak ada kendala dan semuanya berjalan tepat waktu. Aamiin. Beberapa kelas dan buku yang terbit di tahun 2019, Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik. Buku yang tebit bisa lebih cepat prosesnya, antara minimal 2 minggu dan maksimal 2 bulan. Tergantung banyak jumlah mencetaknya. Alhamdulillah, buku pun terjual ratusan hingga ribuan eksemplar.

Saya pun mulai berpikir untuk menciptakan banyak penulis dan mentor menulis. Saya akan terus membuka kelas dan mulai membuka kelas mentor menulis. Nanti para pesertanya secara gantian akan menjadi asisten di kelas saya. Hingga kelak banyak mentor menulis hadir. Dengan begitu dunia menulis akan makin berkembang. Apa saya takut tersaingi? Tentu tidak karena rezeki sudah diatur Allah. Dan saya percaya, semakin kita berbagi, semakin banyak akan kembali pada kita. Membuka jalan rezeki dan sukses bagi orang banyak, Insya Allah rezeki saya akan bertambah. Aamiin.

Di samping itu, saya tidak punya generasi penerus yang akan meneruskan apa yang saja jalani ini. Katiga anak saya sepertinya tidak tertarik, mereka punya cita-cita dan impian sendiri. Anak sulung saya sebentar lagi lulus dari DKV dan tentu akan bergelut di bidang desain grafis. Anak kedua saya ingin jadi dosen dan penulis saja, sementara si bungsu ingin jadi dokter. Usia saya juga sudah tidak muda, sudah kepala lima. Mungkin kelak ada saatnya saya pensiun dari semua yang sudah saya jalani ini. Maka sebelum saya pensiun saya ingn menciptakan banyak generasi penerus. Agar dunia literasi terus berkembang. Hingga saya dikenang sebagai penulis dan mentor menulis saja.

Begitulah, menjadi mompreneur sejati ternyata harus siap jiwa raganya. Siap gagal dan siap berhasil.  Siap menjalani semua kesulitan dan tidak gentar dengan tantangan. Hingga bisa tersenyum bangga di atas kesuksesan. Punya impian untuk terus berkembang dan berbagi bagi banyak orang. Sukses bersama itu nikmat dibanding hanya menikmati semuanya sendirian. Karena di sana ada banyak doa yang mengiringi setiap langkah yang kita jalani. Membuka jalan sukses bagi banyak orang itu bikin hati terharu, bangga dan bahagia.

Tak terasa ini menjadi tahun kesembilan saya menjalani semua ini, Alhamdulillah semua makin berjalan dengan baik. Saya makin dikenal. Sejak tahun 2011 hingga tahun ini, saya sudah diliput oleh hampir semua media cetak dan media online. Liputan tentang saya sudah dimuat di koran, hampir semua majalah wanita, dan tabloid. Saya juga pernah masuk TV dan sering talk show radio. Tidak pernah menyangka akan sampai di tahap ini. Komunitas saya makin berkembang, pelatihan saya selalu diminati dan penerbitan saya makin membaik. Prosesnya lebih cepat dan lancar. Karena saya pun sudah menemukan mitra yang tepat dan tim yang solid. 

Saya pun sering membuat acara offline. Apakah pelatihan, bedah buku, launching, pameran dan talk show. Alhamdulillah sudah sering terlaksana di beberapa mall besar. Minimal beberapa kali dalam setahun ada event. Dengan begitu saya bisa kopdaran dengan para peserta dan anggota komunitas. Bisa mengenal mereka di dunia nyata. Terus terang hampir semua peserta adalah mereka yang saya kenal di dunia maya.

Sebagian besar menjadi teman baik dan beberapa menjadi sahabat baik. Beberapa juga menjadi partner dalam berkarya dan bekerja, Nikmat rasanya.

Tak terasa hingga tahun ini, saya sudah menerbitkan 150 buku. Dan mungkin masih wajar jika ada 10% saja buku yang gagal cetak, terlambat atau bermasalah di percetakan. Tapi tetap ada solusi dan berakhir dengan baik. Meski tetap saya merasa tidak enak dengan para peserta di buku tersebut. Hingga saya harus berpikir untuk tidak  terjadi kesalahan yang sama. Zero Mistake mulai awal tahun 2019 ini. . Buku yang terbit prosesnya lancar dan cepat. Aamiin.

Maka kunci utama dari menjalani sebuah usaha adalah jalani dengan sepenuh hati dan niat yang tulus. Maka materi akan mengikuti. Maka sukses itu nyata.

Apakah saya sudah merasa sukses? Belum. Masih banyak yang ingin saya capai sebelum saya memutuskan pensiun.  Semoga semua menjadi amal kebaikan yang diterima-Nya. Aamiin.

Ø  Deka Amalia (Ex Dosen Sastra, Writer, Writing Trainer, Book Publishing Consultant. Owner Deka Amalia Writing Center. Founder Writerpreneur Club dan Women Script Community)

Fb Deka Amalia Ridwan. Ig deka66. Blog: www.dekamalia.com. Sudah menerbitkan 150 buku



Saya ingin berbagi ilmu menjadi Writerpreneur Sukses. Punya penghasilan jutaan hingga puluhan juta per bulan. 
Ikuti kelas gratisnya, hanya dengan membeli buku ini (Balada Mompreneur) seharga Rp.88.000.-

sila wapri ke wa 0857 7167 3538
Kelas mulai 10 Juli 2019 di WA Grop.






Kamis, 17 Januari 2019

Menjadi Writerpreneur Sukses


Menjadi Writerpreneur Sukses


Deka Amalia

Dulu, saya adalah dosen aktif yang menghabiskan waktu di kampus, saya mengajar di beberapa universitas. Semua berlangsung hingga lebih dari 20 tahun lamanya. Saya mengajar Bahasa dan Sastra Inggris. Menulis adalah hobi saya, kegiatan yang menyenangkan. Saya selalu menulis apa saja yang ingin saya tuliskan. Tidak pernah terpikir jika ini akan jadi dunia baru bagi saya. Saat itu yang terpikir hanya menjadi dosen hingga pensiun.

Hingga saat sosmed mulai ramai dan berkenalan dengan banyak penulis, gairah menjadi penulis muncul tak terbendung. Hingga akhirnya mendirikan komunitas penulis perempuan. Ternyata banyak yang mau belajar menulis. Kebetulan saya adalah dosen sastra, maka ilmu menulis saya cukup mumpuni. Saya pun membuka kelas online dan offline. Seiring waktu, member komunitas bertambah dan yang minta belajar menulis makin banyak. Setelah memikirkan dengan matang, saya memutuskan pensiun dini dari profesi sebagai dosen dan mendirikan lembaga pelatihan menulis dengan nama Deka Amalia Writing Center.


Tak dinyana perkembangannya luar biasa, kelas online berjalan setiap hari, kelas offline selalu penuh pesertanya. Sesekali saya diminta mengisi pelatihan di berbagai lembaga dan komunitas lainnya. Maka dari sejak saya pensiun dini di tahun 2013 hingga kini di tahun 2018, telah ribuan peserta mengikuti pelatihan menulis. Luar biasa ya. Saya pun menebarkan semangat menulis untuk kebahagiaan, jika menulis itu menebar manfaat. Manfaat untuk diri sendiri dan manfaat untuk orang banyak. Berbagi ilmu dan pengalaman yang manfaat bagi pembaca. Penulis bahagia dan pembaca pun bahagia.

Sejalan dengan itu, saya pun mendirikan self publishing, sebagai media bagi penulis yang ingin menerbitkan buku. Saya pun membuka kelas regular edisi terbit dalam bentuk antologi, Kelas-kelas edisi terbit selalu ramai dengan peserta. Ada yang di FB grop dan ada yang di WA grop. Setiap hari saya mengajar kelas online. Peserta dari seluruh Indonesia bahkan wanita Indonesia yang tinggal di luar negeri.

Virus writerpreneur pun saya tebarkan, maka banyak peserta pelatihan saya yang mentas menjadi trainer dan menerbitkan buku sendiri. Menjadi writerpreneur, mencari penghasilan dari menulis. Ada yang masih part time dan ada yang sudah full time seperti saya. Intinya sedikit banyak, menulis itu bisa menghasilkan. Bahkan bisa menjadi mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Maka sukses sebagai writerprenuer bukan hal yang mustahil.

Media internet makin memudahkan dengan segala fasilitasnya. Semua bisa kita manfaatkan untuk hal yang positif. Kelas online berjalan lancar, penjualan buku terus meningkat dan peserta terus bertambah. Kesuksesan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Saat saya memulai, belum banyak kelas penulisan online berjalan bahkan menerbitkan buku sendiri masih diremehkan. Promosi buku pun masih dianggap aneh. Kini, kelas online menjamur, komunitas bermunculan, penerbitan indie tumbuh dan promosi buku menjadi wajib bagi setiap penulis. Apakah saya merasa tersaingi? Sama sekali tidak. Karena niat awal saya adalah menghidupkan dunia literasi, maka melihat dunia literasi makin hidup, saya tentu senang. Sekarang banyak orang mau menulis, menerbitkan buku dan ramai promosi buku di media.


Menjadi writerpreneur bikin bahagia, selain menulis dan berkarya. Juga bisa membahagiakan banyak orang. Menemukan apa yang diimpikan banyak orang. Bisa mengenal banyak orang dan bersahabat lalu kemudian menjadi bagian dari keluarga. Karenanya saya sangat semangat menjalankan semua ini selama saya masih sanggup. Saya terus melakukan inovasi dengan berbagai program. Meski setiap program baru yang saya promosikan, tak lama kemudian ada yang mengikuti. Saya senang-senang saja dan terus melakukan inovasi tiada henti. Saat ini program baru yang banyak diminati adalah copywriting, menulis untuk branding dan selling. Lalu kemudian yang terbaru adalah writing therapy. Menulis untuk self healing. Setelah itu adalah program travel writing, menulis sambal jalan-jalan. Mungkin bisa jadi saya menemukan program baru lainnya.

Terbukti jika banyak sekali hal baru yang bisa digali dan dikembangkan. Tidak perlu kuatir dengan persaingan selama kita kreatif. Lagi pula persaingan itu baik, jika kita melihatnya dari pandangan positif. Dengan persaingan sehat, kita terdorong untuk berpikir kreatif. Selalu menemukan hal baru yang makin baik. Yang bermanfaat bagi banyak orang. Untuk itulah saya tidak akan pernah lelah untuk mengajak banyak orang untuk terus menulis dan produktif berkarya. Menjadi writerprenuer itu bisa menjadi profesi yang menjanjikan.

Profesi apapun jika dijalani dengan tekun dan komitmen, Insya Allah bisa sukses. Dijalani dengan sepenuh hati dan penuh kecintaan. Kuncinya memang menjalani apa yang dicintai, seperti kata orang, hobi yang dibayar itu paling menyenangkan. Meskipun ada pendapat jika menjadi penulis itu, tidak akan mendatangkan materi yang memuaskan. Tetapi yakinlah, jika setiap usaha akan berbuah indah. Dan, Alhamdulillah saya sudah merasakan buah manisnya.

Untuk sukses menjadi writerpreneur butuh kemauan keras dan kerja keras. Tidak mudah putus asa, karena tidak ada jalan sukses yang mudah. Sudah pasti ada masalah, banyak tantangan dan kesulitan. Hanya mereka yang sanggup meniti jalan sukses, yang akan menuju puncak. Saya malahan berharap writerprenuer akan berkembang seperti bidang lainnya. Menjadi suatu lahan yang diincar generasi muda kita. Agar lahir banyak anak muda yang bergerak di bidang literasi, sehingga bangsa ini akan tumbuh lebih cerdas.

Di samping semua hal di atas, hal yang paling penting adalah kemauan untuk belajar. Menjalani prosesnya tanpa kenal lelah. Ilmu menulis sebetulnya luas, dengan ragam teknik penulisan yang berbeda untuk setiap genre. Jadi langkah awal untuk mau menjadi writerpreneur sukses, belajarlah terus.  Sering orang beranggapan jika buku akan digantikan oleh buku digital (ebook) saya yakin buku tidak akan tergantikan. Selayaknya makanan alami, tidak bisa menggantikan penuh makanan instant. Karena buku adalah vitamin jiwa, nutrisi hati. Ada kenikmatian yang berbeda saat membuka setiap halaman kertas buku. Kenikmatan yang tidak akan tergantikan. Lagi pula, betapa lelahnya mata jika sering membaca layar monitor. Dan tentu tidak sehat juga untuk mata. Maka karena itulah, saya yakin buku akan abadi. Selama masih ada yang bergerak di dunia literasi. Maka selama itu juga, menjadi writerprenuer akan bisa bertahan, bahkan mungkin berkembang. Insya Allah.

Ø  Deka Amalia

(Ex Dosen Sastra, Writer, Writing Trainer, Book Publishing Consultant. Owner Deka Amalia Writing Center. Founder Writerpreneur Club dan Women Script Community) Fb Deka Amalia Ridwan. Ig deka66. Blog: www.dekamalia.com Sudah menerbitkan 135  buku.


Sabtu, 13 Oktober 2018

I Love Fashion (Road to JFW 2018)


I Love Fashion (JFW)







Setiap perempuan pasti menyukai fashion dan mengikuti trend mode. Termasuk saya. Saya mengagumi desainer yang bisa menghasilkan karya yang indah. Lewat perpaduan warna dan detailnya. Saya senang membaca majalah fashion, kadang hadir dan terlibat dalam berbagai acara bertema fashion. Apakah hadir untuk menonton fashion show, menjadi mederator talk show bertema fashion dan menulis artikel tentang fashion. Saya memiliki banyak teman yang bergelut di bidang fashion apakah sebagai desainer, jasa jahitan, punya brand dan produk lainnnya. Bahkan saya kerap diminta menulis artikel produk review untuk brand mereka. Rasanya senang berada di tengah industri kreatif yang hangat ini. Dunia yang tidak akan pernah berhenti bergerak. Sebagai penulis dan mentor menulis  yang juga aktif di berbagai komunitas, dan founder komunitas penulis perempuan, saya merasa berbahagia jika diberikan kesempatan terlibat dalam acara Jakarta Fashion Week 2018.

Menjelang perhelatan akbar di bidang fashion di Indonesia ini yaitu Jakarta Fashion Week 2018 yang akan digelar pada tanggal 20-26 Oktober 2018 di Senayan City, saya sangat menyambut kegiatan ini dengan gembira. Saya yakin kegiatan ini akan membuat dunia fashion Indonesia bisa dilihat dan menembus pasar internasional.
Bedah buku karya saya di Fashionlink Senayan City


Ditambah adanya Fashionlink yang merupakan  gagasan yang dicetuskan oleh Jakarta Fashion Week.  Mampu menjembatani antara desainer, pelaku industri, serta konsumen mode, baik di dalam maupun luar negeri.  Dan masih banyak program lainnya yang mendukung industri serta pelaku fashion di Indonesia. Sungguh patut diapresiasi.


Deka Amalia saat menjadi moderator di fx Sudirman bersama Adi Barlan dan Dayan Lang. Acara Womanpreneur Community


Semua hal di atas yang membuat saya ingin bisa menjadi salah satu penulis/blogger yang hadir di event bergengsi ini. Sebagai penulis, saya ingin terlibat dalam perkembangan industri fashion Indonesia. Ingin menulis banyak hal menarik dari berbagai sisi dunia fashion. Apakah profil desainer, karya mereka, event JFW sendiri, trend mode, dunia fashion Indonesia, venue acara, para founder kegiatan ini, dan masih banyak lagi. Saya merasa banyak hal bisa ditulis dan disuarakan. Mengabarkan pada dunia tentang gairah dunia fashion di Indonesia.

Bersama Irma Sustika dan Adi Barlan




Apakah Jakarta Fashion Week itu?



JFW sendiri pertama diselenggarakan pada tahun 2008, kemudian secara konsisten menyelenggarakan acara ini setiap tahunnya.  Konsistensi ini yang membuat acara ini menjadi salah satu acara penting di dunia mode Indonesia. Hingga pada akhirnya menjadi pekan mode terbesar dan berpengaruh di Asia Tenggara. Selain sebagai tuan rumah di negeri sendiri, JFW pun menjadi media untuk meramaikan berbagai panggung mode di berbagai belahan dunia. Memiliki program seperti Indonesia Fashion Forward, Insan Kreatif Indonesia hingga menjadi platform bagi pelaku industri mode yang terlibat di berbagai bidang fashion.

Reputasi tersebut membuat JFW mampu membawa dunia fashion Indonesia ke panggung dunia dan diperhitungkan di dunia internasional. Hingga mampu hadir di pasar mode dunia. Dampaknya tentu luar biasa bagi semua pelaku di dunia mode. Apakah desainer, fotografer, model dan lainnya. Maka tentu saja banyak melibatkan dukungan stakeholder, yang semuanya berperan serta memajukan industri mode di tanah air kita ini.

Kali ini JFW 2018 diselengarakan di Senayan City untuk yang keenam kalinya.  Juga banyak dukungan pihak lain seperti Make Over sebagai Official Makeup Partner serta L’Oreal Professionnel sebagai Official Hairdo Partner.  Serta Wardah  dan produsen perhiasan terkemuka UBS Gold. Mereka semua tak putus memberikan dukungan pada event ini.

Juga banyak pihak lain yang siap mendung di antaranya:

Matahari Department Store dan Blibli.com, Ponds yang membawa Ponds Age Miracle, Style Theory, Royal Philips, Ultra Sari Kacang Ijo, Intercontinental Pondok Indah, Chroma Project, RSGM YARSI, Century Park Hotel, Orang Tua Group, dan CBN Fiber. Tak kalah dukungan dari negara-negara sahabat seperti Australian Embassy Jakarta, British Council, Japan Fashion Week Organization, Korea Content Creative Agency (KOCCA), Korea Foundation for International Culture Exchange (KOFICE) dari Korea Selatan, Fashion Design Council of India. Yang terbaru adalah kerjasama dengan Emerging Pakistan.

Sudah bisa terlihat jika event ini akan menjadi acara mode terbesar dan membuat semua mata dunia memandang Indonesia. Sebagai perempuan Indonesia, tentu saya sangat bangga. Sebagai penulis  yang juga ngeblog, saya sangat tidak sabar terlibat dalam kegiatan ini,

Pastikan tidak melewatkan jadwalnya ya:

JFW akan berlangsung tanggal 20-26 Oktober 2018 di Senayan City. Banyak sekali acara bertema fashion akan berlangsung dalam kurun waktu tersebut.  Ada Opening Show of Jakarta Fashion Week 2018 yang akan diadakan pada tanggal 20 Oktober jam 1 siang.

Tanggal 20 Oktober jam 15.30 ada Emerging Pakistan presents THE WOMAN by Zuria Dor. Di tanggal 21 Oktober ada Korea Creative Content Agency, dan tentunya masih banyak lagi acara keren lainnya.

Jadwal lengkap bisa buka:




Saya berharap Indonesia akan makin terkenal melalui dunia mode ini, makin diperhitungkan dan menembus pasar dunia. Jika fashion kita tidak kalah dengan dunia maju, bahkan punya ciri khas yang sangat menarik dan menjual. Ragam budaya dan kekuatan lokal yang membuat Indonesia punya karakter kuat yang tidak sama dengan negara lainnya, patutnya memang dunia mode kita menjadi salah satu yang dikagumi dunia.  






Deka Amalia